Merawat Anis Merah 6

Anomhidayat:
Salam kenal Mas Duto.
Mohon pencerahannya nih, AM ku sudah 3th ngemplong,volume tembus tebal variasi bagus tapi nggak teler2.
saya coba dekatin AM yang teler juga tidak berhasil tapi tetap aja ngempong terus,mandi jemur teratur.
saya kerodong 1 bulan tetap ngemplong,dibuka kerodongnya 1bulan tetap aja ngemplong.
pusing nih gimana atasinnya mas Duto dan para pakar AM.
makasih, tolooooooooooong donk ah.

Christ Murdock:
Sebelumnya Met Kenal Om Duto……!!
Saya coba baca pertanyaan rekan kita ( seperti diatas ),,, dan saya merasa tertarik dengan pertanyaan tersebut. Banyak rekan2 di KM yang bila Kopdar membicarakan hal ini juga yang terjadi pada burung kesayangannya,,,, mohon kiranya Om Duto dapat memberikan masukannya,,, karena Jawaban Om Duto banyak manfaatnya juga bagi kami yang suka memelihara AM.

Thanks Ya Om

 

Duto:
Ok saya coba jawab:
1. Sudah pernah dibawa ke Latber? Pernah dicas bareng2 AM banyak; atau minimal pernahkah ketemu dengan AM lain dalam jumlah banyak?
Kadang ada AM yang sama sekali tidak pernah teler sampai bertahun-tahun tetapi tiba-tiba langsung “leeerrr” teler begitu ditandingkan dengan banyak AM.
2. Yakinkah bahwa AM Anda hanya ngeplong2 saja? Sebab, ada kok gaya AM yang teler dengan tetap menegakkan kepala, dan hanya sedikit menggoyang2kan kepala atau juga hanya buka-buka ekor. Untuk membedakan apakah AM itu teler atau tidak, coba saja dengarkan lagunya. Kalau awalnya hanya ngeplong2 dengan jarak antar ngeplongan relatif lama, tetapi menjadi relatif cepat dengan lagu yang lebih variatif, bisa jadi itu AM dalam kondisi teler.
3. Ada AM yang memang “tidak bisa teler” kalau pengertian teler adalah bunyi dengan speed rapat sambil mendengklukkan kepala, goyang, buka ekor dan sebagainya. Ini memang AM yang “langka”. Kalau AM Anda memang demikian, sayang sekali bahwa hal itu bukan terjadi pada pertengahan dekade 90. Sebab pada masa itu, AM seperti inilah yang diburu para penghobi AM dengan harga yang selangit. Mengapa diburu? Sebab pada masa awal-awal kepopuleran AM di pertengahan dekade 90, AM yang gacor tetapi tidak teler-lah yang dianggap sebagai AM bagus. Sedangkan kalau ada AM belum-belum sudah teler, maka akan segera terdengar “huuuu” mencemooh.

Untuk itulah barangkali perlu lagi kita “kompori” adanya lomba AM non-teler, pasti banyak dan ramai peminatnya.

Terlepas dari itu semua, coba saja amati secara jeli poin 1-3 yang saya sampoaikan pada AM Anda. Dengan demikian, ada bahan lanjutan untuk diskusi ini.

Salam,

Anis merah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *