Cara mencegah dan mengobati burung salto

Burung yang suka berjumpalitan, salto, sering menjadi problem tersendiri. Burung yang suka salto ini kebayakan adalah cendet atau pentet, kacer dan ciblek. Meski demikian ada juga burung murai batu, cucak ijo dan burung-burung jenis lainnya yang punya kebiasaan salto.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.
Berdasar pengalaman selama ini dan juga referensi yang ada, burung mempunyai kebiasaan salto adalah, pertama, karena stres; dan kedua karena adanya gangguan keseimbangan (vestibular system).

Salto karena stres

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…
Awal pertama burung salto adalah ketika dia stres karena dikurung dalam sangkar. Ketika dia berusaha untuk mencari celah untuk keluar, burung sadar untuk terbang ke arah samping tidak memungkinkan. Oleh karena itu dia mencoba terbang ke arah atas. Kebiasaan mendongak-dongak dan dilanjutkan dengan mencoba menerbos terbang ke atas tetapi tertahan atap sangkar ini, menyebabkan dia harus memutar badan (salto) untuk mendapatkan lagi keseimbangan tubuh saat hinggap lagi di tangkringan.

Semakin banyak mendapat stres, semakin banyak pula dia melakukan salto. Kebiasaan ini berlanjut meskipun dia sudah dalam kondisi jinak dan mapan. Biasanya, kesukaan untuk salto ini muncul ketika dia mendapat tekanan (stres), baik itu ketika diadu atau ketakutan pada sesuatu hal di lingkungan di mana dia berada.

Burung-burung yang suka salto dikarenan stres adalah burung-burung hasil tangkapan hutan. Burung-burung tangkapan hutan pada awalnya selalu berontak ketika mulai dikurung. Dia akan mencoba menerobos celah mana saja yang memungkinkan dia untuk lepas, termasuk ke arah atas. Dan karena hal seperti yang saya sebutkan di bagian atas, dia punya kebiasaan salto yang terbawa sampai ketika dia sudah mapan dan jinak.

Sementara itu burung hasil penangkaran jarang sekali memiliki kebiasaan salto. Kalau ada burung hasil penangkaran yang suka salto, maka penyebabnya bisa diduga adalah karena adanya gangguan keseimbangan. Hal ini akan saya bicarakan di bagian bawah.

Baca juga  Inspirasi pemasteran burung ala ilmuwan

Pencegahan dan pengobatan salto karena stres

Pencegahan agar burung tidak salto yang disebabkan stres adalah dengan menutup bagian atas sangkar ketika kita mendapatkan burung baru, terutama ketika kita mulai melatih menjinakkannya. Untuk masalah penjinakan, silakan baca artikel “Cara menjinakkan burung.”

Sedangkan untuk menghilangkan kebiasaan burung salto yang awalnya disebabkan stres, hampir bisa dikatakan tidak mungkin. Namun demikian bisa dicoba dengan cara selalu menutup bagian atas dengan kain atau bahan apa saja yang penting sangkar bagian atas tertutup.

Bisa juga dilakukan penambahan tangkringan yang cenderung mempet ke atap sangkar sehingga tidak ada ruang yang memungkinkan burung untuk salto. Jika memang sudah keterlaluan, bisa dicoba dengan cara mengumbarnya di sangkar besar sampai dia memasuki masa mabung. Ketika memasuki masa mabung, burung mulai dipindah ke sangkar kecil dan lakukan terapi mabung total.

Namun demikian tidak ada jaminan hal itu akan menghentikan kebiasaan salto pada burung. Tetapi tidak ada salahnya Anda coba berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan.

Salto karena gangguan keseimbangan

Burung yang mempunyai kebiasaan salto karena gangguan keseimbangan disebabkan ada infeksi di pusat keseimbangan yang ada di bagian dalam telinga. Untuk masalah ini, Anda bisa membaca artikel “Kepala burung memutar, leher terpelintir, kaki sempoyongan, mengapa?”.

Pada kondisi akut, serangan pada gangguan keseimbangan ini bukan hanya menyebabkan burung salto, kadang kepala burung memutar-mutar. Dalam kondisi ini, biasanya setelah salto bukan kembali ke tangkringan tetapi ke dasar sangkar. Pada gejala awal, burung memang hanya suka salto karena dia mencoba mencari keseimbangan badan ketika terasa akan jatuh setelah mendongak-dongakkan kepala.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis…
Burung yang punya kebiasaan salto karena gangguan keseimbangan ini bisa jadi hanya menampakkan gejala itu sesekali, atau hanya berlangsung beberapa hari. Setelah itu dia akan normal lagi tetapi bisa kambuh lagi setiap saat.

Baca juga  Murai batu Gordon nyeri di New Bravo Jakarta

Sebagaimana saya tulis di artikel itu, terjadinya gangguan di pusat keseimbangan ini bisa disebabkan oleh beberapa kemungkinan.

1. Terdapat luka di bagian dalam telinga sehingga sistem keseimbangan dalam tubuh (vestibular system) terganggu. Jika hal itu bisa dipastikan sebagai penyebabnya, maka penyembuhan luka dengan antibiotik adalah solusinya.

Antibiotik apa yang dipakai? Untuk hak ini Anda bisa menggunakan antibiotik khusus untuk bagian THT, yakni BirdTwitter. Lakukan terapi selama 5 hari yang diulang selama 3 periode waktu.

Artinya, jika penyebabnya memang karena adanya luka atau gangguan pada bagian dalam telinga, maka setelah gangguan hilang atau luka sembuh, maka kebiasaan salto akan hilang.

2. Infeksi jamur bisa menjadi penyebab timbulnya gangguan pada keseimbangan burung. Jika hal ini yang terjadi bisa diobati dengan obat untuk manusia yang dalam referensi mengenai hal ini di ladygouldianfinch.com disebut suspensi nastitin. Namun karena untuk obat ini perlu resep dokter, maka penggunaannya pun harus seusai petunjuk dokter.

3. Artikel di sebuah majalah hewan peliharaan yang ditulis Louise Bauck BSc DVM MVSc, dokter hewan dari Avicultural Hagen Research Institute, Montreal, menyebutkan bahwa virus paramyxovirus tipe 111 merupakan virus penyebab gangguan keseimbangan pada berbagai burung jenis finch.

Diakui, sulit mendiagnosa penyakit ini bahkan pada burung yang sudah mati. Namun hal itu dikaitkan dengan adanya peradangan pada pankreas ketika dilakukan pembedahan tubuh burung yang sudah mati. Jika virus tersebut adalah penyebabnya, maka tidak ada pengobatan yang bisa dilakukan.

4. Faktor genetik juga diketahui menjadi biang keladi penyakit “burung berputar-putar” yang dalam gejala awal hanya menyebabkan burung punya kebiasaan salto. Hal ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan Joanne pada burung-burung gouldian. Jika burung Anda sering salto karena faktor keturunan, dia hanya menyarankan hendaknya kita tidak menggunakan wadah besar untuk minuman burung karena jika tidak terkontrol burung bisa mati tenggelam ketika salto atau berputar-putar dan kepalanya masuk ke dalam air.

Baca juga  Latpres Halal Bihalal BKC di Serang, 31 Juli 2016

5. Kekurangan nutrisi (vitamin dan mineral) tidak disebutkan sebagai penyebab penyakit ini. Namun demikian, masalah kecukupan nutrisi tidak bisa diabaikan karena banyak sekali gejala penyakit pada burung yang penyebab awalnya adalah kekurangan nutrisi.

Burung yang suka menarik ke belakang kepalanya, sampai mendongak hampir jatuh dan mendorong dia salto untuk mendapatkan keseimbangan, bisa disebabkan oleh karena kekurangan mineral magnesium (Mg). Untuk hal ini, Anda bisa melakukan terapi dengan BirdMineral.

Berdasarkan poin-poin di atas, saya sarankan bahwa mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Pastikan burung Anda terbebas dari jamur, terbebas dari kemungkinan infeksi dan perkuat daya tahan tubuh dengan asupan nutrisi yang tepat dan seimbang.

antara ideal dan fakta kontes burung berkicau

Seorang teman dari Surabaya, Om AI, dalam berbagai kesempatan menyampaikan semacam nguda rasa betapa “riuh rendahnya” dunia lomba burung berkicau saat ini. Terakhir, Om AI telepun saya tentang salah satu topik yang disajikan sebuah tabloid burung tentang “EO harus bersih dari titipan juri atau sumbangan”.  Ya, memang demikian adanya dunia lomba saat ini.

 

Tidak peduli EO manapun yang menyelenggarakan, meski dia “mengklaim bersih” dari segala kecurangan, fakta di lapangan masih saja banyak protes dari peserta tentang keadilan penyelenggaraan lomba.

Berikut ini adalah hal ideal dan fakta yang dirasakan peserta pada umumnya di dunia lomba burung berkicau saat ini:

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

1.  Tiket dijual secara acak tidak peduli siapapun pembelinya akan diberi kesempatan sama mendapat gantangan tengah (dengan asumsi burung lebih banyak terpantau juri). Umumnya peserta sering menuduh, tiket untuk gantangan tengah sudah tidak tersisa meski “pembeli luar” datang paling awal dalam pembelian atau pengundian tiket.

Baca juga  Aneka pakan olahan berbahan nasi untuk burung peliharaan

2. Semua burung dipantau secara adil. Hal yang dilihat peserta, seringkali juri bergerombol untuk memantau kerja burung tertentu saja.

Akibatnya, kita sudah tahu, banyak tuduhan panitia dan juri tidak adil, dimulai dari masalah penjualan tiket dan penilaian juri.

Nah memang betul bahwa banyak tuduhan itu yang sama sekali tidak benar. Masalahnya adalah:

1. Apakah benar bahwa tidak ada perlakuan yang berbeda antara mereka  yang membeli tiket banyak dengan yang membeli sedikit?

2. Apakah benar tidak ada perlakuan yang berbeda antara yang menjadi sponsor dan namanya nongkrong di brosur dengan yang tidak?

Baca juga  Kepengurusan demisioner, Jayakarta Team absen di Piala Raja 2014

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Faktanya, pemborong tiket atau sponsor, bahkan tidak hanya mendapat perlakuan istimewa tetapi bahkan bisa titip orang tertentu untuk dimasukkan menjadi juri. Apakah kalau demikian juri tersebut bisa bertindak fair? Kalau ada Event Organizer seperti itu, apakah bisa dikatakan sudah bertindak fair-play?

Okelah, untuk diskusi masalah ini ada baiknya juga kita melihat artikel ini: Revolusi Lomba Burung Indonesia.

Namun untuk Anda para penghobi burung, agar tidak terlalu stres dan tidak terlalu menaruh rasa curiga, ada baiknya Anda membaca Bagaimana nilai transfer burung bisa sampai jutaan rupiah?

Mabung dan mandi sauna

Para penghobi burung, termasuk Anda tentunya, sering mengeluhkan masa mabung (molting) burung karena penuh kerepotan. Namun perlu ditegaskan lagi bahwa masa mabung burung memang sangat-sangat menuntut perhatian Anda.

 

Ketika Anda menghadapi masalah mabung, biasanya yang Anda cari adalah “obat perontok bulu”. Nah adakah obat seperti itu? Ada di pasaran. Bunyi iklannya antara lain “dijamin sukses merontokkan bulu seketika”.

Tetapi kalau saya diminta memilih, maka lebih baik saya tidak menggunakan “obat perontok”. Mengapa? Karena ketika burung mabung yang saya perlukan adalah “penumbuh bulu”. Kalau sekadar perontok bulu, maka yang saya perlukan hanyalah memegang burung, lantas brul… brul… brul… saya cabuti saja pasti cepat bersih… Nah?

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Perlu diketahui bahwa yang diperlukan burung untuk mabung sebenarnya adalah “daya dorong” dari dalam dan bukan “daya cabut” dari luar tubuh. Karena pemahaman yang keliru seperti itu, kita akan segera bergegas mencari “obat perontok” dan mengabaikan perlunya “obat penumbuh” dalam menyelesaikan masalah mabung.

Akibatnya apa? Anda kurang bahkan tidak memperhatikan apa kandungan yang ditawarkan oleh obat “perontok bulu”. Isinya mengandung removal pun tetap Anda beli. Ya jangankan bulu burung, bahkan cat mobil pun akan segera mengelupas ketika disemprot removal. Memang, kandungan removal dalam “obat perontok bulu” kadarnya sedikit.

Kadar removal “yang sedikit” ini menimbulkan dilema. Jika kadarnya kurang, maka yang tercerabut hanyalah bulu-bulu kecil sementara bulu besar tetap membandel. Membandel karena removal tidak bisa masuk ke jaringan kulit-dalam di mana bulu besar menancap. Alih-alih bulu tercerabut, kulit burung yang mengelilingi pangkal bulu menjadi mati dan berkeriput yang selanjutnya “mengikat” pangkal bulu sehingga tidak bisa lepas-lepas sampai bulu luar “nyerit-nyerit” amburadul tidak karuan.

Bagaimana kalau disemprot berulang kali agar removal yang menempel ke bulu burung lebih banyak? Boleh saja, tetapi saya jamin lapisan kulit ari bakal “terbakar” dan mengeras serta menutup pori-pori kulit sehingga burung bakal kesulitan menumbuhkan bulu baru.

Lagi pula, sebanyak apapun Anda menyemprotkan perontok bulu pasti tidak bisa menembus semua lapisan kulit yang mengikat akar bulu. Hal ini akan menyebabkan ada bulu yang sulit sekali rontok karena memang sudah “terikat” oleh cengkeraman kulit ari yang mati dan mengeras.

Baca juga  Beberapa “hot tips” perawatan kenari jawara ala Om Wenas Solo

Obat perontok “dari dalam”

Selain ada perontok bulu yang disemprotkan ada juga yang diminumkan alias berproses dari dalam tubuh. Kalau dalam tawaran iklannya adalah menjamin bulu burung segera rontok, maka biasanya kandungannya adalah protein kadar tinggi atau zat lain yang sifatnya membuat proses metabolisme di dalam tubuh burung berjalan “jungkir balik”, dan bisa juga zat yang bersifat hormonal.

Dalam kondisi tertentu, tanpa obat semacam itu pun bulu mudah sekali rontok. Katakanlah hanya dengan mengubah menu pakan secara ekstrim, bulu burung rontok bahkan termasuk bulu muda yang belum lama tumbuh. Inilah yang biasanya menyebabkan kita keheranan karena burung belum genap mabung, bulu mudanya sudah rontok lagi padahal bulu tua yang belum rontok tidak rontok-rontok juga.

Produksi hormon tertentu yang terpacu keras (untuk konteks awam, kita sebut saja semacam adrenalin), juga menyebabkan bulu burung mudah rontok apalagi bulu muda. Dalam hal inilah mengapa saya selalu menekankan agar burung yang baru selesai masa mabung harus menjalani masa rekondisi bulu sebelum ditarungkan. Jika bulu baru belum benar-benar kuat menancap, dia akan mudah lepas begitu burung terforsir tenaganya atau terpompa secara kencang produksi hormon “adrenalin”-nya.

Dalam konteks itulah ada dasar teorinya juga jika banyak penghobi burung yang menarungkan burung-burung yang seharusnya sudah memasuki masa mabung tetapi tidak juga mabung. Harapannya sudah pasti, burung segera brul… mabung.

Semua hal yang sifatnya “merontokkan bulu” baik dari dari luar (semacam removal) maupun dari dalam (makanan pengacak proses metabolisme dan pemompa produksi hormon) bukanlah pilihan yang tepat untuk membantu proses mabung burung kita.

Lantas, kalau saya lebih memilih obat “penumbuh bulu” daripada “perontok bulu” bagaimana ceritanya? Oke…

Protein penumbuh bulu

Sebelumnya, kita perlu berbicara dulu tentang bagaimana tumbuh kembang bulu semasa burung mabung.

Bulu rontok secara normal selama masa mabung sebenarnya dipengaruhi minimal oleh dua faktor utama. Pertama, nutrisi yang mendorong kesiapan fisik burung untuk menumbuhkan tunas bulu baru dan, kedua, terbukanya pori-pori di lapisan luar kulit burung.

Selama masa mabung, bulu lama akan segera diganti bulu baru, dan selama rontok itulah burung kehilangan 25% total berat badannya dan mutlak harus diberikan pengganti setidaknya seperempat dari jumlah total protein dalam tubuhnya.

Baca juga  Enam spesies burung jalak yang bisa dilatih bicara

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Bulu dan selubung bulu burung terdiri dari lebih dari 90% keratin, yakni protein bulu yang diperlukan burung selama proses mabung. Protein bulu berbeda dari protein lain di dalam tubuh, semisal protein telur, dan membutuhkan proporsi yang berbeda atas asam amino-nya (blok bangunan protein-nya).

Burung mabung harus diberikan makanan mengandung asam amino. Dia kemudian akan menyerap dan menyimpannya sebagai keratin. Jika proses ini tidak mendapat dukungan asupan pakan yang benar, maka dipastikan akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Misalnya saja mabung tidak tuntas atau proses rontok bulu berhenti di tengah jalan.

