Bagaimana mengajari burung agar berbicara

Terus terang saya belum pernah punya pengalaman mengajari burung berbicara. Dari berbagai referensi yang pernah saya dengar dan lihat, hal yang utama diperlukan dalam membuat burung pandai bicara adalah kasih sayang dan konsistensi. Berikut ini saya turunkan artikel mengajari burung berbicara yang saya ambilkan dari indorating.com.

Untuk melatih burung beo yang bisa dan untuk mengerti bahasa kita sebenarnya tak susah Ada beberapa langkah untuk kita pelajarkan:

Kasih sayang

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Hampir semua binatang peliharaan memerlukan perhatian dan kasih sayang dari majikannya. Perhatian dan kasih sayang ini akan dibalas olehnya misalnya ditunjukkan pada saat si majikan akan pergi dari atau pulang ke rumah. Sebaliknya apabila si majikan tidak memperhatikan atau menunjukkan kasih sayangnya maka merekapun tidak akan peduli terhadap apa yang diinginkan oleh majikannya. Dengan demikian diperlukan kesungguhan tanpa syarat untuk menerima mereka apapun hasilnya apakah nantinya mereka akan bicara atau tidak. Burung kakatua disamping pintar juga terkenal sangat sensitif. Konon mereka dapat mempengaruhi Anda apabila mereka telah mengenal Anda.

Baca juga  Produk baru “TRITMEN GAWAT DARURAT BURUNG”

Kesabaran

Seperti halnya melatih anak kecil untuk belajar berbicara, maka diperlukan kesabaran. Latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan janganlah membuat target waktu yang pada akhirnya hanya akan menjadi beban berupa kekecewaan apabila harapan ternyata tidak terwujud. Perasaan kecewa juga dapat menimpa si burung kecil yang punya perasaan sensitif. Siapa tahu ketidaktaatan pada perintah adalah sebagai reaksi karena kecewa pada sikap Anda. Hendaknya selalu diingat bahwa bagaimanapun seekor burung tidak mungkin dapat disamakan dengan anak kecil yang dalam suatu periode waktu tertentu sudah dapat berbicara.

Konsisten

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Methode pelatihan harus dilakukan secara konsisten dan disertai dengan ketulusan. Setiap perkataan atau phrase yang diajarkan harus ditunjang oleh arti atau tanda yang membedakannya dari perkataan yang lain. Sebagai contoh, pada waktu matahari terbit secara rutin dan berulang-ulang ucapkanlah “Selamat pagi” dan pada waktu matahari terbenam ucapkanlah “Selamat malam”. Dari perbedaan waktu pagi dan malam si burung akan menyadari perbedaan arti dari ke dua perkataan tersebut.

Baca juga  Lovebird KTM 909 dan kenari Casper double winner di RE Muci edisi Sabtu –peserta dan tim baru terus bertambah

Janganlah dicampur adukkan yang akan membuat dia menjadi bingung.

Contoh-contoh yang lain adalah:
• Katakan “Mandi dulu!” pada saat dia akan dimandikan dan jangan mengatakan kata itu apabila tidak akan dimandikan.
• Katakan “Ada tamu” pada saat menerima tamu, atau katakan “Sepi sekali” apabila tidak ada orang.
• Katakan “Mau brokoli?” saat dia dikasi makan brokoli. Apabila dia tidak mau makan dan makanan tersebut dikeluarkan lagi katakan “Tidak mau?”, atau apabila terus disimpan didekatnya katakan “Buat nanti ya!”
• Katakan “Selamat tinggal” pada waktu mau pergi lama misalnya pergi bekerja dan apabila akan segera kembali katakan “Sebentar nanti kembali”.

Sebelum mahir benar janganlah diajak dulu bercanda, misalnya menawarkan makanan tapi tidak jadi diberikan. Sebaiknya dihindarkan hal-hal yang menjurus atau akan menyebabkan dia mengeluarkan kata-kata jorok seperti menempatkannya di dekat kamar mandi.

