Cara merawat anakan burung kenari supaya rajin berbunyi

 

Cara merawat burung kenari bakalan agar rajin berbunyi – Kenari termasuk salah satu jenis burung kicauan terpopular di dunia. Meski pamornya dalam lomba burung kicauan di negeri kita masih di bawah murai batu dan lovebird, jumlah penggemar kenari tetap terbilang paling banyak. Hal ini karena harganya yang relatif murah, stok cukup berlimpah, dan perawatannya cukup mudah sehingga menarik minat para pemula untuk memeliharanya. Berikut ini tips merawat kenari bakalan agar rajin berbunyi.

Perawatan kenari kenari agar rajin bunyi.

Secara umum, kenari terbagi dalam tiga tipe: postur, warna, dan suara. Karena itu, jika Anda ingin memeliharanya, pilihlah jenis kenari yang sesuai dengan keinginan. Apabila Anda senang memelihara kenari karena penampilan dan warnanya, pilihlah kenari tipe postur atau warna. Jika senang dengan suaranya, pilih saja kenari bertipe penyanyi.

Meski perawatan kenari dianggap cukup mudah, tetap saja membutuhkan perhatian tersendiri agar burung menjadi rajin berbunyi. Untuk memenuhi kebutuhan pakan hariannya, Anda bisa memberikan campuran biji-bijian, buah dan sayuran, serta pakan tambahan / extra fooding (EF) seperti telur rebus atau egg food.

Agar burung kenari menjadi lebih rajin berbunyi, diperlukan pola rawatan dan pemberian pakan sebagai berikut:

1. Cara merawat burung kenari bakalan: Berikan pakan secara tidak berlebihan

Memberi pakan secara berlebihan akan berdampak kurang baik pada penampilan dan kesehatan kenari. Selain bisa membuat burung gemuk, pakan yang berlebihan juga akan membuat kenari malas bunyi dan lebih memperhatikan pakannya. Untuk hasil yang baik, berikan pakan biji-bijian dalam takaran yang tepat, misalnya 1/3 cepuk pakan.

2. Cara merawat burung kenari bakalan: Rutin memberikan EF

Selain pakan utama berupa biji-bijian, kenari juga harus mendapatkan nutrisi dari pakan tambahan / extra fooding (EF) secara rutin. EF yang bisa diberikan adalah buah dan sayuran.

Agar hasilnya maksimal, pakan tambahan itu bisa disajikan secara bervariasi. Misalnya buah dan sayuran dipotong kecil-kecil dan dicampur jadi satu, kemudian dimasukkan dalam cepuk tersendiri.

3. Cara merawat burung kenari bakalan: Berikan egg food

Baca juga  Kenari De Mystic orbitan duet maut Om Andy dan Om Sony (M2M SF Jember)

Egg food atau soft food lazim diberikan kepada kenari untuk menambah staminanya. Egg food bisa berupa potongan telur rebus yang digantung dalam sangkar harian, atau telur rebus yang diracik bersama bahan-bahan lainnya.

Untuk memancing kenari agar lebih rajin bunyi, pakan racikan egg food dapat diberikan setiap beberapa hari sekali, sebagai pengganti pakan utama (bijian) pada hari tersebut. Selain itu, Anda juga bisa mencampurkan pakan bijian ke dalam pakan racikan egg food tersebut.

4. Cara merawat burung kenari bakalan: Berikan daun-daunan hijau

Sudah bukan rahasia lagi jika kenarimania di Indonesia kerap memberikan daun yang berasal dari tanaman liar sebagai alternatif pakan tambahannya. Daun-daunan dari tanaman krokot, mengkudu, dan sebagainya dipercaya mampu membuat suara kenari menjadi lebih jernih / kristal, sehingga bisa membuatnya bersuara lebih lepas ketika berkicau.

 

5. Cara merawat burung kenari bakalan: Mandi, jemur, dan jaga kebersihan

Yang tak kalah pentingnya, Anda harus selalu rajin menjaga kebersihan sangkarnya. Sangkar yang bersih membuat burung terhindar dari gangguan tungau atau parasit yang bisa menyerangnya. Kenari yang terinfeksi tungau tentu tidak akan mampu berkicau dengan baik, bahkan menjadi malas berbunyi. Membersihkan sangkar bisa dilakukan pada saat kenari sedang dimandikan.

Mandikan kenari dengan cara disemprot atau menggunakan bak mandi kecil yang diletakkan dalam sangkar. Pada saat memandikan burung, kita bisa sekaligus membersihkan sangkar dari kotoran.

Setelah mandi, jemur kenari di bawah sinar matahari, tanpa perlu disediakan pakan, kecuali pakan tambahan yang berupa daun-daunan.

Waktu menjemur yang baik adalah pagi hingga siang hari sebelum pukul 10.30. Setelah sinar matahari dirasa sudah cukup terik, pindahkan kenari ke tempat yang lebih teduh sambil memberikan pakan biji-bijian.

Baca juga  Kombinasi UH + voer merah untuk burung bakalan

6. Cara merawat burung kenari bakalan: Berikan suplemen tambahan

Jika kebutuhan pakan selalu tercukupi setiap hari, maka kenari akan menjadi lebih aktif dan rajin berkicau. Untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya, Anda juga perlu memberikan suplemen tambahan seperti TestoBirdBooster / TBB yang bisa membantu merangsang burung agar lebih rajin berbunyi.

7. Cara merawat burung kenari bakalan: Melakukan pemasteran

Jika tertarik dengan kenari isian, maka pemasteran menjadi langkah yang tepat untuk membuat suara kicauannya lebih bervariasi. Pemasteran sebaiknya dilakukan saat kenari masih berumur sangat muda. Pada saat itulah mereka cenderung mempunyai banyak waktu untuk mempelajari lagu-lagu baru.

Pemasteran umumnya dilakukan dengan memanfaatkan suara-suara burung yang berkarakter seperti suara ngerol atau tembakan, yang semua itu tergantung pada selera masing-masing.

8. Cara merawat burung kenari bakalan: Membuat burung nyaman

Ada banyak hal yang bisa mempengaruhi rajin dan tidaknya burung berbunyi, salah satunya adalah rasa aman dan nyaman. Beberapa kondisi berikut ini bisa membuat kenari merasa tidak nyaman, sehingga jarang mengeluarkan suara kicauannya:

  • Pakan dan air minum kurang diperhatikan. Misalnya kenari selalu kekurangan pakan atau air minum, lantaran pemilik malas mengganti atau menambah pakan / air minum tersebut.
  • Sangkar terlalu kotor, sehingga menjadi sarang bakteri atau parasit yang kemudian menginfeksi burung dan menyebabkannya jarang berbunyi.
  • Lokasi atau tempat menggantang sangkar sering terkena polusi udara. Misalnya polusi yang muncul dari asap pembakaran sampah atau knalpot kendaraan bermotor.
  • Burung terlalu sering digantang di tempat yang sering diterpa angin kencang atau berada dekat sumber angin seperti kipas angin, blower, atau kompresor AC.
  • Burung selalu terganggu oleh kehadiran binatang lain seperti kucing, tikus, atau hewan predator lainnya.
  • Kenari selalu berada di dekat sangkar burung lain yang bersuara keras, misalnya poksay jambul.
  • Menggantung sangkar kenari di tempat yang terlalu lembab juga bisa menyebabkan burung malas berbunyi dan cenderung rentan sakit.

9. Cara merawat burung kenari bakalan: Memelihara lebih dari satu burung

Untuk memancing agar kenari menjadi lebih rajin berbunyi, Anda bisa memelihara lebih dari satu burung di rumah. Dengan demikian, kenari akan terpancing untuk saling bersahut-sahutan.

10. Cara merawat burung kenari bakalan: Membeli burung yang sudah bunyi

Inilah yang harus dipertimbangkan oleh banyak kicaumania sebelum membeli kenari. Banyak kicaumania tertarik membeli kenari bakalan lantaran harganya jauh lebih murah. Namun merawat burung bakalan sampai rajin bunyi membutuhkan waktu lumayan panjang, apalagi kenari baru akan pecah suara ketika sudah berumur 6 bulan atau lebih.

Nah, kalau Anda kurang sabar dalam perawaannya, maka belilah kenari yang sudah bunyi, atau siap bunyi, dengan umur sekitar 5 – 6 bulan. Bagi yang senang memaster kenarinya dengan lagu-lagu isian yang diinginkan, sebaiknya belilah kenari yang berumur di bawahnya. Tetapi jika ingin memelihara yang sudah gacor dan siap lomba, tentu saja Anda harus menyiapkan dana yang lebih besar lagi.