Pada saat yang sama burung membutuhkan energi yang besar untuk memproduksi bulu baru. Permintaan energi yang besar untuk memproses protein yang dibutuhkan dalam pembentukan bulu menyebabkan burung harus lebih banyak diberi asupan makanan selama masa mabung. Untuk diketahui saja, energi yang diperlukan burung untuk menumbuhkan bulu baru adalah sekitar dua setengah kali energi yang diperlukan burung selama masa bertelur.

Faktor-faktor penentu masa mabung selama ini tidak sepenuhnya dipahami karena memang rumit. Hal itu melibatkan antara lain masalah kadar hormon, usia, musim dan cuaca dan kondisi lingkungan secara umum. Namun hal yang paling penting adalah perlunya tambahan pasokan kebutuhan gizi untuk burung selama mabung sehingga mereka bisa mengembangkan bulu sebaik-baiknya.

Tetapi sekali lagi, yang diperlukan burung bukanlah energi sembarang energi, tetapi lebih pada energi untuk memproduksi bulu. Dalam konteks inilah sangat perlu adanya pasokan asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin (lihat lagi misalnya artikel A-Q Molting, mabung, ngurak, nyulam pada burung.

“Mandi sauna”

Kalau pada poin-poin di atas saya berbicara masalah asupan makanan yang diperlukan burung agar mudah tumbuh bulu, sekarang saya akan membahas masalah “bantuan” yang diperlukan selama masa mabung agar pori-pori kulit lebih terbuka.

Tips A-Q Molting, mabung, ngurak, nyulam pada burung yang menyebutkan perlunya burung di-full kerodong dan lain-lain, sebenarnya bertujuan memastikan pori-pori kulit burung terbuka. Untuk memberi bobot lebih pada “rekayasa proses mabung” sebagaimana saya tulis dalam artikel tersebut, di sini saya akan memberikan tambahan tips.

Baca juga  Video burung dan video aneh lainnya, menu baru di omkicau.com

1. Selama masa mabung, cobalah burung Anda ditempatkan di ruangan yang hangat, lembab, dalam kondisi full kerodong. Pastikan bahwa di dalamnya tersedia cukup air minum. Agar kondisi kesehatan terjaga, pada pagi hari tetap diangin-anginkan di udara segar tetapi tidak langsung kena sinar matahari.

2. Jika tidak ada ruangan hangat-lembab, Anda bisa juga meletakkan burung di teras rumah pada siang hari dalam kondisi full kerodong. Lantas semprot secara merata bagian luar kerodong dengan air.

Tujuan kedua hal di atas adalah memberikan burung terapi “mandi sauna” sehingga ada jaminan bahwa pori-pori kulit burung selalau terbuka secara maksimal selama masa mabung. Dengan cara demikian, maka proses mabung akan menjadi lebih lancar dan suksesssss…

Sekarang, apakah Anda tetap memilih terapi “merontokkan bulu” daripada terapi “menumbuhkan bulu”?

Burung pandai bicara

Burung pandai bicara banyak ditemukan di berbagai negara. Di Indonesia, kita mengenal burung beo yang sudah diketahui bisa diajari untuk berbicara, baik sepatah dua patah kata maupun satu kalimat penuh yang mengandung arti. Burung beo yang terkenal cepat diajari berbicara adalah burung beo nias. Selain burung beo, di negeri ini banyak burung paruh bengkok yang sebenarnya bisa diajari berbicara atau bercakap bahkan bernyanyi dengan ucapan mirip ucapan manusia.

Ada di antara burung paruh bengkok itu yang dilindungi, namun masih banyak yang tidak dilindungi atau bebas kita pelihara dan kita kembangbiakkan. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan kita bisa menangkarkan burung-burung paruh bengkok di lingkungan rumah kita. Untuk hal ini, silakan disimak lagi artikel tentang hal itu di sini.

Baca juga  Beberapa mainan untuk mengurangi stres pada burung kenari saat mabung

Untuk mendorong minat kita mengajari burung berbicara, berikut ini saya sajikan beberapa video burung yang pandai bicara dan dikonteskan, sebagaimana kontes burung berkicau di Indonesia namun dengan kemasan acara yang berbeda.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Harga burung yang pandai bicara, bisa sangat mahal. Kalau ini disebut sebagai peluang bisnis, tentu tidak salah. Ya mengapa tidak kita mulai dari sekarang?

Video-video burung pandai bicara:

Nama nama burung yang dilindungi

Daftar burung dilindungi ini berdasar paraturan terbaru, yakni PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 TENTANG JENIS TUMBUHAN DAN SATWA YANG DILINDUNGI.

 

Peraturan Menteri itu berlaku saat diundangkan yakni pada 11 Juli 2018 yang ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya.

Berikut ini adalah kutipan Lampiran dari PP tersebut yang memuat daftar BURUNG DILINDUNGI:

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

(Peraturan selengkapnya baca di artikel ini)