jika burung mendadak macet bunyi

Banyak pertanyaan yang disampaikan teman-teman adalah soal burung macet bunyi. Contohnya adalah pertanyaan Om Budi Setiadi di postingan saya Agar terus suka ngicau, stop pakan sebelum kenyang. Om ini bertanya mengapa anis merahnya yag sudah ngeplong menjadi macet.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Nah untuk menemukan solusinya, tentunya kita harus meneliti apa kira2 penyebabnya. Ketika menjawa Om Budi saya mengatakan agar diperiksa “daftar penyebab” tersebut, misalnya:
1. Apakah burung mulai ngurak/mau mabung dengan tanda ada bulu halus mulai jatuh (dimulai 1-2 helai per hari, lama2 menjadi banyak).
2. Apakah ada perubahan meski sedikit pada menu makanan/ pola pemberian pakan.
3. Adakah barang (burung) baru sehingga membuat AM (atau burung lain) tidak nyaman.
4. Apakah ada kemungkinan burung stres karena penyebab yang belum kita ketahui?
Untuk persoalan pakan, memang ada baiknya dicermati lagi tulisan saya “Agar terus suka ngicau, stop pakan sebelum kenyang” itu.
Dalam persoalan Om Budi saya menyarankan jika ada burung baru, jangan didekatkan dulu ke AM-nya.
Jika stres karena penyebab yang belum diketahui, coba diingat2 lagi, apa gerangan yang berubah di rumah kita/lingkungan burung.
Menilik Om Budi bilang “AM saya sudah mulai ngeplong2 tapi…” berarti itu burung itu masih muda. Kalau iya, tidak apa2, karena itu kondisi normal pada AM muda yang belum stabil.
Saya sarankan pula untuk merawat seperti sedia kala, penuhi kebutuhan pakan, mandi dan sinar mataharinya. Harapannya burung normal kembali.
Apakah Anda punya problem sama?

Burung anda kemaster oleh suara “setan”

Persoalan klasik lain dalam perawatan burung adalah burung yang secara tidak sengaja telanjur menirukan suara-suara yang tidak kita kehendaki, atau sebut saja s”uara setan”. Misalnya adalah pertanyaan Om Hari di postingan “Rawatan lanjutan Anis Kembang dan Murai Batu“. Tanya jawab tersebut seperti ini:

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

“Saya punya Cucak cowo, karena pernah digabung dengan murai batu, sekarang klo berkicau sering suara MB. Bagaimana caranya mengembalikan ke suara asli CR?”

Jawab saya adalah:

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Satu2nya jalan ya dipisahkan dari suara burung lain, dan kemudian dimaster ulang. Cara pemasterannya ya biasa saja. Perdengarkan suara CR yang diputar dengan CD player atau kaset dengan tape recorder. Tidak perlu seharian diputar, cukup pagi dan sore saja.
Untuk CR yang punya karakter suara ropel, bisa dimaster dengan suatra ropel, yang engkel/ hanya nglagu, ya pakai masteran engkel. Banyak dijual di pasaran kok.

Baca juga  Serunya berburu adenium di Negeri Berjuta Candi

Nah dalam hal burung lain selain CR, caranya hampir sama. Untuk pemasteran yang lebih efektif, bisa dilakukan ketika burung bersangkutan molting/moulting (mabung).

Cara Membuat isian burung atau masteran dengan murah

Saya akan menulis sedikit pengalaman saya mengundang burung masteran ke sekitar rumah kita.
Burung masteran yang saya maksud adalah burung gereja. Nah pasti Anda sudah bisa menebak ke mana arahnya, ya… jangan pelit2 untuk menebar sejumput beras, atau bisa juga milet, ke atas genting atau di halaman rumah kita, setiap hari. Untuk lebih “mengundang” sekali-sekali juga boleh ditebar sejumput UH.
Karena di daerah saya tidak ada yang memelihara merpati secara diliarkan, maka penyerbu beras atau milet adalah burung gereja. Kadang-kadang ada juga emprit/pipit yang datang, tetapi biasanya pipit akan pergi begitu gerombolan burung gereja datang.
Untuk mereka yang suka dengan isian prenjak (yang bagus justru suara betinanya kalau untuk isian MB misalnya), dan ada pepohonan di sekitar rumah , maka sediakan wadah yang bisa ditalikan/dipakukan di pepohonan (pada ketinggian 2-4 meter) dan diisi sejumput kroto atau UH tiap pagi. Kalau Anda beruntung (atau malah sial ya?), burung kecil lain seperti kacamata atau pleci juga akan datang.
Untuk melengkapi thread “Menciptakan isian burung/masteran secara murah” ini, ada juga cara “alami” menambah suara masteran di sekitar rumah kita, yakni biasakan dalam jangka waktu 3-4 hari sekali untuk melepas barang 2-3 ekor jangkrik jantan di halaman/ kebun kita. Mereka akan berkeliaran dan ketika datang masa birahi, mereka akan “bernyanyi bersahut-sahutan”.