Demikian tips perawatan kenari bakalan agar rajin berbunyi. Dengan melakukan pola rawatan seperti disebutkan di atas, maka burung kenari akan menjadi lebih rajin mengeluarkan suara kicauannya.

MOLTING ATAU MABUNG TIDAK TUNTAS, SULIT MOLTING, BULU BOTAK TIDAK SEGERA TUMBUH

Sulit mabung:

Jika burung Anda tidak segara mabung padahal seharusnya sudah terjadi, maka bisa diduga hal itu disebabkan burung kekurangan mineral untuk berlangsungnya proses molting secara wajar.

Untuk memulai proses molting (agar bulu segara rontok) Anda bisa menggunakan BirdMolt-Pre. PreMolt berisi 3 mineral esensial yang diperlukan untuk membuka pori-pori kulit di sekitar pangkal bulu sehingga bulu mudah terlepas.

Bulu sulit tumbuh atau botak:

Jika burung Anda botak sehabis terkena serangan kutu (baik mite ataupun flea) atau lambat dalam pertumbuhan bulu, Anda bisa menggunakan BirdMolt-Post. BirdMolt-Post berisi multivitamin dan mineral yang membantu pembentukan metionin dan sistin yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan bulu.

GANGGUAN REPRODUKSI: TIDAK SEGERA JODOH, TIDAK BERTELUR, TELUR GAGAL MENETAS

GANGGUAN REPRODUKSI: TIDAK SEGERA JODOH, TIDAK BERTELUR, TELUR GAGAL MENETAS

Gangguan reproduksi memang bukan suatu “penyakit”. Jika burung Anda terlihat sehat dan fit tetapi tidak juga segera jodoh ketika dijodohkan, tidak juga bertelur meski sudah terlihat jodoh, atau terjadi perkawinan tetapi telur kosong melulu, maka hal itu pertanda bahwa burung Anda kekurangan hormon reproduksi.

Pada burung jantan, hal itu bisa diatasi dengan pemberian hormon stimulan reproduksi berupa hormon testosteron, untuk memacu kerja testis menghasilkan testosteron dalam jumlah yang cukup untuk berlangsungnya reproduksi.

Sementara untuk burung betina perlu diberi hormon perangsang pada kerja kelenjar estrogen agar burung betina siap dibuahi dan sukses dalam pembuahan.

Dalam taraf penjodohan, Anda bisa menggunakan BirdMature atau untuk burung yang sangat bermasalah dalam penjodohan Anda bisa memberikan BirdHormon. BirdHormon adalah testomin untuk burung jantan dan betina yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan pilihan yang diekstrak secara modern.

BURUNG KURANG GACOR DAN KURANG POWER

BURUNG KURANG GACOR DAN KURANG POWER

Burung yang kurang gacor padahal kondisi fisik terlihat bagus, dalam banyak hal memang bukan karena terserang penyakit. Namun hal itu disebabkan karena kurang maksimalnya kerja sistem metabolisme tubuh. Ada pula hal itu disebabkan karena burung kurang birahi, atau sedang dalam masa rekondisi sehabis mabung, atau bisa juga kegemukan.

Berikut ini beberapa penyebab burung kurang gacor dan cara mengatasinya:

1. Tidak gacor karena kegemukan sehabis masa mabung, bisa gunakan BirdSlim. BirdSlim adalah larutan oral yang mengandung Carnitine HCL, Sorbitol, Magnesium Sulfat dan Extract Vegetable untuk memecah lemak pada burung yang kegemukan tetapi menjagi nafsu makan tetap terjaga, memperbaiki efisiensi pakan, mengatasi stress karena temperature panas dan penyakit, penyedia energy, meningkatkan pertumbuhan dan reproduksi, memperbaiki fungsi hati dan ginjal serta menjaga kondisi fit pada burung.

2. Tidak gacor karena pada dasarnya kekurangan asupan pakan yang seimbang. Burung yang terlihat sehat, langsing, tetapi tidak gacor atau selalu nggembos di tengah jalan jika ditrek, bisa diatasi dengan pemberian BirdPower. BirdPower mengandung ATP dan vitamin lengkap serta mineral yang memang ditujukan untuk membuat burung gacor dan fit.