DAFTAR BURUNG DILINDUNGI MENURUT PP NOMER P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

No Nama Ilmiah Burung Nama Indonesia
Accipitridae
138 Accipiter badius elang alap shikra
139 Accipiter cirrhocephalus elang alap kalung
140 Accipiter erythrauchen elang alap maluku
141 Accipiter fasciatus elang alap coklat
142 Accipiter griseiceps elang alap kepala-kelabu
143 Accipiter gularis elang alap nipon
144 Accipiter henicogrammus elang alap halmahera
145 Accipiter hiogaster elang alap kelabu
146 Accipiter melanochlamys elang alap mantel-hitam
147 Accipiter meyerianus elang alap meyer
148 Accipiter nanus elang alap kecil
149 Accipiter nisus elang alap eurasia
150 Accipiter poliocephalus elang alap pucat-sosonokan
151 Accipiter rhodogaster elang alap dada-merah
152 Accipiter soloensis elang alap cina
153 Accipiter sylvestris elang alap tenggara
154 Accipiter trinotatus elang alap ekor-totol
155 Accipiter trivirgatus elang alap jambul
156 Accipiter virgatus elang alap besra
157 Aquila audax rajawali ekor-baji
158 Aquila fasciata elang bonelli
159 Aquila gurneyi rajawali kuskus
160 Aviceda jerdoni baza jerdon
161 Aviceda leuphotes baza hitam
162 Aviceda subcristata baza pasifik
163 Butastur indicus elang kelabu
164 Butastur liventer elang sayap-coklat
165 Butastur teesa elang mata putih
166 Buteo japonicus elang buteo
167 Circaetus gallicus elang ular jari-pendek
168 Circus aeruginosus elang rawa katak
169 Circus approximans elang rawa coklat
170 Circus assimilis elang rawa tutul
171 Circus melanoleucos elang rawa tangling
172 Circus spilonotus elang rawa timur
173 Circus spilothorax elang rawa papua
174 Clanga clanga rajawali totol
175 Elanus caeruleus elang tikus
176 Erythrotriorchis buergersi elang alap bahu coklat
177 Gyps himalayensis nasar himalaya
178 Haliaeetus leucogaster elang laut perut-putih
179 Haliastur indus elang bondol
180 Haliastur sphenurus elang siul
181 Harpyopsis novaeguineae rajawali papua
182 Henicopernis longicauda elang ekor-panjang
183 Hieraaetus pennatus elang setiwel
184 Hieraaetus weiskei elang kecil
185 Ichthyophaga humilis elang ikan kecil
186 Ichthyophaga ichthyaetus elang ikan kepala-kelabu
187 Ictinaetus malaiensis elang hitam
188 Lophotriorchis kienerii elang perut-karat
189 Macheiramphus alcinus elang kelelawar
190 Megatriorchis doriae elang alap doria
191 Milvus migrans elang paria
192 Nisaetus alboniger elang gunung
193 Nisaetus bartelsi elang jawa
194 Nisaetus cirrhatus elang brontok
195 Nisaetus floris elang flores
196 Nisaetus lanceolatus elang sulawesi
197 Nisaetus nanus elang wallace
198 Pandion haliaetus elang tiram
199 Pernis celebensis sikep madu sulawesi
200 Pernis ptilorhynchus sikep madu asia
201 Spilornis cheela elang ular bido
202 Spilornis kinabaluensis elang ular kinabalu
203 Spilornis rufipectus elang ular sulawesi
Aegithalidae
204 Psaltria exilis cerecet jawa
Alcedinidae
205 Actenoides capucinus cekakak hutan kepala-hitam
206 Actenoides concretus cekakak hutan melayu
207 Actenoides monachus cekakak hutan tunggir-hijau
208 Actenoides princeps cekakak hutan dada-sisik
209 Alcedo euryzona raja udang kalung-biru jawa
210 Alcedo peninsulae raja udang kalung-biru sumatera
211 Caridonax fulgidus cekakak tunggir-putih
212 Ceyx sangirensis raja udang sangihe
213 Dacelo tyro kukabura aru
214 Tanysiptera carolinae cekakak pita numfor
215 Tanysiptera ellioti cekakak pita kofiau
216 Tanysiptera riedelii cekakak pita biak
217 Todirhamphus australasia cekakak kalung-coklat
218 Todirhamphus enigma cekakak talaud
219 Todirhamphus funebris cekakak murung
220 Todirhamphus lazuli cekakak lazuli
221 Todirhamphus saurophagus cekakak pantai
Anatidae
222 Anseranas semipalmata boha wasur
223 Cairina scutulata mentok rimba
224 Nettapus coromandelianus trutu hijau
225 Salvadorina waigiuensis itik gunung
Apodidae
226 Aerodramus vulcanorum walet gunung
227 Hydrochous gigas walet raksasa
Ardeidae
228 Ardea alba cangak besar
229 Ardea sumatrana cangak laut
230 Ardeola bacchus blekok cina
231 Egretta eulophotes kuntul cina
232 Egretta novaehollandiae kuntul australia
233 Egretta picata kuntul belang
234 Gorsachius goisagi kowak jepang
235 Gorsachius melanolophus kowak melayu
236 Ixobrychus eurhythmus bambangan coklat
237 Ixobrychus flavicollis bambangan hitam
238 Nycticorax caledonicus kowakmalam merah
239 Zonerodius heliosylus bambangan rimba
Bucerotidae
240 Anorrhinus galeritus enggang klihingan
241 Anthracoceros albirostris kangkareng perut-putih
242 Anthracoceros malayanus kangkareng hitam
243 Berenicornis comatus enggang jambul
244 Buceros bicornis enggang papan
245 Buceros rhinoceros enggang cula
246 Rhabdotorrhinus corrugatus julang jambul-hitam
247 Rhabdotorrhinus exarhatus kangkareng sulawesi
248 Rhinoplax vigil rangkong gading
249 Rhyticeros cassidix julang sulawesi
250 Rhyticeros everetti julang sumba
251 Rhyticeros plicatus julang irian
252 Rhyticeros undulatus julang emas
Burhinidae
253 Burhinus grallarius wili-wili semak
254 Esacus magnirostris wili-wili besar
Cacatuidae
255 Cacatua alba kakatua putih
256 Cacatua galerita kakatua koki
257 Cacatua goffiniana kakatua tanimbar
258 Cacatua moluccensis kakatua maluku
259 Cacatua sanguiena kakatua rawa
260 Cacatua sulphurea kakatua jambul-kuning
261 Probosciger aterrimus kakatua raja
Capitonidae
262 Calorhamphus fuliginosus takur ampis-kalimantan
263 Caloramphus hayii takur ampis-sumatera
264 Psilopogon armillaris takur tohtor
265 Psilopogon chrysopogon takur gedang
266 Psilopogon corvinus takur bututut
267 Psilopogon eximius takur leher-hitam
268 Psilopogon henricii takur topi-merah
269 Psilopogon javensis takur tulung-tumpuk
270 Psilopogon lineatus takur bultok
271 Psilopogon monticola takur gunung
272 Psilopogon mystacophanos takur warna-warni
273 Psilopogon oorti takur bukit
274 Psilopogon pulcherrimus takur tengkuk-emas
275 Psilopogon pyrolophus takur api
276 Psilopogon rafflesii takur tutut
Caprimulgidae
277 Caprimulgus concretus cabak kolong
278 Eurostopodus diabolicus taktarau iblis
Casuariidae
279 Casuarius bennetti kasuari kerdil
280 Casuarius casuarius kasuari gelambir-ganda
281 Casuarius unappendiculatus kasuari gelambir-tunggal
Charadriidae
282 Charadrius alexandrinus cerek tilil
283 Charadrius javanicus cerek jawa
284 Charadrius placidus cerek paruh-panjang
285 Charadrius ruficapillus cerek topi-merah
286 Charadrius veredus cerek asia
287 Erythrogonys cinctus cerek lutut-merah
288 Vanellus indicus trulek gelambir-merah
289 Vanellus cinereus trulek kelabu
290 Vanellus macropterus trulek jawa
291 Vanellus miles trulek topeng
Chloropseidae
292 Chloropsis media cica daun dahi-emas
293 Chloropsis cochinchinensis cica daun sayap-biru
294 Chloropsis kinabaluensis cica daun sayap-biru kalimantan
295 Chloropsis moluccensis cica daun sayap-biru sumatera
296 Chloropsis cyanopogon cica daun kecil
297 Chloropsis sonnerati cica daun besar
298 Chloropsis venusta cica daun sumatera
Ciconiidae
299 Ciconia episcopus bangau sandang-lawe
300 Ciconia stormi bangau storm
301 Ephippiorhynchus asiaticus bangau leher-hitam
Baca juga  FKMI: Perjuangan tolak Permen LHK 20/2018 jangan kendor
302 Leptoptilos javanicus bangau tongtong
303 Mycteria cinerea bangau bluwok
Cnemophilidae
304 Cnemophilus loriae cenderawasih loria
305 Cnemophilus sanguineus cenderawasih jambul
306 Loboparadisea sericea cenderawasih sutera
Columbidae
307 Caloenas nicobarica junai emas
308 Columba argentina merpati hutan perak
309 Gallicolumba hoedtii delimukan wetar
310 Goura cristata mambruk ubiaat
311 Goura sclaterii mambruk selatan
312 Goura victoria mambruk victoria
313 Ptilinopus dohertyi walik rawa-manu
314 Ptilinopus granulifrons walik benjol
315 Treron psittaceus punai timor
316 Treron teysmannii punai sumba
Corvidae
317 Cissa chinensis ekek layongan
318 Cissa thalassina ekek geling
319 Corvus florensis gagak flores
320 Corvus fuscicapillus gagak kepala-coklat
321 Corvus orru gagak orru
322 Corvus splendens gagak rumah
323 Corvus tristis gagak kelabu
324 Corvus typicus gagak sulawesi
325 Corvus unicolor gagak banggai
326 Corvus validus gagak halmahera
327 Crypsirina temia tangkar centrong
328 Dendrocitta cinerascens tangkar uli kalimantan
329 Dendrocitta occipitalis tangkar uli sumatera
330 Platylophus galericulatus tangkar ongklet
331 Platysmurus leucopterus tangkar kambing
Cuculidae
332 Carpococcyx viridis tokhtor sumatra
333 Centropus nigrorufus bubut jawa
334 Centropus rectunguis bubut teragop
335 Clamator coromandus bubut pacar jambul
336 Cuculus crassirostris kangkok sulawesi
Estrildidae
337 Lonchura vana bondol arfak
338 Lonchura oryzivora gelatik jawa
Falconidae
339 Falco berigora alap-alap coklat
340 Falco cenchroides alap-alap layang
341 Falco longipennis alap-alap australia
342 Falco moluccensis alap-alap sapi
343 Falco peregrinus alap-alap kawah
344 Falco severus alap-alap macan
345 Falco subbuteo alap-alap walet
346 Falco tinnunculus alap-alap erasia
347 Microhierax fringillarius alap-alap capung
348 Microhierax latifrons alap-alap dahi putih
Fregatidae
349 Fregata andrewsi cikalang christmas
350 Fregata minor cikalang besar
Fringillidae
351 Chrysocorythus estherae kenari melayu
Glareolidae
352 Glareola maldivarum terik asia
353 Stiltia isabella terik australia
Gruidae
354 Antigone rubicunda jenjang brolga
Haematopidae
355 Haematopus fuliginosus kedidir kelam
356 Haematopus longirostris kedidir belang
Heliornithidae
357 Heliopais personatus pedendang topeng
Hydrobatidae
356 Hydrobates matsudairae petrel badai matsudairae
357 Hydrobates monorhis petrel badai swinhoe
Indicatoridae
358 Indicator archipelagicus pemandulebah asia
Laridae
359 Anous minutus camar angguk hitam
360 Anous stolidus camar angguk coklat
361 Chlidonias hybrida dara laut kumis
362 Chlidonias leucopterus dara laut sayap-putih
363 Gelochelidon nilotica dara laut tiram
364 Gygis alba dara laut putih
365 Hydroprogne caspia dara laut caspia
366 Larus brunnicephalus camar kepala-coklat
367 Larus fuscus camar baltik
368 Larus novaehollandiae camar perak
369 Larus ridibundus camar kepala-hitam
370 Larus schistisagus camar punggung-abu
371 Onychoprion aleuticus dara laut aleutian
372 Onychoprion anaethetus dara laut batu
373 Onychoprion fuscatus dara laut sayap-hitam
374 Onychoprion lunatus dara laut fiji
375 Sterna dougallii dara laut jambon
376 Sterna hirundo dara laut biasa
377 Sterna paradisea dara laut arktik
378 Sterna sumatrana dara laut tengkuk-hitam
379 Sterluna albifrons dara laut kecil
380 Thalasseus bengalensis dara laut benggala
381 Thalasseus bergii dara laut jambul
382 Thalasseus bernsteini dara laut cina
383 Xema sabini camar sabine
Leitotrichidae
384 Garrulax bicolor poksai sumatra
385 Garrulax leucolophus poksai jambul
386 Garrulax rufifrons poksai kuda
387 Laniellus albonotatus cica matahari
388 Leiothrix laurinae mesia telinga-perak
Megapodiidae
389 Aepypodius arfakianus maleo gunung
390 Aepypodius bruijnii maleo waigeo
391 Eulipoa wallacei gosong maluku
392 Macrocephalon maleo maleo senkawor
393 Megapodius bernsteinii gosong sula
394 Megapodius cumingii gosong pilipina
395 Megapodius decollatus gosong papua
396 Megapodius forstenii gosong forsten
397 Megapodius freycinet gosong kelam
398 Megapodius geelvinkianus gosong biak
399 Megapodius reinwardt gosong kaki-merah
400 Megapodius tenimberensis gosong tanimbar
401 Talegalla cuvieri maleo kamur
402 Talegalla fuscirostris maleo paruh-hitam
403 Talegalla jobiensis maleo kerah-coklat
Meliphagidae
404 Macgregoria pulchra cendrawasih elok
405 Melipotes carolae melipotes foja
