AM bunyi cuma dipagi hari

 

Om numpang nanya.
Kemarin dulu saya beli AM yang dah bunyi, dan memang mau bunyi. Tetapi cuma pagi hari jam 3-4 pagi. Setelah itu diam sepanjang hari. Itu pun kalo malem gak di kerodong. Kalo dikerodong gak bunyi sama sekali.
Padahal pas masih di bakul mau bunyi siang2.
Apa karena takut sama MB saya yang suka nembak2.
Malah beberapa hari ini AM saya gak bunyi sama sekali cuma ngeriwik saja. Kalo tak perhatikan kayaknya lagi birahi soalnya suka bawa makanan di paruhnya lama2 (pernah baca salah satu tanda birahi).
Sebenarnya burung AM itu bunyi karena birahi atau malh gak birahi? Bukannya burung itu kalo birahi malah akan berkicau bwt manggil betinanya?
Satu lagi AM saya sangat takut kalo liat payung.
Trims sebelumnya, maaf bila terlalu panjang.

Baca juga  Seluk beluk perawatan anis merah trotolan

Salam.

Jawab:
Itulah memang seninya (bisa dibaca juga: pusingnya, hehe) pelihara AM.
Kalau di pemilik lama pernah mau bunyi, berarti memang AM itu cuma perlu penyesuaian di tempat baru. Tunggu waktu. Bisa lama bisa singkat tergantung kondisi mental si burung.
Burung dewasa gacor biasanya memang karena birahi. Cuma, tidak semua kegacoran burung dikarenakan birahi sebab ada juga trotolan atau burung usia muda (belum dewasa secara seksual), sudah gacor.
Kalau soal “ngemut” kroto, bisa jadi memang pertanda birahi tetapi dalam kasus ini dia belum mau gacor karena memang belum enjoy dengan tempat atau suasananya.
Saya sarankan, untuk AM tidak perlu sering2 diberi kroto. Paling sepekan sekali setengah sendok makan sudah cukup.
Coba lihat2 lagi postingan saya tentang AM, untuk settingan pakan.
AM takut lihat payung? Ya itulah. Ada juga AM yang takut melihat topi, peci dsb. Itu memang pembawaan sejak awal dipelihara. Jadi memang tidak bisa “disembuhkan” dalam waktu cepat.
Nanti kalau pas memasuki masa rontok bulu, coba “diajari” familiar dengan payung. Saat itu dicoba dekatkan dengan payung terbuka. Letakkan saja payung terbuka di dekatnya. Lama2 dia akan tahu bahwa “payung tidak berbahaya” dan lama2 akan tenang sendiri meski ada payung mendekat dsb.
Mengapa dilakukan pada saat akan mabung? Itu hanya agar kalau dia nglabrak2 dan bulu rusak, maka bulu tersebut akan segera copot dan dapat ganti baru.

Baca juga  Grafik performa burung

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Dicoba ya?
Salam,

Bagaimana supaya Anis Merah mau bunyi meski dilihat oang

Ceritanya begini om, saya beli burung anis merah 2 ekor dari pedagang di PB Pramuka kira-kira 2 bulan yang lalu. Setelah dibeli keesokan harinya satu burung ngeriwik tetapi ngeriwiknya apabila mendengar suara jetpam sanyo dan suara hujan saja. Terus kalau melihat orang burung tidak mau bunyi. Pagi burung dijemur sampai jam 7.30 mandi sore hari saja setiap hari. Makan jangkrik pagi 3,sore 2. Cacing 1 pagi sore, pisang kepok setiap hari, kroto seminggu sekali. Untuk cacing dan pisang kepok baru berjalan sebulan terakhir. Bagaimana caranya supaya cepat gacor dan tetap mau bunyi kalau lihat orang? Untuk burung yang satunya lagi baru keluar suara treeet…treeet….treeet…dan kalau lihat orang sayapnya ngegleper. Apa ini tandanya cewek? Terima kasih om.

Baca juga  Tanah merah, rahasia “kembalinya” AM Bali Dancer
Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Yudi

Jawab:
Anis merah (juga AK) memang suka ngangkat suara kalau ada suara rangsangan lain. Coba saja sering-sering distelkan kaset suara burung isian seperti LB, ciblek, cucak jenggot atau cililin. Jangan suara burung AM dewasa.
Untuk membuat dia lebih berani bunyi, gantungkan di tempat dekat orang lalu lalang, misalnya dekat pintu dapur (biasanya juga dekat dengan pompa sumur).
Untuk yang cuma nyrecet, belum tentu betina. Coba rawat seperti sediakala. Ada burung yang cepat bunyi tetapi banyak juga yang baru setelah lama dipelihara mau bunyi.
Untuk buahnya, kalau bisa, diselangseling dengan pepaya/kates. Itu lebih bagus untuk AM.
Okey?
Salam,
Duto

Aneka tips merawat anis merah

Anis merah (AM) harus diakui merupakan salah satu burung primadona. Tak mengherankan kalau burung ini sangat banyak penggemarnya. Konon, merawat AM merupakan pekerjaan yang melahkan. Tentunya itu berlaku untuk penghobi yang baru saja terjun ke dunia kicauan, atau penghobi lama tetapi belum secara intens memelihara anis merah.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Padahal, menurut sebagian penghobi yang telah lama berkutat dengan AM, burung ini cukup mudah penanganannya. Tentu saja jika kita telah mengetahui dan memahami karakter atau sifat dasar dari burung tersebut. Apa karakter dasar anis merah?

Berikut ini saya sampaikan tips dari Om Ivan Sadewa, yang semoga bisa menjadi masukan untuk penggemar anis merah.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

KARAKTER DASAR AM

Sensitif dan perlu waktu untuk bisa beradaptasi terhadap perubahan fisik dan psikis. Perlakuan kasar serta perubahan ornamen pada kandang misalnya, atau perubahan suasana lingkungan yang drastis, bisa membuat anis merah stres.
Pembosan dan selalu butuh suasana baru. Apabila berada di satu tempat dengan waktu yang relatif lama, maka burung ini menjadi malas untuk berkicau lagi. Cobalah secara berkala selalu memindahkan tempat gantangannya. Misalnya: Selama ini digantang di depan rumah, kemudian digantang di samping rumah. Ini merupakan salah satu misteri pada burung tersebut.
Birahi yang cenderung mudah naik. Burung anis merah sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang berlebihan (over), penjemuran yang berlebih dan melihat burung anis merah lain, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
Sangat manja. Hampir rata-rata burung anis merah tidak akan mau bunyi dan tidak akan mau teler apabila ia melihat orang yang sehari-hari merawatnya. Karena burung tersebut secara psikologis telah menganggap perawat atau pemiliknya sebagai pasangan. Aneh memang, tapi itulah kenyataannya. Biasanya pada waktu kontes atau lomba pada burung kelas anis merah, joki yang menggantang burung dan joki lapangan adalah orang yang tidak pernah berhubungan atau terlibat dalam perawatan harian pada burung tersebut.
Mudah jinak. Karena sifat manjanya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada perawat atau pemiliknya.

PEMILIHAN ANIS MERAH YANG BAIK

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung anis merah.

Berkelamin jantan, ciri-ciri burung anis merah berjenis kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna lebih gelap, warna bulu di bawah paruh bagian bawah lebih pudar, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan burung anis merah yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
Postur badan, pilihlah bahan anis merah yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
Lincah dan dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
Berdiri pada posisi kepala mendangak 45 derajat. Boleh percaya boleh tidak, apabila anda mendapatkan bahan yang seperti ini, dijamin umur 7 bulan sudah ngerol dan mulai teler.

Baca juga  Trend Burung 2012: Burung anis merah bakal makin menyusut peminatnya?

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK ANIS MERAH

Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung anis merah. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Di samping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung anis merah yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.

PERAWATAN DAN STELAN HARIAN

Perawatan harian untuk burung anis merah relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Berikut ini Pola Perawatan harian dan Stelan Harian untuk burung anis merah:

Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis. Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat dimaster dengan suara master atau burung-burung master.
Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali di teras, boleh dimandikan bila perlu.
Berikan Jangkrik 1 ekor pada cepuk EF.
Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara master selama masa istirahat sampai pagi harinya.

Baca juga  BnR GEBYAR DEMOKRASI 2009

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

PENTING

Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
Pemberian Cacing diberikan 2 ekor 1x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi.
Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum’at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
Berikan multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.

PENANGANAN APABILA KONDISI OVER BIRAHI

Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore
Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00)
Berikan Cacing 1 ekor 2x seminggu
Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja
Burung sebaiknya diisolasi, jangan melihat dan mendengar suara burung anis merah lain dahulu untuk sementara waktu.

PENANGANAN APABILA KONDISINYA DROP

Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 3 pagi dan 3 sore
Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
Tingkatkan porsi pemberian Cacing menjadi 2 ekor 3x seminggu
Mandi dibuat 2 hari sekali saja
Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung anis merah lain dahulu
Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari

PERAWATAN DAN STELAN UNTUK LOMBA

Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung anis merah:

H-3 sebelum lomba, jangkrik bisa dinaikkan menjadi 2 ekor pagi dan 2 ekor sore.
H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 1 ekor saja.
Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.

PENTING

Jangan memberikan Ulat Hongkong dalam menggenjot birahi pada burung anis merah. karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat meningkat dan menjadi tidak stabil.

Sebaiknya, joki lapangan adalah orang yang tidak pernah terlibat didalam perawatan harian pada burung anis merah tersebut.

PERAWATAN DAN STELAN PASCA LOMBA

Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung anis merah:

Porsi EF dikembalikan ke stelan harian.
Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

Baca juga  Pilih AM berdasar katuranggan

PERAWATAN DAN STELAN PADA MASA MABUNG

Mabung (moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak.

Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidakseimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.

Berikut ini Pola Perawatan masa mabung:

Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: stelan jangkrik dibuat 4 ekor pagi dan 4 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Cacing 2 ekor 3x seminggu.
Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

Budidaya Anis Merah 1

Beberapa waktu yang lalu, Om Ige Kristianto dari Yayasan Kutilang mau berangkat ke Bali untuk melakukan pemaparan hasil penelitiannya tentang Anis Merah di Pulau Bali. Saat itu beliau memang menjanjikan mau mengirimkan hasil penelitiannya itu.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Ketika mengirim artikel ini via email, Om Ige berkata begini:

Slamat siang Om….
Berikut adalah artikel yang semoga dapat dimuat di www.omkicau.com.
Mungkin memang terlalu panjang karena artikel ini juga sudah kami terbitkan dala bentuk booklet dan kami sebarkan ke para petani anis merah di Bali…

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Harapan saya, artikel ini dapat memberikan gambaran tentang praktek pemanenan anis merah di Bali dan memancing minat untuk replikasi di tempat lain dengan jenis burung yang berbeda. sehingga selain kelestarian burung, lingkungan tempat kita hidup juga dapat terjaga. Hal ini juga saya yakin akan menjamin hobi memelihara burung dapat lestari….
Demikian, dan trimakasih atas bantuannya Om…

Salam Hormat,
Ige Kristianto
KUTILANG INDONESIA

——————-

Nah berikut ini saya sajikan secara bersambung artikel kiriman Om Ige  dengan saya beri judul “Penangkaran Anis Merah: Penelitian Kutilang Indonesia”.

Semoga bermanfaat untuk pembaca www.omkicau.com.

—————-

Anis Merah

Dokumentasi pengetahuan masyarakat petani kopi di Bali dalam upaya penangkaran Anis Merah di Alam

BAB I

Mengenal Anis Merah

Anis Merah tidak hanya dapat ditemukan di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lain, seperti Bangladesh, Bhutan, Cambodia, China, India, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, SriLanka, Thailand, dan Vietnam. Jumlah Anis Merah di seluruh tempat hidupnya diperkirakan tidak mengalami penurunan lebih dari 30% dalam 10 tahun terakhir, sehingga salah satu lembaga pelestari burung internasional (Birdlife international) masih merekomendasikan burung ini dicatat dengan status belum terancam punah (Least Concern) pada daftar burung-burung terancam punah di seluruh dunia (IUCN Red List) tahun 2008.

Meski demikian, jumlah Anis Merah di Jawa diperkirakan telah menurun dengan sangat tajam akibat maraknya penjaringan burung untuk dijual sebagai burung peliharaan (http://www.reference.com/browse/all/Orange-headed). Sementara itu di seluruh daratan asia tenggara jumlahnya dikhawatirkan akan terus menurun akibat semakin sedikitnya daerah berpohon.

Baca juga  Teliti sebelum membeli…

Secara internasional, Anis Merah pertama kali dideskripsikan atau diberi nama ilmiah oleh John Latham pada tahun 1790 dengan nama Turdus citrinus. Perbedaan kenampakan Anis Merah yang terdapat di berbagai tempat membuat para ahli burung membedakan jenis ini menjadi beberapa ras, namun Rasmussen dan Anderton (2005) menyatakan bahwa terdapat kemungkinan adanya beberapa jenis dalam 12 ras (Box 1. Ras-ras Anis Merah di seluruh dunia) yang ada saat ini.

Peta penyebaran anis merah. (Kiriman Yayasan Kutilang)

Di Indonesia, Anis Merah terdapat di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Di sumatra diperkirakan merupakan pendatang (migran) dari daratan asia dan kemungkinan terdapat dua ras yaitu ras Zoothera citrina innotata dan ras Zoothera citrina gibsonhilli . Di Kalimantan bagian utara merupakan burung penetap di daerah pegunungan, antara 1000 – 1500 meter diatas permukaan laut dan hanya diketahui dari sedikit catatan di G.Kinabalu dan Trus Madi yang merupakan ras Zoothera citrina aurata. Di Jawa dan bali dapat ditemukan sampai ketinggian 1500 meter diatas permukaan laut. Ras yang terdapat di Jawa bagian barat adalah Zoothera citrina rubecula dan yang ada di jawa bagian timur dan Bali adalah Zoothera citrina orientis. Kedua ras ini hanya dibedakan dari panjang sayapnya. Penamaan ras Zoothera citrina rubecula dilakukan oleh Gould pada tahun 1836, sementara itu nama ras Zoothera citrina orientis diberikan oleh Bartels, Jr. pada tahun 1938. Beberapa ahli burung meragukan perbedaan ras Anis Merah yang terdapat di jawa bagian barat dengan jawa bagian timur dan bali ini.

Anis Merah mencari makan di atas tanah dengan tanaman bawah pohon yang rapat. Sangat aktif mencari makan di bawah bayang-bayang sinar matahari dengan membongkar-bongkar seresah dedaunan untuk mencari serangga, laba-laba, cacing dan buah-buahan yang telah jatuh di tanah. Di Malaysia, Anis Merah sering teramati memakan buah beringin.

Sarang Anis Merah berbentuk seperti mangkuk yang dangkal dan tersusun dari akar pohon, daun, dan seresah. Kedua induk aktif membangun sarang yang seringkali dibangun pada ketinggian lebih dari 4,5 meter dan diletakkan pada pohon kecil atau semak. Telur sebanyak dua sampai empat, seringkali tiga, dierami selama 13-14 hari sampai menetas. Setelah menetas, anak dirawat sekitar 12 hari sampai dapat keluar dari sarang. (http://www.reference.com/browse/all/Orange-headed). Terry Gonsolvis (seorang penangkar di Bristol, Inggris) telah berhasil menangkarkan Anis Merah dari ras Zoothera citrina cyanotus. Arkun (seorang penangkar di Depok, Bogor) telah berhasil menangkarkan Anis Merah dengan menitipkan telurnya pada burung Anis Kembang (http://www.kicaumania.org).

Baca juga  Melacak kegagalan telur MB yang tidak menetas

Anis Merah di Bali

Saat ini Anis Merah merupakan salah satu jenis burung yang paling banyak di pelihara oleh masyarakat di Indonesia. Menurut hasil penelitian tim peneliti dari BURUNG INDONESIA, Anis Merah menempati urutan ketiga dari jenis-jenis burung yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Denpasar (tabel.1). Penelitian ini dilakukan pada tahun 2006 melalui wawancara terhadap 1781 keluarga.

Tabel 1. Urutan jenis burung yang paling banyak dipelihara di 6 kota besar di Jawa dan Bali

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

 

Popularitas Anis Merah sebagai burung peliharaan tidak lepas dari maraknya lomba burung berkicau yang saat ini diselenggarakan minimal setiap satu bulan sekali dan latihan bersama (latber) yang diselenggarakan minimal setiap satu minggu sekali di setiap kota. Selain volume, variasi, dan irama suara, perilaku “teler” merupakan salah satu faktor utama yang dinilai dalam lomba burung.

Persebaran dan tempat hidup

Secara administratif, berdasarkan informasi dari berbagai sumber, survey cepat dan wawancara tidak terstruktur yang dilakukan selama 10 hari berkeliling Bali, Anis Merah dapat ditemukan di empat kabupaten yaitu Jembrana, Buleleng, Tabanan, dan Karangasem.