3. Bisa jadi karena memang “mentalnya” kurang bagus dalam artian tidak memiliki sifat dominan sehingga melempem jika ketemu lawan di lapangan atau ketika ditrek di arena latberan atau lomba.Pastikan burung Anda gacor sekaligus bernyali

Untuk mengatasi hal itu, bisa gunakan TestoBird dan/atau TestoBirdBooster. Untuk penjelasan apa itu TetsoBird dan TestoBirdBooster termasuk cara kerjanya

KETIKA BURUNG MENJADI SERAK, KEHILANGAN SUARA KARENA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN

BURUNG SERAK, KEHILANGAN SUARA KARENA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN

A. Psittacosis
Psittacosis adalah salah satu penyebab burung serak atau bahkan kehilangan suara. Menurut dokumentasi dalam New South Wales Multicultural Health Communication Service (mhcs.health.nsw.gov.au) psittacosis adalah penyakit langka yang biasanya ditularkan burung kepada manusia dan disebabkan oleh kuman yang bernama Chlamydia psittaci.

Bagaimana penyebaran penyakit ini?

Pada umumnya infeksi terjadi kalau orang menghirup kumannya – biasanya dari kotoran kering burung yang terkena infeksi. Orang juga dapat terkena karena berciuman ‘mulut dan paruh’ dengan burung atau menangani bulu dan sel badan burung yang terkena penyakit. Tidak ada bukti bahwa Psittacosis menular di antara sesama manusia.
Semua jenis burung rentan terhadap infeksi tapi yang dipelihara (misalnya beo, betet dan kakaktua) dan unggas (kalkun dan bebek) adalah yang paling sering menularkan penyakit ini pada manusia.

Bagimana gejala psittacosis?

Selang waktu dari burung yang terkena kuman dan perkembangan gejalanya tidak menentu, yakni antara 4-15 hari.
Burung yang terkena serangan ini kadang tidak menunjukkan tanda yang signifikan karena burung hanya terlihat lesu kehilangan suara atau serak. Pada banyak kasus, burung juga bersin-bersin atau batuk bahkan sulit bernafas, beringus, dan kadang juga disertai mencret.

Menangani serak dan hilang suara pada burung

Pisahkan burung dari burung yang lain agar tidak menularkan penyakit ini lalu diobati dengan antibiotika dan kuman di sangkarnya dibasmi.
Untuk obat bagi burung yang terkena serangan psittacosis atau terkena serak dan hilang suara bisa diberikan BirdBlown secara teratur dan konsisten sesuai penjelasan dalam brosur.

Lakukan pembasmian semua parasit dan jamur serta mikroba di sekitar lingkungan burung dengan FreshAves.

B. Infeksi lain saluran pernafasan

Selain serak atau hilang suara karena psittacosis, serangan parasit dan mikroba lain di saluran pernafasan juga akan menyebabkan burung serak atau kehilangan suara.

Untuk pengobatan secara cepat, bisa digunakan BirdTwitter. BirdTwitter adalah larutan oral yang mengandung zat antiparasit baik ekstro maupun endo penyebab burung serak, sesak nafas dan macet bunyi.

BILA BURUNG TERKENA SNOT

BURUNG TERKENA SNOT

Gejala dan tanda-tandanya sebagai berikut:

– Mata Love Bird berair dan seperti selalu menangis.

– Burung yang sakit selalu menggosok-gosokkan matanya ke tangkringan.

– Mata membengkak dan memerah disekitar kelopak mata bagian luar.

– Kotoran (feses) berwarna tidak normal, putih encer dan berbau tidak sedap.

– Nafsu makan turun drastis. Sehingga burung kurus, lemah dan selalu mengantuk.

– Dalam dua minggu, burung burung yang sakit tersebut mati.
Penyebab

1. Kandang yang tidak bersih.

2. Sirkulasi udara yang buruk.

3. Penggunaan obat antibiotika yang tidak tepat.
Solusi yang kita berikan adalah:

a. Selalu bersihkan kandang secara rutin dan berkala.

b. Semprot kandang dan semua ornamen kandang dengan disinfektan seperti FreshAves.

c. Perkuat daya tahan tubuh burung (imum) dengan pemberian multivitamin dan multimineral yang bermutu baik, seperti BirdVit.

d. Untuk burung yang sakit, segera obati dengan obat StopSnot.

Penggunaan StopSnot dilakukan sesuai petunjuk yang diberikan pada brosur. Selama pengobatan, burung ditempatkan di sangkar yang diberi lampu sebagai penghangat. Selain itu, sehari sekali, bagian yang bengkak diusap-usap perlahan dengan kain lembut yang dibasahi dengan air hangat.

KETIKA BURUNG TIBA-TIBA LUMPUH

BURUNG TIBA-TIBA LUMPUH

Saat ini banyak ditemui kasus burung tiba-tiba seperti lumpuh, lemah tidak bertenaga dan hanya nyekukruk di dasar sangkar, meski kalau diberi makan dia masih mau menyantapnya.

Kalau kondisi seperti ini, biasanya antibiotik tidak bisa membantu. Burung seperti itu pada awalnya bukan disebabkan terkena serangan mikroba dan karenanya tidak memerlukan antibiotik untuk pengobatannya.

Hal seperti itu umumnya disebabkan burung kekurangan asupan mineral, khususnya kalsium. Kekurangan salah satu mineral akan membuat burung ngerdop karena tanpa mineral yang cukup, maka vitamin dan makanan lain tidak akan terolah dengan baik di dalam sistem pencernaan dan metabolisme burung.

Ketika burung kondisi ngedrop, maka muncullah anemia. Burung sangat lemas tidak bertenaga.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengatasi anemianya dengan memberikan vitamin B12. Karena tidak ada preparat tunggal B12, Om bisa memberikan vitamin B complex atau multivitamin lainnya dengan kandungan B12 yang besar.

Pada saat yang sama, burung harus tetap mendapatkan asupan makanan yang baik. Hanya saja, selama sistem pencernaannya belum berfungsi normal, akan sulit bagi dia mendapatkan energi yang cukup untuk bertahan hidup.

Jika burung masih mau makan dan dia adalah pemakan serangga, berikan saja kroto dengan ditaburi multivitamin, misalnya BirdVit. Multivitamin yang dilarutkan ke air dan berharap burung mau meminumnya adalah pekerjaan yang sia-sia karena yang terminum hanya sedikit.

PERHATIAN:

Usahakan pemberian apapun supaya masuk ke dalam pencernaan burung tidak dengan cara dipegang. Sebab, burung dalam kondisi drop, jika dipegang akan seperti tersentak karena tidak punya labirin dan hal ini bisa menyebabkan kematian.
Drh Jatrmiko Jogja pernah mengatakan kepada saya, untuk memberi asupan pakan burung seperti ini usahakan dengan menggunakan injeksi yang ujungnya diganti dengan selang kecil. Tetes-teteskan apa yang kita harapkan dikonsumsi burung itu di atas paruh dengan harapan ada bagian yang masuk ke mulut burung dan terminum.

Repot memang, tetapi itulah cara terbaik yang pernah disarankan dokter hewan.

Drh Dharmojono, konsultan perburungan di majalah Infovet pernah menulis, burung dalam kondisi sakit, jika tertekan di bagian dada bisa langsung tersedak dan mati di tangan kita.

KAKI BURUNG BERKERAK, BENGKAK KENA CACAR DAN CARA MENGATASINYA

KAKI BERKERAK, BENGKAK KENA CACAR

Benjolan seperti daging tumbuh, baik besar atau kecil, kasar (berkeropeng) maupun halus, sering kita jumpai pada bagian tubuh burung dan merpati. Kalau Anda menemui hal seperti, baik di ruas kaki, muka, dekat paruh, dan beberapa bagian lain yang terbuka, atau bahkan di dalam mulut burung, tidak perlu panik meski harus segera melakukan tindakan pengobatan.

Pada burung kenari misalnya, sering tumbuh daging sebesar jewawut di sekitar paruh dan atau sekitar matanya. Pada burung merpati misalnya, sering kita jumpai bejolan daging tumbuh di dekat dubur, di sekitar paruh bahkan di dalam mulutnya.

Cacar

Untuk benjolan kecil seperti yang tumbuh pada burung kenari, itulah yang sering disebut pox (cacar burung). Karena tumbuh di kenari, maka disebut canary pox. Kalau dia tumbuh pada burung merpati, disebut pigeon pox. Gejala lain yang muncul bisa berupa kutil di sudut mulut dan kaki, tetapi paling fatal akibatnya adalah jika tumbuh di saluran pernafasan (dipteri).

Penyakit ini disebabkan oleh virus cacar (avian poxvirus).

Untuk mengatasi hal ini, bisa dilakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Karena canary pox disebabkan oleh virus dan dapat ditularkan oleh nyamuk, maka kurungan perlu diselimuti dan diisolasi.

2. Untuk mengantisipasi infeksi sekunder, olesi benjolan-benjolan tersebut dengan BirdCream sehari sekali selama sepakan.

 

Tumor

Ada juga benjolan, bahkan bisa berada di dalam mulut, yang bukan disebabkan oleh cacar, tetapi oleh adanya papilomatosis atau tumor tidak ganas pada kulit. Pada kasus lain, bisa jadi itu disebabkan oleh adanya infeksi sejenis jamur yang disebut Candida albicans.

Potongan hasil operasi papilomatosis. Foto dari www.myoops.org.

Dalam kasus-kasus tersebut, perlu dilakukan:

1. Bagian yang mati atau membusuk dipotong (hati-hati apabila ada pendarahan), kemudian ditotol-totol dengan BirdCream. Lakukan pengolesan setiap hari sampai sembuh.

2. Berikan obat BirdBlown dengan cara pemakaian seperti disebutkan dalam brosurnya.

3. Burung sebaiknya dipisahkan untuk keperluan perawatan dan pemberian pakan bergizi baik, dengan kandungan vitamin dan mineral yang tinggi. Jika burung kesulitan makan, maka pakan bisa kita lolohkan.

Candida Albicans

Seperti disebutkan di atas, infeksi pada mulut atau juga saluran pencernaan lain hingga sampai dubur, bisa disebabkan oleh adanya infeksi Candida Albicans. Candida albicans adalah jamur yang biasa tumbuh pada lingkungan yang memungkinkan dan pada burung bisa mempengaruhi saluran pencernaan.

Saluran pencernaan, daerah rawan serangan candida albicans.

Seperti disebutkan dalam pethealthna.lifelearn.com, hal itu merupakan penyebab umum dari apa yang disebut “sour crop” atau “crop infection” (ingluvitis), terutama pada burung muda. Penyebaran bisa melalui burung dewasa, air, lingkungan yang terkontaminasi dan tangan manusia yang memberikan pakan. Bahkan pemelihara burung, bisa sudah terinfeksi jamur ini, yang dikenal sebagai infeksi ragi atau jamur.

Candida dapat menjadi penyebab primer atau sekunder dari terjadinya infeksi. Candida dalam jumlah kecil, biasanya dianggap sebagai penghuni umum/normal pada saluran pencernaan burung. Gangguan atau ketidakseimbangan populasi bakteri di saluran pencernaan bisa menyebabkan pertumbuhan cepat dari Candida.

Menangani infeksi candida dapat digunakan obat antijamur. Atau lakukan pengobatan dengan mycostatin. Namun demikian akan labih baik jika hal itu dilakukan pula dengan melakukan sanitasi memakai FreshAves, menjaga kebersihan kebersihan makanan dan lingkungan burung Anda.

KASUS PENYAKIT YANG SERING MENYERANG BURUNG DAN CARA PENANGANANNYA

BURUNG MAKAN BULU SENDIRI

Ada beberapa kemungkinan burung matukin bulu sendiri.

Perilaku mematuki bulu sendiri ada yang normal dan tidak normal.
1. Perilaku yang normal biasanya dilakukan sehabis mandi atau ketika burung ingin mandi dalam rangka berhias diri dan merapikan bulu-bulunya. Bulu yang tidak sehat atau patah-patah biasanya secara naluriah akan dibuang burung dengan cara mencabutnya.