406 Melipotes fumigatus melipotes pipi-kuning
407 Melipotes gymnops melipotes arfak
Meropidae
Meropogon forsteni cirikcirik Sulawesi
Monarchidae
408 Eutrichomyias rowleyi seriwang sangihe
409 Symposiachrus boanensis kehicap boano
410 Symposiachrus brehmii kehicap biak
411 Symposiachrus everetti kehicap tanah-jampea
412 Symposiachrus julianae kehicap kofiau
413 Symposiachrus sacerdotum kehicap flores
Muscicapidae
414 Cyornis concretus sikatan besar
415 Cyornis ruckii sikatan aceh
416 Cyornis sanfordi sikatan matinan
417 Cynornis brunneatus sikatan rimba coklat
418 Muscicapa sodhii sikatan rimba sulawesi
Nectariniidae
419 Aethopyga duyvenbodei burung madu sangihe
420 Aethopyga mystacalis burung madu jawa
421 Aethopyga siparaja burung madu sepah-raja
422 Anthreptes rhodolaemus burung madu leher-merah
423 Cinnyris buettikoferi burung madu sumba
Oceanitidae
424 Oceanites oceanicus petrel-badai coklat
425 Pelagodroma marina petrel-badai muka-putih
Otididae
426 Ardeotis australis kalkun padang australia
Pachycephalidae
427 Colluricincla megarhyncha anis bentet kecil
428 Colluricincla sanghirensis anis bentet sangihe
Paradisaeidae
429 Astrapia nigra astrapia arfak
430 Astrapia splendidissima astrapia cemerlang
431 Cicinnurus magnificus cendrawasih belah-rotan
432 Cicinnurus regius cendrawasih raja
433 Cicinnurus respublica cendrawasih botak
434 Drepanornis albertisi paruh sabit ekor-kuning
435 Drepanornis bruijnii paruh sabit paruh-putih
436 Epimachus fastosus paruh sabit kuri-kuri
437 Epimachus meyeri paruh sabit coklat
438 Lophorina magnifica toowa cemerlang
439 Lophorina superba cendrawasih kerah
440 Lycocorax obiensis cenderawasih gagak-obi
441 Lycocorax pyrrhopterus cendrawasih gagak
442 Manucodia ater manukodia kilap
443 Manucodia chalybatus manukodia leher-keriting
444 Manucodia jobiensis manukodia jobi
445 Paradigalla brevicauda paradigalla ibinimi
446 Paradigalla carunculata paradigalla ekor-panjang
447 Paradisaea apoda cendrawasih besar
448 Paradisaea minor cendrawasih kecil
449 Paradisaea rubra cendrawasih merah
450 Parotia berlepschi parotia foja
451 Parotia carolae parotia carola
452 Parotia sefilata parotia arfak
Baca juga  Burung cililin kini juga dilindungi: Masteran pakai sonic master saja ya…..
453 Phonygammus keraudrenii manukodia terompet
454 Pteridophora alberti cendrawasih panji
455 Seleucidis melanoleucus cendrawasih mati-kawat
456 Semioptera wallacii bidadari halmahera
Pelecanidae
457 Pelecanus conspicillatus undan kacamata
458 Pelecanus onocrotalus undan putih
459 Pelecanus philippensis undan paruh-totol
Pellorneidae
460 Ptilocichla leucogrammica berencet kalimantan
461 Turdinus macrodactylus berencet besar
Petroicidae
462 Petroica archboldi robin salju
463 Petroica bivittata robin gunung
Phaethontidae
464 Phaethon lepturus buntut sate putih
465 Phaethon rubricauda buntut sate merah
Phalacrocoracidae
466 Anhinga melanogaster pecukular asia
Phalaropodidae
467 Phalaropus lobatus lakirumbai kecil
Phasianidae
468 Argusianus argus kuau raja
469 Lophura bulweri sempidan kalimantan
470 Pavo muticus merak hijau
471 Polyplectron chalcurum kuau kerdil sumatera
472 Polyplectron schleiermacheri kuau kerdil kalimantan
Picidae
478 Mulleripicus fulvus pelatuk kelabu-sulawesi
479 Mulleripicus pulverulentus pelatuk kelabu-besar
Pittidae
480 Erythropitta arquata paok kalung-biru
481 Erythropitta dohertyi paok dohertyi
482 Erythropitta granatina paok delima
483 Erythropitta venusta paok topi-hitam
484 Erythropitta caeruleitorques paok mopo-sangihe
485 Erythropitta celebensis paok mopo-sulawesi
486 Erythropitta inspeculata paok mopo-talaud
487 Erythropitta macklotii paok mopo-papua
488 Erythropitta palliceps paok mopo-siau
489 Erythropitta rubrinucha paok mopo-amboyna
490 Erythropitta rufiventris paok mopo-sultan
491 Hydrornis baudii paok kepala-biru
492 Hydrornis caeruleus paok sintau
493 Hydrornis schneideri paok schneider
494 Hydrornis guajanus paok pancawarna-jawa
495 Hydrornis irena paok pancawarna-sumatera
496 Hydrornis schwaneri paok pancawarna-kalimantan
497 Pitta elegans paok laus
498 Pitta maxima paok halmahera
499 Pitta megarhyncha paok bakau
500 Pitta moluccensis paok hujan
501 Pitta morotaiensis paok morotai
502 Pitta nympha paok bidadari
503 Pitta rosenbergii paok hijau-biak
504 Pitta sordida paok hijau
505 Pitta versicolor paok lantang
Podargidae
506 Batrachostomus harterti paruh-kodok dulit
Podicipedidae
507 Podiceps cristatus titihan jambul
508 Tachybaptus novaehollandiae titihan australia
509 Tachybaptus ruficollis titihan jelaga
Procelariidae
510 Ardenna carneipes pengguntinglaut kaki-merah
511 Ardenna pacifica pengguntinglaut pasifik
512 Bulweria bulwerii petrel bulwer
513 Bulweria fallax petrel hindia
514 Calonectris leucomelas pengguntinglaut belang
515 Daption capense petrel tanjung
516 Pachyptila desolata petrel antartika
517 Pseudobulweria rostrata petrel tahiti
518 Pterodorma baraui petrel barau
519 Pterodorma sandwichensis petrel galapagos
520 Puffinus heinrothi pengguntinglaut heinroth
Psittacidae
521 Alisterus amboinensis nuriraja ambon
522 Alisterus chloropterus nuriraja sayap-kuning
523 Aprosmictus erythropterus nuriraja papua
524 Aprosmictus jonquillaceus nuriraja kembang
525 Chalcopsitta atra nuri hitam
526 Chalcopsitta duivenbodei nuri coklat
527 Chalcopsitta scintillata nuri aru
528 Charmosyna josefinae perkici josephina
529 Charmosyna multistriata perkici garis
530 Charmosyna papou perkici papua
531 Charmosyna placentis perkici dagu-merah
532 Charmosyna pulchella perkici punggung-hitam
533 Charmosyna rubronotata perkici kepala-merah
534 Charmosyna stellae perkici stella
535 Charmosyna toxopei perkici buru
536 Charmosyna wilhelminae perkici kerdil
537 Cyclopsitta diophthalma nuriara mata-ganda
538 Cyclopsitta gulielmitertii nuriara dada-jingga
539 Cyclopsitta melanogenia nuriara pipi-hitam
540 Cyclopsitta nigrifrons nuriara dahi-hitam
541 Eclectus roratus nuri bayan
542 Eos bornea nuri Maluku
543 Eos cyanogenia nuri sayap-hitam
544 Eos histrio nuri talaud
545 Eos reticulata nuri tanimbar
546 Eos semilarvata nuri telinga-biru
547 Eos squamata nuri kalung-ungu
548 Geoffroyus geoffroyi nuri pipi-merah
549 Geoffroyus simplex nuri kalung-biru
550 Loriculus amabilis serindit maluku
551 Loriculus aurantiifrons serindit papua
552 Loriculus catamene serindit sangihe
553 Loriculus exilis serindit paruhmerah
554 Loriculus flosculus serindit flores
555 Loriculus galgulus serindit melayu
556 Loriculus pusillus serindit jawa
557 Loriculus sclateri serindit sula
558 Loriculus stigmatus serindit sulawesi
559 Lorius domicella kasturi tengkuk-ungu
560 Lorius garrulus kasturi ternate
561 Lorius lory kasturi kepala-hitam
562 Micropsitta bruijnii nuri-kate dada-merah
563 Micropsitta geelvinkiana nuri-kate geelvink
564 Micropsitta keiensis nuri-kate topi-kuning
565 Micropsitta pusio nuri-kate pusio
566 Neopsittacus musschenbroeki perkici paruh-kuning
567 Neopsittacus pullicauda perkici paruh-jingga
568 Oreopsittacus arfaki perkici arfak
569 Prioniturus flavicans kringkring dada-kuning
570 Prioniturus mada kringkring buru
571 Prioniturus platurus kringkring bukit
572 Pseudeos fuscata nuri kelam
573 Psittacella brehmii nuri-macan brehm
574 Psittacella lorentzi nuri-macan lorentz
575 Psittacella madaraszi nuri-macan madarasz
576 Psittacella modesta nuri-macan sederhana
577 Psittacella picta nuri-macan berbiru
578 Psittacula alexandri betet biasa
579 Psittacula longicauda betet ekor-panjang
580 Psittaculirostris cervicalis nuri-ara muka-merah
581 Psittaculirostris desmarestii nuri-ara besar
582 Psittaculirostris edwardsii nuri-ara edward
583 Psittaculirostris godmani nuri-ara kuduk-kuning
584 Psittaculirostris salvadorii nuri-ara pipi-kuning
585 Psitteuteles goldiei perkici lembayung
586 Psitteuteles iris perkici iris
587 Psittinus cyanurus nuri tanau
588 Psittrichas fulgidus nuri kabare
589 Tanygnathus gramineus betet-kelapa buru
590 Tanygnathus lucionensis betet-kelapa filipina
591 Tanygnathus megalorynchos betet-kelapa paruh-besar
592 Tanygnathus sumatranus betet-kelapa punggung-biru
593 Trichoglossus capistratus perkici oranye
594 Trichoglossus euteles perkici timor
595 Trichoglossus flavoviridis perkici kuning-hijau
596 Trichoglossus forsteni perkici dada-merah
597 Trichoglossus haematodus perkici pelangi
598 Trichoglossus meyeri perkici kuning-gelap
599 Trichoglossus ornatus perkici dora
600 Trichoglossus rosenbergii perkici biak
601 Trichoglossus weberi perkici flores
Ptilonorhynchidae
602 Ailuroedus buccoides burung kucing kuping-putih
603 Ailuroedus melanotis burung kucing tutul
604 Amblyornis flavifrons namdur dahi-emas
605 Amblyornis inornata namdur polos
606 Amblyornis macgregoriae namdur jambul-emas
607 Archboldia papuensis namdur archbold
608 Chlamydera cerviniventris namdur coklat
609 Chlamydera lauterbachi namdur dada-kuning
610 Sericulus ardens namdur api
611 Sericulus aureus namdur topeng
Pycnonotidae
612 Pycnonotus zeylanicus cucak rawa
613 Setornis criniger empuloh paruh-kait
Rallidae
614 Amaurornis magnirostris kareo talaud
615 Aramidopsis plateni mandar dengkur
616 Eulabeornis castaneoventris mandar bakau
617 Gymnocrex rosenbergii mandar mukabiru
618 Gymnocrex talaudensis mandar talaud
619 Habroptila wallacii mandar gendang
620 Megacrex inepta mandar kasuari
621 Rallicula forbesi mandar gunung koma
Baca juga  Format pendaftaran izin penangkaran: Download di sini
622 Rallicula leucospila mandar gunung garis-putih
623 Rallicula mayri mandar gunung mayr
624 Porzana paykullii tikusan siberia
625 Porzana tabuensis tikusan polos
Recurvirostridae
626 Himantopus himantopus gagang bayang belang
Rhipiduridae
627 Rhipidura euryura kipasan bukit
628 Rhipidura javanica kipasan belang
629 Rhipidura phoenicura kipasan ekor-merah
Rostratulidae
630 Rostratula benghalensis berkikkembang besar
Scolopacidae
631 Limnodromus scolopaceus trinil-lumpur paruh-panjang
632 Limnodromus semipalmatus trinil-lumpur asia
633 Numenius arquata gajahan erasia
634 Numenius madagascariensis gajahan timur
635 Numenius minutus gajahan kecil
636 Numenius phaeopus gajahan penggala
637 Scolopax celebensis berkikgunung sulawesi
638 Scolopax rochussenii berkikgunung maluku
639 Scolopax rosenbergii berkikgunung papua
640 Scolopax saturata berkikgunung merah
641 Tringa erythropus trinil tutul
642 Tringa flavipes trinil kaki-kuning
643 Tringa guttifer trinil nordmann
644 Tringa incana trinil penjelajah
645 Tringa ochropus trinil hijau
Stercorariidae
646 Catharacta maccormicki skua kutub
647 Stercorarius longicaudus camar kejar kecil
648 Stercorarius parasiticus camar kejar arktika
649 Stercorarius pomarinus camar kejar pomarin
Stirgidae
650 Ninox burhani pungguk togian
651 Ninox ios pungguk merah-tua
652 Otus alfredi celepuk flores
653 Otus angelinae celepuk jawa
654 Otus beccarii celepuk biak
655 Otus brookii celepuk raja
656 Otus collari celepuk sangihe
657 Otus enganensis celepuk enggano
658 Otus jolandae celepuk rinjani
659 Otus manadensis celepuk sulawesi
660 Otus mendeni celepuk  banggai
661 Otus mentawi celepuk mentawai
662 Otus siaoensis celepuk siau
663 Otus umbra celepuk simalur
Sturnidae
664 Achridotheres melanopterus jalak putih-sayap hitam
665 Achridotheres tricolor jalak putih – punggung abu
666 Acridotheres tertius jalak putih – tunggir abu
667 Gracula religiosa tiong emas
668 Gracula robusta tiong nias
669 Gracula venerata tiong nusa-tenggara
670 Gracupica jalla jalak suren
671 Leucopsar rothschildi curik bali
Sulidae
672 Papasula abbotti angsa-batu christmas
673 Sula dactylatra angsa-batu topeng

 

674 Sula leucogaster angsa-batu coklat
675 Sula sula angsa-batu kakimerah
Threskiornithidae
676 Platalea regia ibis sendok raja
677 Plegadis falcinellus ibis rokoroko
678 Pseudibis davisoni ibis karau
679 Threskiornis melanocephalus ibis cucukbesi
680 Threskiornis moluccus ibis australia
681 Threskiornis spinicollis ibis papua
Timaliidae
682 Stachyris grammiceps tepus dada-putih
Trogonidae
683 Apalharpactes reinwardtii luntur jawa
684 Apalharpactes mackloti luntur sumatera
685 Harpactes oreskios luntur diard
686 Harpactes orrhophaeus luntur putri
687 Harpactes duvaucelli luntur kepala-merah
688 Harpactes diardii luntur kasumba
689 Harpactes erythrocephalus luntur harimau
690 Harpactes whiteheadi luntur tunggir-coklat
691 Harpactes kasumba luntur kalimantan
Turdidae
692 Cochoa azurea ciung-mungkal jawa
693 Kittacincla malabarica kucica Hutan (catatan Om Kicau: dalam pengertian ucnredlist.org, ini adalah White-rumped Shama alias muraibatu)
694 Cochoa beccarii ciung-mungkal sumatera
Turnicidae
695 Turnix everetti gemak sumba
Tytonidae
696 Tyto inexspectata serak minahasa
697 Tyto nigrobrunnea serak taliabu
Zosteropidae
698 Heleia javanica opior jawa
699 Zosterops flavus kacamata jawa
700 Zosterops nehrkorni kacamata sangihe
701 Heleia wallacei kacamata wallacea