Anis Merah sering terlihat di kebun-kebun kopi dan hutan (alas gedhe) yang berada di dekat aliran sungai, termasuk sungai-sungai kecil dan di lembah-lembah yang jarang terkena sinar matahari langsung. Meski demikian tidak di semua kebun kopi dan tidak di semua hutan terdapat sarang Anis Merah.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Di beberapa daerah seperti Labuanaji, Telage, Kekeran, dan Pelapuan yang juga terdapat sedikit perkebunan kopi dan di areal berhutan disebelah barat daya Penataranbujak tidak ditemukan sarang Anis Merah. Satu kesamaan yang dimiliki daerah-daerah ini adalah terletak pada ketinggian kurang dari 400 meter diatas permukaan laut.

Budidaya Anis Merah 3

Tulisan lanjutan dari “Penangkaran Anis Merah: Penelitian Kutilang Indonesia (2)”

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

BAB III

Faktor pendukung penangkaran di alam

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Pencurian anakan Anis Merah di sarang, penangkapan indukan dengan jaring, bahkan penembakan masih terus terjadi meski di beberapa Banjar telah dilarang. Semua tindakan tersebut dapat mengancam kelestarian Anis Merah yang pada akhirnya juga dapat mengurangi rejeki. Oleh karena itu semua pihak diharapkan dapat mengambil tindakan-tindakan untuk menghentikan kegiatan-kegiatan yang membahayakan kelestarian kedhis taien sampai tersebut. Jangan sampai kedepan nasib Anis Merah akan sama dengan Jalak Bali atau Curik Bali yang saat ini sudah sangat-sangat langka bahkan ada yang menduga telah punah.

Beberapa petani telah mengamati bahwa setiap tahun jumlah anakan Anis Merah yang dapat dipanen terus menurun. Hal ini karena jumlah anakan yang “lepas” dari sarang dan dapat menjadi indukan baru pada musim berkembangbiak tahun berikutnya sangat sedikit. Dari hasil wawancara dengan beberapa petani dapat diperkirakan bahwa dari setiap seratus anakan yang dapat dipanen, hanya kurang dari sepuluh ekor yang “lepas” atau yang dapat menjadi induk baru di musim berikutnya. Jika diasumsikan dari sepuluh ekor itu dapat menjadi lima pasang induk baru, maka setiap tahun jumlah induk baru yang dapat menghasilkan anakan untuk dipanen hanya lima pasang. Sementara itu, sampai dengan saat ini belum dapat diketahui berapa jumlah indukan yang tidak dapat berkembangbiak lagi setiap tahun. Dari fakta terus menurunnya jumlah anakan yang dapat dipanen, dapat diduga bahwa jumlah indukan yang tidak dapat berbiak setiap tahun jumlahnya lebih banyak daripada indukan baru yang mulai berkembangbiak.

Penegakan peraturan adat

Peraturan adat yang masih dijunjung tinggi merupakan salah satu nilai lebih yang dimiliki oleh masyarakat di Bali. Sangsi atau denda yang diberikan kepada orang yang tertangkap basah mengambil Anis Merah di kebun orang lain terbukti dapat menimbulkan efek jera bagi pencuri. Di daerah Subak Abian Gunung Amerte misalnya, denda bagi pencuri satu sarang anakan anis merah yang tertangkap basah adalah sepuluh ribu rupiah dikalikan jumlah anggota subak, yaitu sebanyak 166 KK. Beberapa Subak yang belum menerapkan peraturan serupa perlu terus didorong untuk menerapkannya.

Baca juga  Penangkaran Anis Merah: Penelitian Kutilang Indonesia (2)

Keberadaan peraturan adat ini perlu terus didukung oleh semua pelaku perdagangan Anis Merah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan tidak membeli kedhis taien sampai hasil pencurian. Tanpa adanya peran aktif semua pihak dalam menegakkan peraturan adat ini, maka keberadaan peraturan adat tidak akan dapat mendukung upaya pelestarian Anis Merah.

Menyiapkan Indukan Baru

Rejeki yang kita terima dari Anis Merah saat ini mestinya juga menjadi hak anak-cucu kita. Oleh karena itu sudah sewajarnya jika setiap tahun kita menciptakan indukan baru dengan cara tidak memanen semua sarang yang kita temukan di kebun. Kita dapat meyakini bahwa anakan yang tidak kita panen, tahun depan akan kembali ke kebun kita dan memberikan sebagian dari anaknya untuk menjadi rejeki bagi kita.

Kita dapat belajar dari kegagalan penangkar jalak oren di Klaten. Saat ini beberapa penangkar jalak oren di daerah klaten telah berhenti berproduksi. Hal ini terjadi karena indukan yang mereka miliki telah memasuki masa tidak produktif lagi. Sementara hasil anakan yang selama ini dipanen semuanya telah dijual, sehingga diperlukan modal yang besar untuk mengadakan indukan baru. Pengalaman ini membawa pengetahuan baru bahwa jalak oren dan semua jenis burung tidak sepanjang hidupnya dapat beranak-pinak.

Adanya kekhawatiran bahwa suatu saat harga Anis Merah akan turun, terutama ketika penangkaran dalam kurungan telah berhasil, mungkin dapat dibenarkan. Hal ini terjadi karena para penghobi burung seringkali memilih anakan yang berasal dari burung-burung yang pernah menjadi juara dalam lomba. Meski demikian, sejarah membuktikan bahwa penangkaran dalam kurungan selalu marak ketika jumlah burung yang tersedia untuk dibeli turun drastis. Oleh karena itu, mempertahankan jumlah burung yang dapat dijual dalam jumlah dan harga tertentu setiap tahun akan menjamin bahwa hasil penangkaran dari kebun kopi akan terus dibeli oleh para penghobi burung berkicau. Gejala turunnya jumlah burung dan naiknya harga jual setiap tahun sebenarnya merupakan tanda awal akan turunnya minat para penghobi terhadap Anis Merah. Oleh karena itu, melestarikan induk dan menciptakan induk-induk baru dengan menyisakan sebagian sarang untuk tidak dipanen akan menjamin jumlah burung yang dapat kita jual setiap tahun. Dengan demikian, kekhawatiran akan turunnya harga Anis Merah juga dapat kita abaikan. Tentunya kerjasama yang baik antara petani dan para pelaku jual-beli anakan Anis Merah juga harus dijaga dan ditingkatkan.

Baca juga  NSM BF Bogor: Sarang batok kelapa lebih nyaman untuk anakan murai batu

Menjaga Burung Lain

Belajar dari pengalaman kedis taien sampi, menjaga keberadaan semua jenis burung yang saat ini hidup di kebun kopi menjadi sangat penting. Jenis-jenis burung yang saat ini belum laku untuk dijual suatu saat mungkin akan laku dijual. Lima tahun yang lalu misalnya, burung kacamata, kolibri atau burung madu, dan cipoh tidak ada yang mau membeli tetapi saat ini mulai banyak diminati oleh para penghobi burung berkicau. Biasanya, minat terhadap jenis burung tertentu akan meningkat tajam ketika jenis burung tersebut mulai dilombakan. Sampai saat ini masih sangat sulit memprediksi waktu suatu jenis burung akan memiliki nilai jual. Oleh karena itu mempertahankan jenis-jenis burung lain yang ada di kebun kopi kita adalah pilihan bijaksana karena suatu saat burung-burung ini juga akan memberikan rejeki bagi kita, selain Anis Merah.

BAB IV

Penutup

Hanya ketidak-pastianlah yang dapat kita pastikan di dunia ini. Terlebih dalam hal rejeki atau pendapatan. Meski demikian, setiap manusia mendapat karunia berupa tenaga dan kemampuan berfikir. Kedua karunia itu menjadikan manusia punya kuasa untuk berusaha meraih rejeki atau mengusahakan pendapatan. Besar-kecilnya rejeki yang kita terima, menjadi kuasa Parama Atma yaitu Tuhan Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk memutuskan.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Mendapatkan Anis Merah juga merupakan rejeki, tambahan pendapatan bagi pengelola kebun kopi yang menepati jadwal pemangkasan perindang bawah, mempertahankan perindang atas, memotong rumput pengganggu, memupuk kopi dengan pupuk kandang, dan menyisakan beberapa sarang untuk regenerasi indukan.

Buku kecil ini ditulis sebagai hasil interaksi dengan beberapa petani perkebunan kopi di Bali. Pengetahuan yang ada pada setiap individu ini kami kumpulkan dan kami rangkai sehingga tercipta sebuah pengetahuan. Kami hanya menjahit pengetahuan ini menjadi satu, namun pengetahuan yang tertuang dalam buku ini seutuhnya milik masyarakat petani kopi di Bali.

Semoga pengetahuan ini dapat menjadi salah satu jalan menuju jagadhita (kemakmuran dan kebahagiaan setiap orang, masyarakat, maupun negara). Semoga burung anis merah yang telah memberikan rejeki tambahan ini juga tidak menjadi punah di kemudian hari, sehingga anak-cucu kita kelak juga dapat menikmati rejeki yang diberikannya.

Budidaya Anis Merah 2

Sambungan dari “Penangkaran Anis Merah: Penelitian Kutilang Indonesia (1).

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Menyediakan makanan

Pemeliharaan kambing dan atau sapi di areal kebun kopi secara langsung akan meningkatkan jumlah cacing tanah yang menjadi makanan utama Anis Merah. Penggunaan kotoran ternak sebagai pupuk akan membuat cacing tidak terkumpul hanya disekitar kandang sehingga jumlah cacing dapat meningkat. Pembersihan atau pemotongan rumput dan menggunakannya sebagai penutup tanah dan pupuk hijau juga akan meningkatkan jumlah cacing.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Penggunaan pupuk kandang dan pupuk hijau akan mendatangkan cacing dari kelompok jenis litter feeder atau cacing pemakan bahan organik. Kelompok jenis cacing yang sering juga disebut sebagai “ecosystem engineer” atau pencipta ekosistem ini paling banyak ditemukan di kebun kopi yang memiliki perindang bawah, perindang atas, dan tanaman pencampur lain (Hairiah, dkk., 2004). Sementara itu penggunaan pupuk buatan, terutama urea (dalam bentuk ammonium sulfat dan sulfur coated urea) secara terus menerus selama 20 tahun dapat menyebabkan pemasaman tanah sehingga populasi cacing tanah akan turun dengan drastis (Ma et al., 1990).

Pencangkulan tanah akan membuat cacing-cacing yang berada di dalam tanah atau kelompok cacing pemakan tanah (geofagus) dapat dengan mudah dimakan oleh Anis Merah. Selain itu, pencangkulan juga dapat meningkatkan kegemburan tanah sehingga pergerakan cacing, terutama dari kelompok jenis pemakan bahan organik, lebih mudah mencari makan di permukaan tanah.

Keberadaan aliran sungai dan genangan air di kebun kopi akan menyediakan cacing dari kelompok jenis pemakan tanah basah (limifagus). Cacing dari kelompok pemakan tanah basah inilah yang sering dimangsa oleh Anis Merah di saat musim kemarau.

Keberadaan cacing tanah memiliki peran yang sangat-sangat penting bagi perkebunan kopi. Banyaknya cacing dalam tanah menunjukkan bahwa tanah dalam keadaan sehat. Cacing tanah berperan dalam menurunkan kepadatan tanah. Perilaku cacing tanah yang selalu membuat lobang dalam tanah membuat kandungan oksigen dan air dalam tanah lebih banyak. Selain memproduksi pupuk organik bagi tanaman, cacing juga mendistribusikan pupuk organik ke daerah perakaran tanaman. Kotoran cacing atau yang biasa disebut casting memiliki kandungan C-organik, N-organik, P, Ca dan Mg tersedia lebih banyak, serta memiliki kandungan unsur-unsur yang beracun seperti Mn dan Al yang lebih sedikit dibandingkan kotoran hewan lain. Casting juga mampu melindungi akar tanaman dari serangan jamur fusarium (subowo, 2002 www.balitbangdasumsel.net/jurnal/Jurnal_ed_02/daftarisijurnal.pdf?id=00002).

Cara termudah untuk meningkatkan jumlah cacing tanah di kebun kopi adalah dengan menutup tanah di kebun dengan pupuk hijau dan pupuk kandang. Selain itu adalah dengan menghindari penggunaan pestisida (racun serangga) dan herbisida (racun pembunuh gulma) dalam pengelolaan kebun kopi. Menjaga keberadaan perindang bawah dan perindang atas, terutama dadap, lamtoro, dan gamal juga akan menjamin keberadaan cacing tanah di kebun kopi. Mempertahankan Dadap sebagai perindang atas mungkin paling baik bagi tanaman kopi, karena guguran daunnya mampu menekan pertumbuhan rumput gulma dan relatif selalu hijau sepanjang tahun (K.Heyne, 1987). Guna menghindari pohon dadap tumbang, perlu dipertimbangkan untuk mengganti tanaman-tanaman yang telah tua dengan tanaman baru.

Baca juga  Puspitaloka BF Tangerang: Anakan murai umur 1-2 minggu diberi kroto segar campur madu

Berternak cacing akan sangat membantu petani perkebunan kopi dalam meningkatkan hasil panen kopi. Hasil pertama berupa kotoran cacing sangat baik digunakan sebagai pupuk tanaman kopi. Hasil kedua berupa cacing dapat digunakan sebagai makanan tambahan untuk Anis Merah di saat musim berkembangbiak. Beternak cacing juga tidak membutuhkan biaya dan tenaga yang besar, terlebih dibandingkan dengan keuntungan berlipat yang akan didapatkan.

Salah satu peternak cacing di Bali yang telah berhasil adalah Luh Ketut Kartini, seorang dosen di Universitas Udayana-Bali, yang beternak cacing di rumahnya di Jl. Kargo Sari II, Denpasar – Bali. Hasil ternak cacingnya diolah menjadi kapsul untuk obat berbagai penyakit berat, seperti tipes, hepatitis, dan stroke ringan.

Mengurangi jumlah pemangsa dan penganggu

Mengurangi jumlah pemangsa dengan berbagai cara mungkin dapat meningkatkan jumlah anak Anis Merah yang dapat dipanen. Meski demikian, masing-masing predator sebenarnya juga saling memangsa. Misalnya ular kita ketahui juga sering memangsa tikus, pidit, tupai, dan bunglon. Sementara itu, burung hantu dan bulusan juga sering memangsa ular dan tikus. Hal ini membuat pembasmian salah satu jenis pemangsa justru dapat meningkatkan pemangsaan telur dan atau anakan Anis Merah di kebun. Misalnya ketika jumlah tupai di kebun berkurang sementara jumlah ular tidak berkurang, maka ular akan lebih sering memangsa Anis Merah untuk bertahan hidup. Sama halnya ketika kita membasmi ular, pidit, tikus, dan tupai, maka burung hantu akan kekurangan makanan, sehingga akan lebih banyak memburu anak dan atau telur Anis Merah di sarang.

Melihat kemungkinan ini, maka cara yang paling efektif untuk melindungi anakan Anis Merah dari pemangsa adalah dengan menyiapkan tempat-tempat bersarang yang terlindung dari kemungkinan serangan pemangsa. Cara lain adalah dengan membasmi semua jenis pemangsa secara bersamaan. Misalnya jika kita telah membunuh seekor tupai, atau seekor tikus, atau seekor pidit dan atau dua ekor bunglon maka kita juga harus membunuh satu ular dan satu burung hantu dalam rentang waktu yang tidak jauh berbeda.

Baca juga  Anak nuri kepala hitam itu sudah bisa diajak bermain-main

Beberapa peneliti burung melaporkan bahwa beberapa jenis burung dari keluarga Cuculidae, seperti Kangkok erasia, Bubut jambul, dan Pied cockoo (di India dan Cina) sering mengganti telur Anis Merah dengan telur mereka, sehingga tanpa sadar Anis Merah akan membesarkan anak burung lain. Meski demikian,keluarga burung Cuculidae ini paling sering menitipkan telurnya pada sarang kedhis pagar-pagar atau prenjak, sehingga tetap menjaga keberadaan burung-burung lain di kebun kopi kemungkinan akan dapat menyelamatkan sarang Anis Merah dari kehilangan telur dan anaknya akibat ulah burung-burung dari keluarga Cuculidae ini.

 

Pemanenan

Sarang Anis Merah kadang dapat ditemukan di pohon yang tidak jauh dari jalan, tempat orang biasa berlalu-lalang dan di dekat rumah. Anis Merah termasuk burung yang sensitif, sehingga jika terlalu sering dilihat saat masih membuat sarang, maka sarang yang sedang dibangun akan ditinggalkan. Pengecekan kondisi telur dan anakan di sarang lebih baik dilakukan dengan menggunakan kaca.

Di awal musim penghujan atau sebelum bulan Desember, pemanenan dapat dilakukan saat anakan masih berumur dibawah 8 hari. Pada pertengahan musim panen atau setelah bulan Desember, umur yang paling aman untuk memanen anakan Anis Merah di sarang adalah pada umur 8 – 9 hari setelah menetas atau pada umur kemukuas (Box 2.Tahapan umur anakan Anis Merah di sarang). Anakan yang dipanen pada umur lebih dari 14 hari juga sering mengalami kematian karena stress. Umur pemanenan yang tepat akan mengurangi resiko kematian dalam perawatan setelah dipanen.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Tingginya tingkat kematian dalam perawatan setelah dipanen dapat menyebabkan kerugian pada pengecer maupun pengepul. Ketika pengecer ataupun pengepul “berhenti” bekerja, maka ada kemungkinan Anis Merah tidak akan dapat menjadi komoditas ekonomi. Oleh karena itu kerjasama yang baik diantara petani, pengecer, dan pengepul adalah kunci keberlanjutan nilai ekonomi Anis Merah.

Box 2.Tahapan umur anakan Anis Merah di sarang

 

Penyediaan cacing disekitar sarang yang telah dipanen dengan menyangkul tanah, memotong rumput, menabur pupuk kandang, dan secara langsung meletakkan cacing dalam wadah tertentu akan mempercepat induk bersarang kembali disekitar sarang yang telah dipanen. Induk akan bersarang kembali satu sampai dua minggu setelah anaknya dipanen.

Kadang induk akan menggunakan kembali sarang lama yang telah dipanen, terlebih jika saat memanen sarangnya tidak ikut kita ambil. Jika induk membuat sarang baru, maka jarak dengan sarang yang telah dipanen biasanya kurang dari 20 meter bahkan kadang hanya tiga sampai lima meter. Dalam satu musim berkembangbiak atau selama musim hujan masih berlangsung, dari satu pasang induk dapat dipanen sampai empat kali meski umumnya hanya dua kali. Jika dari setiap sarang dapat dipanen 3 anakan, maka dalam satu musim penghujan jumlah maksimal anakan yang dapat dipanen dari satu pasang induk adalah 12 anak

Bunyi dan teller Anis Merah tidak stabil

Tanya: 

Saya baru aja beli anis merah, tolong bantuannya dong. Gmn sih cara pelihara anis merah supaya cepat berkicau. Soalnya kata teman2 saya burung anis merah membutuhkan waktu Tahunan untuk berkiccau.

Terima kasih atas bantuannya. (Ali Yusuf)

Jawab:

AM bunyi dan teler tidak stabil biasanya karena:

1. Perawatan yang berubah2, tidak teratur dan tidak konsisten (pakan, EF, mandi, jemur).

Kalau jemur cuma 1 kali seminggu dan bunyi terus, nggak usah dilatih untuk jemur setiap hari. Kalau mandi biasa disemprot dan nggak mau dikaramba, ya nggak usaha sekali2 dikaramba sambil dipaksa2 masuk ke keramba. Kalau diberi makan pakan murahan sudah OK, nggak usah diganti2 pakan lain dengan asumsi “biar lebih bagus”. Orang yang suka opor atau soto saja kadang emoh diberi hotdog, pizza atau kue keju kok, meski konon gizinya lebih tinggi.

Kalau biasanya dengan jangkrik 1 sehari sudah OK, nggak usaha digeber dengan 4-5 jangkrik dengan asumsi biar lebih OK.

Orang burungnya nggak suka repot2 kok kita malah yang lebih repot dengan asumsi “biar lebih bagus”. Kalau Anda merasa memang perlu mengubah menu pakan, pola jemur, mandi dan sebagainya, ya diubah saja secara perlahan dan setelah itu dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan serta jangan diubah2 lagi.

Selama masa pengubahan, pasti akan ada perubahan konsistensi dalam bunyi dan perilaku burung. Ya sudah, tunggu saja sampai dia mapan dan bunyi secara stabil.

Berapa lama waktunya? Ya tergantung. Yang jelas, bukan dalam waktu sehari dua hari. Bisa sepakan, bisa sebulan dan sebagainya.

 

Kita sering menjadi uring2an pelihara burung karena kita sendiri tidak pernah konsisten. Dengar nasihat A, dituruti. Nasihat B dituruti, tapi diubah lagi karena nasihat C dan sebagainya. Nah, kemudian kitab berpikir “wah ini burung kok sulit sekali ya….” Padahal, kenyataannya kita sendiri yang “sulit” dan “nggak berprinsip”.

Seandainya AM bisa ngomong, maka dia akan berkata, “Wah si bos ini gimana sih, orang kok bingungan. Udah enak2 makanan yang kemarin kok disuruh makanan kayak gini……hoeeek…….” Maka, ngambeklah dia.

Hehehehe.

2. Karena masih muda dan kalau diibaratkan manusia anak2, dia belum punya “pegangan” dan belum menemukan “kesenangan”. Celakanya lagi, sudah AMnya muda, belum ada satu setengah tahun misalnya, sudah harus gonta2 makan dan perawatan. Weleh-weleh….

Soal AM nggak seperti MB, ya lain donk. Itulah bedanya burung fighter dan bukan. Sejumlah burung disebut fighter karena sangat peka dengan bunyi2an di sekitarnya apalagi ketemu sesama fighter. Jangankan ketemu burung lain, dengar suara tokek di malam hari, kadang2 MB langsung menyahut dan bernyanyi nggak kalah seru kok.

Nah, AM bukanlah burung fighter, seperti halnya MB, kacer, decu, larwo atau tledekan/sulingan.

Soal bagaimana burung cepat berkicau, ya semuanya melalui proses. Nggak bisa kita beli burung yang bisa instan kita rawat dan langsung OK. Kecuali tentunya, kita beli burung yang sudah jadi, burung kelas latber ataupun burung lapangan.

Makanya, ya itu, sabar dan sabar. (Duto)

Sudah 2 Tahun AM belum bertelur?

Tanya:

Mas Duto…. bila menilik usia AM saya yg sudah hampir 2 tahun,, semestinya bila betina dia sudah bertelur toh ?? (Willianto Putro)

Jawab:

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Saya sepakat nih Mas Willy, kalau betina seharusnya sudah nelor. Cuma perlu dicatat bahwa tidak semua betina yang diperlihara di sangkar nelornya mulusZ seperti seharusnya. Sebab, dengan keterbatasan kapur (pembentuk cangkang telor) bisa jadi si betina nelornya cuma kayak cairan (cangkang terlalu tipis dan karenanya pecah) sehingga kita nggak memperhatikan bahwa itu sesungguhnya telor dan kita cuma mengira itu kotoran burung pada umumnya cuma agak basah dan berlendir.

 

Nah, jika pakan mencukupi, tentulah betina usia 2 tahunan sudah nelor, baik di-jantan-i maupun tidak. Untuk AM Mas Willy, coba ketika rontok nanti dimaster pakai suara2 lain yang macem2. Siapa tahu lagunya nambah dan tidak monoton.

Soal kepastian jantan-apa betina, tentunya saya juga tidak bisa memastikan. (Duto)

Anis Merah terdiam melihat majikannya

Pertanyaan:

 

AM gue nggacornya minta ampuunn, suara besar dan ngeplong-2, dan sekarang pernah saya dapetin si AM-ku teler.., waduuh…senengnya minta ampun dech.., trus problem nya gini.., si AM-ku kalo pas bunyi trus keliatan saya…dia jadi berhenti kicau.., tp kalo diliat orang lain si AM-ku enggak gubris.. trus aja dia kicau…, wah-wah jadi gemez dech saya.., gimana yaa Om-om cara ngatasinya. Perlu diketahui mmg secara harian saya yang ngerawat dia, pagi n malem (saat sblm ke kantor n slh datang ngantor). Tolong dech temen-2 sharing-experiances nya…., Makasih yaa..( Adhitya)

Jawab:

Itu problem umum Mas.

Ada dua kemungkinan AM diam kalau ketemu tuannya.

Pertama, takut. Biasanya dikarenakan trauma karena pernah merasa Anda sakiti/takuti. Bisa jadi pernah Anda pegang, atau Anda paksa2 masuk keramba dengan kayu dsb.

 

 

Kalau nggak ya, kedua, pengin bermanja. Untuk yang pengin bermanja ini biasanya karena sering dikasih makan (jangkrik misalnya) secara langsung dari tangan. Bisa juga sering Anda goda dengan tangan sampai2 dia seakan mau ngejar2 Anda untuk cari perhatian.

Solusinya, kalau karena takut ya cobalah Anda bersikap lebih lembut kepadanya.

Kalau karena bermanja, sekarang nggak usah anda goda2 dan kalau ngasih makan ya dikaramba dulu baru pakan (jangkrik) Anda masukkan. Jadi dia tidak merasa tergantung atau pengin bermanja kepada Anda. Ketergantungan menyebabkan dia akan turun tangkringan ketika Anda datang karena berpikir: “Nih bos gua datang………pasti mau beri gua jangkrik. Turun ah……..”, hehehehehe.

 

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

Takaran jangkrik untuk Anis Merah

Tanya:

 

Saya pingin nanya nih, AM saya yang mulai ngeriwik musti kena jangkrik 8 ekor pagi hari, baru mau ngeriwik…. ada cenderung betina enggak OM?..soalnya yang saya tahukan cukup 3-4 ekor aja, sudah tetep ngeriwik ya OM? (Nicho)

Jawab:

Intinya begini, masing2 burung itu karakternya berbeda2; satu burung satu karakter. Artinya, kalau Anda punya 1000 burung, Anda musti menghadapi 1000 karakter. Hal2 yang saya sampaikan adalah hal2 yang umum. Misalnya saja, secara umum AM ya extrafoodingnya ya cukup 2-2 jangkrik pagi-sore, dengan kroto satu sendok teh seminggu dua kali; buah (pisang/apel/pir dsb; rutin lebih baik) dan cacing (setiap hari; 3-4 ekor ukuran selidi dengan panjang 10 cm; atau setara dengan itu); dan voor (tersedia selalu; sering diganti/tidak jamuran atau kena kotoran si burung). Tetapi ada juga yang mau bunyi kalau sudah diberi 8 jangkrik atau bahkan 15 jangkrik; atau ada juga yang nggak mau bunyi kalau diberi jangkrik dsb-dsb. Jadi, kalau AM Anda mau bunyi setelah digenjot 8 jangkrik, ya itu memang mau dia, nggak apa2. Kroto harus setiap hari misalnya, kalau itu sudah jadi kebiasaan dan membisu kalau diubah, ya itulah risiko memberi makan kepada burung secara berlebih karena harus diteruskan kecuali kita pengin burung kita jadi membisu seribu bahasa.

Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Ada juga yang biasanya harus mandi karamba dulu sebelum mau teler-tancep dsb-dsb.

Nah untuk AM punya Anda, ya pelihara saja sebagaimana biasanya, kecuali Anda akan mengubah kebiasaan itu, tentunya ya perlahan-lahan. Misalnya, selama tiga hari berturut-turut, jangkrik cukup 7 ekor/hari; tiga hari berikut, 6 ekor/hari dst sambil dipantau perkembangannya sampai sehari cukup 2-2 pagi-sore. Kalau penampilan (ngriwik) hanya berukurang sedikit, nggak apa-apa, teruskan. Kalau justru menjadi benar2 ngedrop, ya sudah kembalikan ke kebiasaan lama, nggak perlu pusing2.

Intinya, supaya kita bisa happy dengan burung, si burung haruslah happy duluan.( Duto)