2. Perilaku yang tidak normal. Hal ini akan menyebabkan burung botak-botak karena berlebihan. Hal ini disebabkan banyak kemungkinan.

a. Anda menempatkan burung barangkali di tempat yang terlalu kering udaranya. Cobalah dua hari sekali terutama pada waktu udara panas, burung disirami air bersih dengan menggunakan hand sprayer. Semprotkanlah pada burung dan sekitar kurungannya, tetapi jangan sampai burung ketakutan. Jadi penyemprotan dilakukan pelan-pelan dengan semprotan halus seakan-akan air hujan sepoi-sepoi basah.

b. Mungkin burung tersebut kekurangan suatu macam vitamin dan mineral, juga mineral oil. Pemberian vitamin dapat dilakukan dengan memasukkan ke dalam pakan atau air minum burung tergantung bentuk vitamin dan mineral yang diberikan.

c. Mungkin karena adanya ektoparasit, yaitu kutu mite dan flea. Untuk mengatasinya coba semprot dengan hati-hati menggunakan insketisida yang bahan aktifnya pyrethrine.

d. Barangkali kandang kurang ventilasi dan sinar matahari. Upayakan untuk memperbaiki ventilasi dan pemasukan sinar ultarviolet.

Nah itu adalah jawaban seorang dokter hewan. Kalau saran saya, untuk vitamin dan mineralnya ya tentu saya sarankan BirdVit, atau BirdVina (produk baru Om Kicau yang belum dilaunching secara luas tetapi sudah terbukti dan teruji di lapangan).

BirdVina merupakan cairan yang berisis semua vitamin yang dibutuhkan burung sekaligus trace mineral.
Mengapa saya menyarankan produk itu?

1. Karena saya tahu persis kandungannya dan tidak menyebut produk lain karena saya tidak tahu kandungan persisnya.

2. Om Dwi, penangkar lovebird Jogja sukses memulihkan bulu2 LBnya yang makan bulu sendiri dengan terapi vitamin dan mineral sejenis.
Untuk obat semprot kutu dan ekstoparasit lainnya saya menyarankan menggunakan Fresh Aves. Mengapa? Karena kandungan zat aktif FreshAves adalah permethrine, yakni salah satu keluarga dari senyawa kimia pyrethrine (permethrine, it belongs to the family of synthetic chemicals called pyrethroids… wikipedia).

DAN SAYA BERANI MENJAMIN bahwa FreshAves tidak dicampur dengan removal agar obat mudah merasuk ke bulu burung, sebab removal terbukti melunturkan lapisan lilin/tanduk burung sehingga membuat bulu rusak.

Catatan:

Lakukan keseluruhan cara mengatasi persoalan bulu pada LB Anda (soal penempatan kandang, semprot, pemberian vitamin-mineral dan pembasmian kutu dll) secara simultan. Dengan demikian bisa diharapkan hasil yang maksimal.

CARA PENCEGAHAN SUPAYA BURUNG TIDAK SAKIT

PENCEGAHAN AGAR BURUNG TIDAK SAKIT

 

“Lebih baik mencegah daripada mengobati” adalah ungkapan yang juga berlaku di dalam dunia kesehatan burung. tJngkapan itu menjadi penting karena pengobatan pada burung lebih sulit daripada mamalia. Hal ini berkaitan dengan masih jarangnya penelitian mengenai kesehatan burung, terutama untuk burung liar, sehingga belum dapat ditentukan jenis obat yang cocok dan dosis yang tepat bagi setiap jenis burung. Oleh karena itu, ketentuan untuk pengobatan burung masih menggunakan ukuran standar yang berlaku pada ayam, yang proporsinya cukup berbeda dengan burung-burung peliharaan yang umumnya berasal dari alam liar. Secara umum, beberapa hal berikut perlu diperhatikan dalam perawatan dan kesehatan burung.

1. Burung harus dijauhkan dari kondisi-kondisi penyebab stres, misalnya populasi yang terlalu padat di dalam sangkar atau kemungkinan ada burung yang terlalu dominan.

2. Sangkar dijaga supaya tikus dan burung gereja tidak sampai masuk ke dalamnya. Oleh karena itu, ukuran kawat sangkar harus cukup rapat, spasi tidak lebih dari 2 cm.

3. Burung harus dihindarkan dari kondisi alam atau cuaca yang terlalu ekstrem, seperti kepanasan atau kedinginan.

4. Suplemen vitamin dan mineral harus diberikan secara teratur pada pakannya.

5. Kebersihan sangkar serta tempat pakan dan minum harus selalu terjaga.

6. Pakan yang diberikan harus dalam kondisi baik.

7. Kondisi burung diperiksa sekurang-kurangnya dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.