Mengapa kenari tidak Gacor

Salah seorang teman penggemar burung (Gery, Jambi) bertanya kepada saya mengapa kenari (KN) miliknya hanya gacor kalau di rumah, sementara kalau di trek dengan KN lain cuma membisu.
Ini memang masalah umum dalam perburungan. Banyak burung yang hanya gacor kalau sendirian atau cuma menghadapi sedikit musuh.
Perlu diketahui bahwa setiap burung mempunyai sifat atau karakter bawaan sendiri-sendiri. Dalam hal mental tarung misalnya, dipengaruhi oleh sifat bawaan meski rawatan harian (latihan dsb) juga sangat menentukan.
KN starblue (warna blirik seperti burung gereja namun warnanya cenderung abu-abu) misalnya, sangat gacor kalau untuk burung rumahan. Tetapi, kebanyakn jenis itu kurang gacor kalau ditrek dengan KN lain.
Sementara itu, KN warna hijau, dikenal sebagai KN petarung. Dia dikenal sebagai KN mudah gacor dan mentalnya bagus.
Meskipun ada pembawaan seperti itu, perawatan harian sangat berpengaruh pada mental bertanding KN.
KN yang jarang bertemu dengan KN lain, biasanya akan “kaget dan diam” ketika dia mendengar “lagu” yang didendangkan KN yang baru dia jumpai. Saat itu, dia hanya ngetem tanpa suara.
Dengan demikian, KN memang perlu dilatih untuk bertemu dengan KN lain secara periodik. Hal itu akan sangat berguna untuk melatih mentalnya.

B

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Ada memang yang mengatakan bahwa KN jangan digantang dalam satu ruangan dengan KN lain selama perawatan harian di rumah. Alasannya, sifat fighter-nya akan hilang. Memang, setelah sering kumpul dengan KN tertentu, KN tidak terlihat lagi sifat fighternya. Tetapi itu tidak permanen, sebab semangat tempurnya bakal muncul mana kala ada KN baru masuk ke daerah atau teritorinya.
Saran saya, kalau kita hanya mempunyai satu KN di rumah, maka sering-sering diajak main trek dengan KN tetangga, kawan, dsb, untuk melatih mentalnya agar tidak “kagetan” kalau bertemu KN lain. Akan lebih baik kalau kita punya dua-tiga kenari di rumah untuk saling menjadi sparing partner.
Kasus khusus
Namun dalam kasus-kasus tertentu, ada memang KN yang gacor di rumah dan diam saat diadu tetapi bukan karena masalah mental. Dengan catatan bahwa KN kita memang bukan lagi KN muda, maka penyebab itu antara lain:
1. Burung/KN tidak fit. Tidak fit bukan berarti sakit. Kadang ada KN yang meski belum tuntas mabung dia sudah gacor lagi. Tetapi, mana kala diadu, dia jadi diam. Ya, inilah pertanda bahwa burung belum fit.
Perlu diketahui, bahwa meski sama-sama gacor, tingkat “kengototan” KN ketika bunyi semaunya sendiri di rumah dengan ketika diadu sangatlah berbeda. Jadi, meski sangat gacor ketika bunyi sendirian di rumah, tetapi karena kemungkinan kondisi tidak fit, dia akan merasa tidak nyaman ketika harus mengeluarkan tenaga maksimal (ngotot) saat bertemu lawan. Jadilah dia hanya membisu.
2. Kondisi tidak fit di atas, sering pula ditambahi dengan masalah lagu/isian yang dimiliki. KN yang dimaster dengan lagu/isian yang banyak tekukannya, seperti BT atau sanger, hanya akan bisa mengeluarkan kicauan secara sambung-menyambung dan tidak banyak ngetem, kalau kondisinya benar-benar fit. Untuk memahami persoalan ini, ada baiknya kalau dibaca pula postingan saya mengenai “Memilih dan memaster kenari sesuai tujuan”.
Demikian kira-kira hal yang bisa saya sampaikan untuk membahas masalah KN milik Om Gery Jambi.
Salam

mengenali ciri cucak ijo yang bagus

OM. AKU PENGIN BURUNG CUCAK IJO (CI)

CIRI CIRI BURUNG CI YG BAGUS GIMANA , TRUS YG ASALNYA DARI MANA .

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

APA SEMUA BURUNG CI. PADA SAYAP NYA ADA BULU YG WARNANYA KAYA PELANGI APA JENIS TERTENTU TOK?

BILA CI SERING TURUN KEBAWAH KANDANG, ITU PENYEBABNYA APA & BISA DISEMBUHKAN PA GA? CARA PENYEMBUHANYA GI MANA ?

MOHON PENJELASAN NYA, THNKS

BUCHORI

Jawab:

Masing-masing CI ada kelebihan dan kekurangannya. Dari segi warna, memang lebih menarik yang ada warna pelangi di sayap (kepala agak kekuning-kuningan). Cuma CI yang ini banyak yang tidak suka karena kurang mau kerja ngotot kalau dilombakan.

CI sendiri merupakan burung dengan wilayah penyebaran terbatas, yaitu di lingkungan Asia Tenggara saja. Di Indonesia, ia hanya dijumpai dijumpai di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Baca juga Empat penyebab cucak jenggot tidak mau ngebeset

Postur tubuh cucak hijau dari Jawa lebih kecil ketimbang dari Sumatera, tetapi lebih besar daripada cucak hijau dari Kalimantan. Yang disebut terakhir ini dikenal pula sebagai cucak hijau mini.

Yang biasa dipilih adalah CI besar yang berasal dari daerah Blora dan Jember/Banyuwangi.

Beberapa jenis CI yang terdapat di Indonesia, selain CI yang besar:

1. Cica-daun kecil (C. cyanopogon)

sangat mirip cica-daun besar, hanya ukurannya lebih kecil (17 cm) dan tidak punya bercak biru di bahu.

2. Cica-daun sayap-biru (C. cochinchinensis) sayap dan ekor tersaput warna biru. 17 cm.

3. Cica-daun dahi-emas (C. aurifrons)

dahi kekuningan pada yang jantan. 19 cm.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

4. Cica-daun sumatra (C. venusta)

paling kecil, 14 cm. Dahi dan sisi kepala biru terang (jantan), tenggorokan biru terang (betina).
Baca juga 8 Suara burung cucak rante untuk masteran dan pancingan

Soal CI suka turun ke bawah, itu bisa jadi karena kebiasaan makan makanan yang jatuh dsb. Pastikan tidak ada pakan yang kececer setiap saat.

Untuk mengatasi kebiasaan itu coba bagian dasar sangkar diberi karet pentil yang ditalikan bersilang-silang (jangan terlalu kencang). Kalau CI turun, dia akan segera naik lagi begitu menginjak karet yang dipentang bersilang itu. Hal itu bisa dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Dan lakukan hal yang sama jika mau ditrek / diadu dengan CI lain.

Tetapi melakukan hal ini jangan didadak ketika akan lomba/ ditrek. Minimal ada “pengenalan” selama perawatan harian sehingga meskipun dia tidak berani turun karena menginjak karet, dia sudah tidak takut terhadap keberadaan karet sebagaimana ketika kali pertama dipasang.

Salam,

AM bunyi cuma dipagi hari

 

Om numpang nanya.
Kemarin dulu saya beli AM yang dah bunyi, dan memang mau bunyi. Tetapi cuma pagi hari jam 3-4 pagi. Setelah itu diam sepanjang hari. Itu pun kalo malem gak di kerodong. Kalo dikerodong gak bunyi sama sekali.
Padahal pas masih di bakul mau bunyi siang2.
Apa karena takut sama MB saya yang suka nembak2.
Malah beberapa hari ini AM saya gak bunyi sama sekali cuma ngeriwik saja. Kalo tak perhatikan kayaknya lagi birahi soalnya suka bawa makanan di paruhnya lama2 (pernah baca salah satu tanda birahi).
Sebenarnya burung AM itu bunyi karena birahi atau malh gak birahi? Bukannya burung itu kalo birahi malah akan berkicau bwt manggil betinanya?
Satu lagi AM saya sangat takut kalo liat payung.
Trims sebelumnya, maaf bila terlalu panjang.

Baca juga  Seluk beluk perawatan anis merah trotolan

Salam.

Jawab:
Itulah memang seninya (bisa dibaca juga: pusingnya, hehe) pelihara AM.
Kalau di pemilik lama pernah mau bunyi, berarti memang AM itu cuma perlu penyesuaian di tempat baru. Tunggu waktu. Bisa lama bisa singkat tergantung kondisi mental si burung.
Burung dewasa gacor biasanya memang karena birahi. Cuma, tidak semua kegacoran burung dikarenakan birahi sebab ada juga trotolan atau burung usia muda (belum dewasa secara seksual), sudah gacor.
Kalau soal “ngemut” kroto, bisa jadi memang pertanda birahi tetapi dalam kasus ini dia belum mau gacor karena memang belum enjoy dengan tempat atau suasananya.
Saya sarankan, untuk AM tidak perlu sering2 diberi kroto. Paling sepekan sekali setengah sendok makan sudah cukup.
Coba lihat2 lagi postingan saya tentang AM, untuk settingan pakan.
AM takut lihat payung? Ya itulah. Ada juga AM yang takut melihat topi, peci dsb. Itu memang pembawaan sejak awal dipelihara. Jadi memang tidak bisa “disembuhkan” dalam waktu cepat.
Nanti kalau pas memasuki masa rontok bulu, coba “diajari” familiar dengan payung. Saat itu dicoba dekatkan dengan payung terbuka. Letakkan saja payung terbuka di dekatnya. Lama2 dia akan tahu bahwa “payung tidak berbahaya” dan lama2 akan tenang sendiri meski ada payung mendekat dsb.
Mengapa dilakukan pada saat akan mabung? Itu hanya agar kalau dia nglabrak2 dan bulu rusak, maka bulu tersebut akan segera copot dan dapat ganti baru.

Baca juga  Grafik performa burung

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Dicoba ya?
Salam,

Memelihara Burung Kacer Mabung

 

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Om gimana cara merawat kacer pada saat sebelum mabung dan saat mabung dan kira2 berapa lama proses untuk kacer mabung?.  Trimmmsss……bwat infonya

Paunks

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Jawab:

Perawatan untuk kacer ketika tanda-tanda mau mabung sudah kelihatan (bulu2 kecil mulai berjatuhan satu-dua) lakukan saja treatment mabung secara ekstrem agar mabung sempurna:
1. Full kerodong.
2. Ganti merk voer (ganti voer 521 pakan ayam jig bagus untuk mempercepat rontok).
3. Tembak kroto sehari sesendok makan (kalau untuk harian, kacer tidak perlu dikroto. Pemberian kroto dihentikan setelah bulu lama rontok semua).
4. Nggak dimandikan, nggak dijemur.
5. Nggak usah dibersihkan kotorannya selama tidak berjamur.
6. Taburi dulu bagian dasar sangkar dengan kapur setebal sekitar 2 mm merata; kemudian di lapisan atasnya taburi lagi dengan dedak/katul setebal sekitar 1 cm juga merata.

Baca juga  Burung mabung, antara “cabut paksa” versus “mandi sauna”

Proses mabung kacer lebih cepat ketimbang MB misalnya. Mulai bulu rontok sampai bulu pulith kembali sekitar 2 bulan. Setelah bulu pulih semua, baru burung dimandikan dan jemur secara bertahap. Baru sekitar 1 bulan setelah bulu lengkap, yakni setelah melalui proses penjemuran dsb, kacer bisa ditampilkan/ditrek dengan kacer lain.
Oke?

Tanya:

Saya mau tanya lagi neh Om….Duto :
1. Kacer ngurak/mabung belum tuntas maksudnya  bagaimana ?
2. Cara mengatasi kacer yang ngurak/mabung belum tuntas ?
3. Cara merawat kacer yang sudah melalui masa   ngurak/mabung agar kondisinya fit kembali ?
3. Cendet biar ga suka salto diapain soalnya bunyi selalu diimbangi dengan gaya saltonya?
4. Klo boleh nambahin om.. info tentang seputar kacer tolong ditambah ya… biar seru….

Thanks…..
Salam Kenal Paunks

Jawab:

1. Kacer mabung belum tuntas itu artinya bisa jadi bulu baru sudah komplit, tetapi masih ada bulu-bulu kecil yang tertutup lapisan tanduk. Itu artinya ada bulu yang belum mecah/terbuka secara sempurna.
Biasanya ini terlihat di bagian kepala, leher, dekat paruh dsb.
2. Ya masih terus dilanjutkan terapi mabungnya.
3. Mandikan dan jemur rutin secara bertahap. Untuk mandi, minimal sehari sekali. Untuk penjemuran jangan lama-lama pada tahap awal. Misalnya, pada hari pertama sampai hari ketiga mulai jam 7 sampai jam 8. Hari ke-4 sd. ke-7 sampai jam 9. Hari ke-8 dan seterusnya sampai jam 10.
4. Kalau pentet suka salto, maka itu sudah menjadi karakternya. Sulit dihilangkan. Untuk menguranginya, pakai kandang kotak (panjang-lebar sama; tinggi standar) bukan yang bentuk bata (panjang-lebar berbeda).
Selain itu tangkrigan dibuat dua, saling melintang atas bawah.
Cuma, kalao sudah terbiasa salto, kalau dia tidak ada tempat untuk bersalto, maka power suara/kegacorannya bisa berkurang.
5. Saya usahakan ya.

Baca juga  Kesabaran ADR menangani kacer Dewa Racun

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Salam,

Membuat bulu burung berkilau

Problem bulu burung yang kusut atau keriting memang menjengkelkan. Om Buchori misalnya pernah bertanya tentang tips agar burungnya bisa tampil mengkilap.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Hal utama penyebab bulu kusam pada burung adalah kurangnya minyak/lemak di “muara” kelenjar lemak yang terletak di atas pantat burung. Untuk “menambahnya” beri minyak ikan, dengan cara disuntikkan ke jangkrik dan berikan ke burung.
Tetapi, kadang kala, kusamnya bulu burung bukan karena lemaknya kurang, tetapi lubang kelenjar minyak tertutup kotoran yang mengering ataupun bekas luka yang mengering.

Jika demikian, kita pegang saja burung dan dicek kelenjar minyak di atas pantat burung. Pencet lembut saja bagian itu dan rasakan apakah ada minyak di tangan kita. Kalau tidak ada, berarti ada kotoran yang menutup (sebab meskipun kandungan minyak cuma sedikit, minyak tetap keluar dan terasa di tangan kita).

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Selain karena kurangnya lemak, bisa jadi bulu telanjur rusak karena:

Baca juga  Vitamin menghadapi musim hujan

1. Burung masih dalam keadaan basah, langsung dijemur (membuat bulu keriting dan karenanya terlihat kusam).

2. Pernah disemprot larutan anti kutu ataupun larutan (yang sebenarnya bertujuan) untuk membuat bulu mengkilap (yang kalau dihentikan dari pemakaian rutin, bulu malah rusak). Pada larutan anti kutu biasanya dicampurkan ke dalamnya suatu zat untuk menghilangkan/merusak lapisan lilin pada bulu burung. Gunanya memang agar larutan bisa menempel pada bulu. Tetapi efeknya, bulu jadi kehilangan pelindung (seperti daun talas atau daun pisang yang kehilangan zat lilin: mudah basah).
Oleh karena itu Anda harus memastikan bahwa obat antikutu yang Anda pakai tidak mengandung zat peluruh zat tanduk atau zat lilin pada bulu burung. Untuk itu saya rekomendasikan untuk penggunaan FreshAves, obat kutu tanpa peluruh zat lilin pada bulu burung.

3. Ketika mabung, burung kekurangan lemak sehingga meskipun saat ini produksi lemak di kelenjar lemak banyak, sudah tidak bisa menolong kondisi bulu yang telanjur rusak. Untuk itu, ada baiknya selama burung mabung Anda memastikan kecukupan vitamin dan mineral dengan BirdMolt, atau minimal dengan pemberian BirdVit untuk rawatan harian.

Baca juga  Berak kapur sangat menular dan berbahaya bagi burung

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Dengan meneliti kondisi satu-persatu hal di atas, Anda akan bisa menyimpulkan mengapa burung Anda bulunya kusam dan bagaimana mengatasinya. Kalau memang sudah telanjur rusak dan bukan karena kelenjar lemak tertutup atau produksi lemak sedikit, maka tidak akan bisa pulih kecuali setelah melewati masa mabung yang dirawat dengan benar.