Pengaruh lingkungan peliharaan pada burung

Adakah dan seberapa besar pengaruh kondisi lingkungan peliharaan terhadap burung? Adalah sebuah hal yang masih bisa diperdebatkan, seberapa besar perubahan sifat yang terjadi pada burung yang dipelihara di lingkungan manusia (dosmitikisasi).
Saya kebetulan pernah membaca Birds Their Habits and Skills karya Gisela Kaplan dan Lesley J Rogers. Di sana disebutkan bahwa penjinakan burung zebra-finch Australia telah mengubah beberapa karakteristik nyanian burung tersebut dibandingkan dengan zebra-finch yang masih liar di alam. Disebutkan pula, tidaklah mengherankan bahwa seleksi dari generasi ke generasi yang dilakukan manusia terhadap burung spesies tertentu yang mereka pelihara telah mengubah beberapa karakteristik burung, termasuk warna bulu, beberapa fungsi fisiologis dan perilaku di samping nyanyiannya.
Beberapa karakteristik tertentu secara aktif dipilih oleh manusia, seperti berbagai warna dan pola bulu pada burung. Namun perubahan lain juga terjadi karena seleksi yang tidak disengaja oleh manusia, suatu karakteristik lain yang mungkin muncul bersamaan dengan karakteristik yang diinginkan oleh manusia yang memeliharanya.
Gisela Kaplan dan Lesley J Rogers menyebutkan, pemilihan warna bulu tertentu dapat diduga berkaitan dengan perubahan temperamen burung. Burung peliharaan dapat juga menampilkan sifat yang berbeda dari ciri spesifik burung liar karena mereka dibesarkan “dalam tahanan” yang kondisinya berbeda dengan kondisi burung liar, sebagaimana yang terjadi pada kasus zebra-finch.
Namun, hal itu ini tidak berarti bahwa keturunan burung piaraan tidak dapat menampilkan semua pola perilaku khas rekan-rekan mereka di alam liar. Kadang-kadang perilaku burung peliharaan jauh berbeda dari perilaku burung liar tetapi hal ini bisa jadi merupakan efek dari keterkungkungan mereka di sangkar “tahanan”. Jika burung piaraan dimasukkan ke dalam lingkungan dengan pengaturan yang lebih alami, mereka ternyata bisa menunjukkan semua pola perilaku tipikal spesies mereka.
Dalam hal ini Gisela Kaplan dan Lesley J Rogers mencontohkan itik Pekin. Itik Pekin yang diperlihara dalam lingkungan alami menampilkan semua ciri khas perilaku liar spesiesnya (mallards).

Baca juga  Gila, Revisi UU No. 5/1990 ternyata juga memberi sanksi berat jika burung impor Anda lepas
Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Efek domistikisasi
Di luar masalah karakteristik, saat ini pemanfaatan burung secara eksploitatif untuk keuntungan manusia telah menghasilkan nilai multi-juta dolar dan terus mendorong perilaku “kejam” manusia atas kehidupan burung. Saat ini diakui terjadi peningkatan besar dalam “kekejaman domestik” yakni membesarkan burung/unggas demi semata-mata keuntungan materi.
Ketika menyorot masalah pemeliharaan ayam, Gisela Kaplan dan Lesley J Rogers, menyebutkan bahwa ayam sering dipaksa menderita kelaparan dalam jangka waktu yang panjang sebagai upaya manusia agar si ayam memasuki masa mabung. Setelah mengalami masa kelaparan panjang, kemudian mereka “dipaksa” untuk makan dalam jumlah banyak (dengan pemberian banyak makanan tambahan/extra fooding). Akibatnya, banyak ayam yang menderita dan mati karena tercekik.
Bahkan disebutkan, ada praktek mengerikan di beberapa rumah pemotongan hewan yang memotong leher ayam secara manual dan memasukkan ayam ke dalam palung pengolahan sementara si ayam masih hidup.
Keprihatinan atas perlakuan terhadap berbagai jenis hewan kini telah meluas dan hal ini kini ditangani oleh para pendidik, pembuat kebijakan, dokter hewan, filsuf dan banyak kalangan lainnya.
Pada saat yang sama, saat ini banyak berkembang organisasi burung/unggas di seluruh dunia yang didirikan untuk memperbaiki kehidupan burung. Dukungan atas kesejahteraan burung, terutama yang telah dijinakkan dan digunakan sebagai bahan pangan, telah banyak didirikan.
Sebagai pengimbang “kekejaman” kita atas burung, kiranya perlu para penghobi burung mulai berpikir serius tentang konservasi, peliaran burung, perbaikan ekosistem burung dan penyetopan penangkapan burung-burung liar di hutan. (Om Kicau)

Burung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *