Memelihara LB di kandang koloni

Salam kenal mas Duto, aku baru beli 4 ekor love bird, rencananya mau di tangkarin, kebetulan aku bikin ukuran kandang 1.5 x 1 m. aku siapin kotak sarang 2 buah, karena dari 4 ekor tadi cuman 1 jantan. saya senang karena 6 hari masuk kandang, eh ke dua kotak sarang udah diangkut ama LB kulit jagung dang rumput yg udah ku isapin. yang anehnya ada 1 betina yg tidur 1 sarang dg jantan, agresif sekali dg betina yg bikin sarang di kotak yang 1. sampe ada luka di kaca mata LB nya. apa nggak menggangu ???? tapi saya ambil inisiatif untuk misahin LB yang luka tadi untuk pindah ke sarang lain sendiri, tapi saya siapin kotak juga. yg mau saya tanyakan
1. apakah mengambungkan LB seperti yg saya lakukan wajar,
2. kenapa betina yg tidur 1 kotak dg jantan agresif dg betina yg bikin sarang di kotak yang satunya lagi?
3. apakah LB yg bawa sarang ke dalam kotak, sudah mau bertelur, ato hanya buat dia penghangat tidur aja?
4. dengan saya pindahkan yang LB luka tadi, apa dia masih mau bertelur(asumsi saya dia udah pernah kawin dg jantan yg se ekor.
5. apakah saya bisa mengati yg betina udah pernah menetaskan anaknya 1 kali dg betina lain buat pasangan baru LB jantanya.
terima kasih banyak atas waktunya mas, semoga dapat penjelasan dari mas duto.

 

Jawab:

1. Menangkar LB secara koloni memang bisa tetapi kandangnya perlu lebih besar. Juga, sebaiknya jumlah jantan dan betina sama sehingga akan berpasang-pasangan.
2. Itu namanya cemburu (terganggu) Om. Di kotak manapun, si betina itu akan menguber betina lainh yang kurang dominan. Ada baiknya pejantannya ditambah dua ekor lagi.
3. Membawa sarang ke kotak itu sudah naluriah untuk LB yang memasuki usia kawin Om. Kadang juga belum tentu untuk bertelur.
4. Kalau dipisah, bisa jadi memang mau bertelur (karena LB betina dewasa tetap bertelur meski tidak ada pejantannya). Cuma saya tidak yakin kalau nanti telurnya isi. Sebab, pembuahan atas telur hanya akan jadi ketika telur sudah matang/siap. Meski katakanlah sebelumnya sudah kawin dengan LB jantan, tetapi karena mungkin kumpulan calon telur di indung telurn belum matang, maka untuk jadi perlu dibuahi lagi ketika sudah matang.
5. Bisa saja LB diganti2 pasangannya asal pasangan lamanya sudah tidak berada dalam satu kawasan yang bisa saling mendengar (saling memanggil). Kalau masih bisa saling memanggil, tidak akan mau jodoh dengan LN lain.
Demikian penjelasan saya semoga membantu.

Baca juga  Ini dia video dan audio lovebird Zuviter milik Om Tata

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Tips dan info lain:

1. Jika burung jantan untuk penangkaran tidak juga gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau burung betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor burung tidak isi dan karenanya tidak bisa menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan bisa memproduksi sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita menggunakan Bird Mature (klik saja).

Baca juga  Burung nuri kepala hitam, cerita sukses penangkaran Om Naryo Sragen

Selama kondisi alat-alat reproduksi dalam keadaan normal, Bird Mature sudah terbukti meningkatkan kesempurnaan proses reproduksi burung-burung penangkaran. Tidak hanya kenari, tetapi semua jenis burung.

2. Jika burung-burung anakan dari penangkaran kita gampang mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, karena daya tahan tubuh secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya mengonsumsi Bird Mineral (klik saja).

Bird Mineral tidak hanya bagus untuk anakan tetapi juga indukan karena Bird Mineral menjadikan bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); menjadikan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; kematian embrio rendah.

3. Jika Anda masih bingung juga bagaimana cara menangkar burung yang baik, bergabung saja dengan Om Kicau Hotline yang memberi layanan premium konsultasi perawatan dan penangkaran burung. Bagaimana?

Salam sehat burung Indonesia…

Tips membuat lovebird Gacor

 

1. Biji-bijian (bisa beli pakan jadi di pasaran yang biasanya untuk kenari.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

2. Sayuran segar (tauge, kangkung, jagung). Beri setiap hari bergantian.

3. Buah2an seperti pisang atau pepaya (ada LB yang doyan ada yang tidak doyan karena tidak terbiasa. Kalau diberi apel, pastikan bijinya tidak disertakan karena mengandung zat yang bisa meracuni LB.

Baca juga  Q-A Penangkaran LB (1), Sangkar dan Gangguan

4. Beri mineral burung (klik saja tautannya untuk mengetahui manfaat mineral burung).

Ingat selalu untuk menyingkirkan pakan segar dari sangkar sebelum membusuk.

Untuk LB kicauan (bukan penangkaran), bisa lakukan terapi sebagai berikut agar gacor:

1. Pagi-pagi LB dimandikan dengan disemprot sampai basah hingga kuyup. Kalau matahari belum menyengat, bisa langsung dijemur. Kalau sudah menyengat, angin2kan dulu biar bulu kering baru dijemur, sampai sekitar jam 10-an.

2. Penyemprotan bisa dilakukan lagi setelah LB diangkat dan diangin-anginkan. Semprot sampai basah kuyup dan diangin2kan lagi. Setelah mengering, jemur lagi sampai siang.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Jika dilakukann secara rutin selama sepekan dan hari2 berikutnya minimal 3 kali sepekan, LB akan suka berkicau.

Menjinakkan Lovebird jadi teman bermain

Sudah lama saya punya obsesi menjadikan burung-burung hasil tangkaran sebagai teman bermain dan bukan sebagai “obyek permainan”. Yah, akhirnya kesempatan untuk “mencetak” burung sebagai teman bermain itu datang juga.

 

Ceritanya bermula ketika saya main ke rumah Om Dwi “LoveBird” Jogja pada Jumat sore hari bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 2009 lalu.

Setelah ngobrol dan cerita apa saja, mulai burung-burung lovebird Om Dwi yang sudah mulai menuai gelar jawara, sampai soal penyakit burung lovebird, prospek lovebird dan sebagainya, mulailah kami ngobrol soal perlunya penghobi “mencetak” burung sebagai teman bermain dan bukan sekadar obyek permainan. Mudahnya, ya membuat burung hasil penangkaran menjadi jinak dan tidak perlu dikurung di sangkar.

Sepakat dengan obrolan itu, maka terangkutlah empat anakan lovebird Om Dwi ke Solo untuk saya pelihara dengan cara disuapi tangan manusia agar nantinya menjadi jinak.

Baca juga  Rahasia lovebird Kusumo mau tampil indoor dan malam hari

Anakan lovebird yang saya angkut bukan lovebird-lovebird sembarangan. Tiga anakan warna hijau kepala hitam adalah anakan dari lovebird jawara yang punya teriakan “ngekek” panjang. Sedangkan satu anakan warna putih (mirip albino tetapi mata warna hitam), adalah anakan sepasang lovebird warna hitam (body dan kepala warna hitam).

Sekadar tahu saja, salah satu anakan lovebird produksi Om Dwi “LoveBird” Jogja yang diberi nama Samber Gledek, sudah mulai menuai gelar jawara. Setelah dilatih di sejumlah arena latihan bersama (Latber), maka ketika diturunkan di Lomba Papburi Solo, November lalu, dia menyabet juara I. Gelar juara 2 juga disabet ketika ikut dalam Lomba Pra-Piala Presiden di Jogja belum lama ini.  Dia hanya kalah stabil saja dibanding Juara 1, yakni LoveBird “Bule” punya Henry Mahkota Team Jakarta, yang memang sudah malang melintang di arena lomba.

Pelatihan

Ya, empat dari anakan lovebird-lovebird trah jawara itulah yang sekarang menghubi salah satu ruangan di rumah saya, untuk setiap sore disuapi langsung dengan tangan manusia agar jinak dan bisa menjadi teman bermain.

Baca juga  Terapi umbar dan belimbing untuk mengatasi cucak hijau over birahi

Karenanya, burung-burung itu pun mulai saya latih untuk bergaul dengan manusia, terutama keluarga saya di rumah. Sementara, selain saya jinakkan, saya juga memaster lovebird-lovebird itu dengan suara lovebird dari MP3 player. Kalaupun nantinya terisi suara burung lain karena saya di rumah juga sedang memaster 4 anakan murai batu (3 dari penangkaran Lintang BF Solo punya Mas Samino dan 1 dari penangkaran “Black BF” Cilacap punya Om Bajak Laut – semuanya anakan jawara), maka itu saya anggap sebagai risiko karena burung anakan masih sangat gampang meniru suara isian apapun yang mereka dengar.

Tips mengenali jenis kelamin LB

Membedakan jenis kelamin lovebird termasuk pekerjaan gampang-gampang susah. Gampang untuk jenis-jenis tertentu tetapi susah untuk jenis lainnya, apalagi kalau masih anakan. Untuk membedakan jenis kelamin lovebird bisa digunakan cara sederhana sampai yang ilmiah.

 

Berikut ini adalah serba-serbi mengani perbendaan lovebird jantan dan lovebird betina yang saya ambil dari tulisan Siti Nuramaliati Prijono dalam buku berjudul Lovebird terbitan Penebar Swadaya.

A. Berdasarkan penampilan luar.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Menurut Siti Nuramaliati, berdasar tingkat kesulitan untuk membedakan jenis kelamin lovebird (dan burung secara umum) maka dapat dibedakan 3 kelompok lovebird. Ketiga kelompok tersebut adalah kelompok dimorfik (jenis kelaminnya sangat jelas dapar dibedakan), kelompok intermediate (jenis kelaminnya agak sulit dibedakan dari penampilan burung), dan kelompok lovebird kacamata (perbedaan jenis kelaminnya tidak konsisten). Namun secara umum pada banyak jenis lovebird relatif mudah dibedakan jenis kelaminnya dengan melihat pada penampilan luarnya.

a. Kelompok lovebird dimorfik Beberapa jenis lovebird yang termasuk dalam kelompok dimorfik di antaranya lovebird abisinia, lovebird madagaskar dan lovebird muka merah.

42 agapornis taranta lovebird-abyssinium lovebird-livebird abisinian

1. Lovebird abisinia (Agapornis taranta) – Lovebird jantan berat badan 65 gram, dahi berwarna merah. – Lovebird betina berat badan 55 gram, dahi berwarna hijau.

2. Lovebird madagaskar (Agapornis cana) – Tidak ada perbedaan berat badan antara lovebird jantan dan lovebird betina. – Lovebird jantan kepala dan leher berwarna abu-abu – Lovebird betina bulu tubuh keseluruhannya berwarna hijau

3. Lovebird muka merah (Agapornis pullaria) – Lovebird jantan: dahi dan muka berwarna merah-oranye, tunggir (bulu di atas pantat, di bawah ujung lipatan sayap) berwarna biru muda, bulu terbang dan bagian bawah bulu sayap berwarna hitam. – Lovebird betina dahi dan muka lebih didominasi warna oranye dibandingkan warna merah, bagian bulu penutup sayap berwarna hijau dan di tepi sayap berwarna kekuningan.

Baca juga  Q-A Penangkaran LB (10), Pindah Kandang

b. Kelompok intermediate Dua jenis lovebird yang termasuk dalam kelompok intermediate adalah lovebird black collared dan lovebird muka salem.

1. Lovebird black collared (Agapornis swinderniana) Lovebird jantan dan betina sangat sulit dibedakan dan tampak serupa dalam penampilan luarnya. 2. Lovebird jantan dan betina serupa dalam penampilannya, meskipun pada umumnya lovebird betina mempunyai bulu di bagian kepala dengan warna yang lebih pucat.

c. Kelompok lovebird kacamata Empat jenis lovebird yang termasuk dalam kelompok lovebird kacamata adalah lovebird nyasa (Agapornis lilianae), lovebird pipi hitam (Agapornis nigrigenis), lovebird topeng (Agapornis personata), lovebird fischer (Agapornis ficheri).

20 agapornis personata lovebird-halfsider-setengah warna sisi

Keempat jenis lovebird ini sangat sulit dibedakan antara jantan dan betina. Meskipun demikian ada sedikit perbedaan berat badan antara jantan dan betinanya. Satu keunikan dari lovebird kelompok kacamata adalah pada saat menjelang musim berkembangbiak burung betina akan membawa bahan sarang di bawah bulu tunggir dan bulu punggung bagian bawah.

B. Membedakan jenis kelamin tidak berdasarkan penampilan luar.

Pada jenis lovebird yang tidak dapat dibedakan jenis kelaminnya berdasarkan penampilan luarnya yang spesifik maka akan sulit untuk membedakan lovebird jantan dan lovebird betina. Pada kejadian ini makan ada beberapa cara untuk digunakan memnedakan lovebird jantan dan lovebird betina.

a. Bentuk tubuh. Lovebird betina cenderung memiliki tubuh yang kekar dan lebih berat. Namun kriteria ini tidak mutlak sifatnya.

b. Warna Lovebird jantan mempunyai warna yang lebuh terang dari lovebird betina. Meskipun demikian hal itu tidak selalu benar karena warna bulu juga tergantung pada makanan, iklim, dan variasi geografis.

c. Cara bertengger Lovebird betina bertengger dengan jarak antarkaki lebih lebar dibandingkan lovebird jantan.

Perbedaan jantan berina berdasar bukaan kaki (Foto: Repro dari Buku Lovebird)

d. Bentuk ekor Lovebird betina mempunyai ekor dengan bentuk lebih rata dibandingkan pada ekor lovebird jantan yang berbentuk agak meruncing.

 

Perbedan jantan dan betina dari bentuk ekor (Foto: Repro dari Buku Lovebird)

e. Membangun sarang Kegiatan membangung sarang lebih intensif dilakukan oleh lovebird betina ketimbang jantan. Lovebird menggigit-gigit di luar sarang pada cabang-cabang dan batang yang lebih tebal. Lovebird betina akan megambil kulit kayu dan mengumpulkannya untuk membuat sarang, sedangkan lovebird jantan menyuapi lovebird betina. Namu hal ini juga tidak mutlak karena ada lovebird jantan yang juga aktif mengumpulkan bahan sarang.

Baca juga  Tiga jurus mengatasi lovebird yang sering ngeruji

f. Perabaan pada tulang pubis (supit urang). Lovebird memiliki dua tulang pubis (supit urang) pada bagian pinggulnya. Pada musim berkembang biak, tulang pubis lovebird betina menjadi lebih elastic dan jarak antara kedua tulang pubis tersebut melebar karena pengaruh hormone. Keadaan tersebut dapat dirasakan dengan rabaan tangan. Pada lovebird jantan, jarak antara dua tulang pubis tersebut sempit. Teknik perabaan ini hanya dapat digunakan bila kegiatan seksual lovebird betina dengan aktif.

g. Pemeriksaan dengan alat laparoscopy Untuk mengetahui jenis kelamin lovebird juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat laparoscopy. Lovebird yang akan diperiksa jenis kelaminnya harus dibius dulu. Setelah itu dilakukan operasi kecil pada bagian kiri tubuh burung di antara tulang rusuk, tulang pinggang dan tulang paha. Dari bagian yang dioperasi itu dimasukkan alat laparoscopy untuk melihat ada tidaknya ovary (indung telur). Jika ada ovari maka lovebird tersebut dipastikan betina. Cara ini hanya bisa dilakukan jika burung sudah dewasa.

h. Pemeriksaan DNA Cara lain untuk mengetahui jenis kelamin lovebird adalah dengan menguji DNA yang dapat diperoleh dari darah atau bulu burung. Setelah DNA diekstrak dengan larutan tertentu dan proses lebih lanjut, lalu hasilnya dipotret dengan Polaroid. Apabila dalam foto tersebut terlihat dua pita maka lovebird tersebut dapat dipastikan berkelamin betina. Namun jika terlihat hanya satu pita, lovebird itu bias dipastikan jantan.

Cara ini dianggap lebih cepat dan hasilnya lebih akurat. Namun biaya uji DNA sangat mahal. Selain itu di Indonesia belum banyak laboratorium yang menawarkan jasanyan untuk memeriksa jenis kelamin burung dengan uji DNA.

Pasangan sejenis juga bercumbu

feat lovebird mustika
Lovebird Mustika

Pada jenis lovebird yang tidak dapat dibedakan antara jantan dan betinanya berdasarkan bentuk tubuh dan warna bulunya sering terjadi kesulitan untuk memperoleh pasangan yang sesuai,.

Baca juga  Mengenali french molt pada burung parkit

Sering terlihat dua ekor jantan berperilaku seperti pasangan lovebird yang berlainan jenis. Hal yang sama juga terjadi pada dua lovebird betina. Bahkan pada pasangan lovebird betina ini apabila bertelur maka jumlah telurnya akan lebih banyak dari pasangan yang normal, tetapi telur tersebut tidak fertile alias tidak akan menetas jika dierami.

Hal yang membedakan antara pasangan jantan-jantan dan betina-betina adalah pada pasangan jantan-jantan tidak akan membuat sarang karena perilaku itu hanya milik lovebird bertina.

Ada yang menyatakan bahwa lovebird jantan adalah yang menyuapi pasangannya sedangkan betina yang disuapi. Tetapi hal ini tidak benar karena lovebird betina juga sering menyuapi lovebird jantan untuk menarik perhatian si jantan.

Juga tidak benar bahwa lovebird betina memiliki paruh dan kepala yang lebih kecil ketimbang lovebird jantan. Dan tidak tentu benar bahwa lovebird jantan memiliki kepala yang lebih lebar dengan paruh yang lebih runcing. (*)

 

Pustaka:

Siti Nuramaliati Prijono, Lovebird, Penebar Swadaya, 2000.

Mengenal Jenis, warna dan penyebaran LB

Banyak penghobi burung yang masih sering merasa kesulitan untuk membedakan jenis-jenis burung lovebird (sering ditulis terpisah burung love bird atau burung LB). Berkaitan dengan itu, di sini saya tulis secara lebih detail mengenai jenis-jenis lovebird dan penyebarannya.   Untuk diketahui, dari 9 jenis lovebird, maka tiga jenis di antaranya banyak dipelihara dan diternakkan di Indonesia (Siti Nuramaliati Prijono, Lovebird, Penerbit Penebar Swadaya).

 

1. Lovebird kepala abu-abu / lovebird madagaskar (Agapornis cana)

Lovebird madagascar (sumber foto parrotparrot.com)

Ukuran tubuh panjang 14 cm, berat 25-28 gram.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Burung lovebird madagaskar jantan: Bulu tubuh umumnya berwarna hijau, hijau terang pada tunggirnya dan lebih kekuningan di bagian bawahnya; kepala, leher dan   dada berwarna abu-abu;   di bawah sayap berwarna hitam; bulu ekor berwarna hijau; paruh berwarna abu-abu muda; iris berwarna cokelat tua; kaki abu-abu.

Burung lovebird madagaskar betina: Bulu kepala, leher, dada, di bawah sayap berwarna hijau.

Burung lovebird madagaskar muda: Bulu berwarna seperti dewasa, tetapi bulu burung jantan berwarna kehijauan pada tengkuknya (beberapa jantan memiliki bulu kepala dan dada berwarna hijau); paruh berwarna kuning dan terdapat bercak   hitam pada pangkal paruh bagian atas.

Anak jenis:   A.c cana dan A.c ablectanea

Penyebaran lovebird madagaskar: Madagaskar

Burung lovebird madagaskar merupakan jenis burung lovebird yang langka dan bukan merupakan jenis yang benyak ditangkarkan. Lovebird jantan dan betina dapat dengan mudah dibedakan dfari warna bulunya. Pada lovebird jantan bulu di kepala dan dada berwarna abu-abu pucat, sedangkan pada lovebird betina hampir seluruhnya berwrana hijau muda.

2. Lovebird “muka merah” (Agapornis pullaria)

Agapornis pullaria jantan kri dan betina kanan (africanlovebirdsociety.com)

Ukuran tubuh panjang 15 cm, berat 43   gram.

Burung lovebird muka merah jantan: Bulu tubuh umumnya berwarna hijau, sedikit lebih kekuning-kuningan di bagian bawahnya; dahi dan muka berwarna merah orange; tunggir berwarna biru terang; bulu di bawah sayap berwarna hitam; ekor berwarna hijau; paruh berwarna merah oranye; iris berwarna cokelat tua; kaki abu-abu.

Burung lovebird warna merah betina: Dahi dan mukanya lebih berwarna oranye dibanding merah, di bawah sayap berwarna hijau.

Burung lovebird warna merah muda: Dahi dan muka berwarna kuning; bulu di bawah sayap berwarna hitam pada jantan dan bewarna hijau pada betina; paruh berwarna coklat kemerahan dan terdapat bercak hitam dekat pangkal paruh bagian atas.

Anak jenis:   A.p. pullaria dan A.p. ugandae

Penyebaran lovebird muka merah: Afrika Tengah dan Afrrika Barat Tengah

Lovebird jenis ini sukar berkembang biak di penangkaran. Burung jantan dan betina dapat dibedakan dari warna bulu di bawah sayap. Bulu burung betina seluruhnya berwarna hijau, sedangkan bulu jantan di bagian bawah berwarna hitam.

Baca juga  Perawatan lovebird AB-Ical, juara Piala Raja 2014 dan 168 Cup III

3. Lovebird “sayap hitam” /lovebird abisinia (Agapornis taranta).

Ukuran tubuh panjang 15-16,5 cm, berat 55-65 gram.

Burung lovebird abisinia jantan: Bulu tubuh umumnya berwarna hijau, sedikit lebih kekuning-kuningan di bagian bawahnya; dahi, lorus dan lingkaran mata berwarna merah; bulu terbang berwarna hitam; bulu di bawah sayap berwarna hitam; ekor berwarna hijau; paruh berwarna merah merjan tua; iris berwarna cokelat gelap; kaki abu-abu.

Burung lovebird abisinia betina: Bulu tubuh umumnya berwarna hijau; bulu di bawah sayap berwarna kehijauan atau kadang-kadang berwarna hitam kecoklatan; lingkaranmata berwarna hijau.

Burung lovebird abisinia muda: Bulu berwarna seperti induk betina; paruh berwarna kuning kecoklatan.

Anak jenis:   A.t taranta dan A.t nana

Penyebaran lovebird abisinia: Dataran tinggi Ethiopia

Burung jantan dan betina sangat mudah dibedakan dari warna bulunya. Bulu burung betina seluruhnya berwarna hijau, sedangkan bulu jantan tedapat warna merah di bagian dahi dan lorus serta lingkar matanya. Warna mutasi lovebird madagaskar adalah cinnamon (coklat kekuningan).

4. Lovebird “kerah hitam” (Agapornis swinderniana)

Ukuran tubuh lovebird “kerah hitam”: Panjang 13 cm, berat 39-41 gram.

Burung lovebird “kerah hitam” dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau, sedikit lebih pucat di bagian kepala dan tubuh bagian bawah, tunggir dan bagian punggung berwarna biru, bulu di bagian bawah sayap berwarna hijau, bulu ekor berwarna hijau; kerah hitam yang sempit di bagian tengkuknya, seluruh leher di bagian kerah berwarna kuning dan kadang-kadang dengan sedikit warna yang memudar; paruh berwarna hitam keabu-abuan; iris berwarna kuning; kaki berwarna kuning kehijauan sampai hitam.

Burung lovebird “kerah hitam” muda: Tidak terdapat kerah hitam atau hanya diwakili beberapa bulu hitam di setiap bagian sisi leher; paruh berwarna abu-abu muda dan pada pangkalnya ada bercak hitam; iris berwarna coklat.

Anak jenis lovebird “kerah hitam”: A.s. swinderniana, A.s. zenkeri, dan A.s. emini

Penyebaran lovebird “kerah hitam”: Afrika Barat dan Afrika Tengah.

Burung lovebird “kerah hitam” sulit berkembang biak di penangkaran.

5. Lovebird “muka salem” (Agapornis roseicollis)

Salah satu contoh lovebird muka salem / Agapornis roseicollis (Foto: AfricanLovebirdSociety.com)

Ukuran tubuh panjang 15 cm, berat 46-63 g.

Burung lovebird “muka salem”: Bulu umumnya berwarna hijau, lebih kuning di tubuh bagian bawah, bulu dahi dan di belakang mata berwarna merah, lorus, pipi, kerongkongan dan bagian atas dada berwarna merah muda; tunggir berwarna   biru terang; bulu di bagian bawah sayap berwarna hijau dengan sedikit warna biru, bulu ekor bagian atas berwarna hijau, bagian bawah kebiruan; paruh berwarna kuning gading; iris berwarna cokelat tua; kaki berwarna abu-abu.

Anak jenis:   A.r. roseicollis dan A.r. catumbella.

Penyebaran lovebird abisinia: Afrika Barat Daya.

 

Jenis lovebird ini umumnya mempunyai bulu yang indah. Di antara jenis lovebird, jenis lovebird muka salem mempunyai suara yang paling keras. Kenis lovebird ini paling mudah dikembangbiakkan.

Baca juga  Cara jitu agar produk lovebird cepat laku ala mahasiswa asal Ngawi

Dalam penangkaran sebaiknya diperlihara berpasangan karena tidak cocok dipelihara secara berkelompok atau digabungkan dengan jenis burung lain.

Antara burung jantan dan betina relatif sulit dibedakan. Warna mutasinya adalah lovebird albino (bulu putih, mata merah), lovebird lutino (bulu kuning, mata merah), lovebird golden cherry (bulu kuning emas sampai merah muda), lovebird pied (bercak warna), lovebird cinnamon (coklat kekuningan) dan lovebird biru.

6. Lovebird kaca mata fischer   (Agapornis fischeri)

Contoh Lovebird Agapornis fischeri (Foto: AfricanLovebirdSociety.com)
Contoh lain Lovebird Agapornis fischeri (Foto: AfricanLovebirdSociety.com)

Panjang 15 cm, berat 42-58 gram.

Burung lovebird kaca mata fischeri dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau, lebih kekuningan pada tubuh bagian bawah; dahi, pipi dan kerongkongan berwarna merah oranye; bulu di bagian kepala lainnya berwarna hijau pudar; bagian atas dada dan kerah sekitar leher berwarna kuning; bagian atas ekor berwarna biru muda; bagioan bawah sayap berwarna biru dan hijau; ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih; paruh berwarna merah; iris berwarna cokelat; kaki berwarna abu-abu muda.

Burung lovebird kaca mata fischer muda: Bulu berwarna lebih muda dibandingkan dengan bulu burung dewasa, terutama bulu pada kepala; pada pangkal paruh bagian atas terdapat bercak kecil berwarna hitam.

Penyebaran lovebird kaca mata fischeries: Tanzania.

Lovebird kaca mata fischer termasuk lovebird yang mudah dikembangkan. Antara lovebird jantan dan lovebird betina relatif sulit dibedakan.

Warna mutasi lovebird kaca mata fischer adalah lovebird kaca mata fischer biru dan lovebird kaca mata fischer kuning. Persilangan antara lovebird kaca mata fischer dengan lovebird kaca mata nyasa menghasilkan warna mutasi lutino dan albino.

7. Lovebird kaca mata topeng (Agapornis personata)

Panjang 14,5 cm, berat 43-47 gram.

Burung lovebird kaca mata topeng dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau; lebihdahi, lorus, ubun-ubun, dan pipi bagian depan berwarna hitam kecoklatan; bulu di bagian kepala lainnya berwarna kehitam-hitaman pudar; kerongkongan   berwarna oraney kemerahan; bagin atas dada dan kerah di sekeliling leher berwarna kuning; bulu ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih; paruh berwarna merah; iris berwarna cokelat; kaki berwarna abu-abu.

Burung lovebird kaca mata topeng yang masih muda: Bulu berwarna lebih muda dibandingkan dengan bulu burung dewasa, terutama pada bagian kepala; pada pangkal paruh bagian atas terdapat bercak kecil berwarna hitam.

Penyebaran lovebird kaca mata topeng: Tanzania Utara dan Tengah.

Lovebird kaca mata topneg termasuk lovebird yang mudah dikembangkan. Antara lovebird jantan dan lovebird betina relatif sulit dibedakan.

Warna mutasi lovebird kaca mata topneg adalah lovebird kaca mata topeng   warna biru.

8.   Burung lovebird kacamata nyasa (Agapornis lilianae)

Contoh lovebird kacamata nyasa atau Agapornis lilianae (Foto: AfricanLovebirdSociety.com)

Panjang 13,5 cm, berat 28-37 gram.

Burung lovebird kaca mata nyasa dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau, lebih kekuningan pada tubuh bagian bawah dan tunggir; dahi dan kerongkongan berwarna merah oranye dan menjadi warna merah muda kekuning-kuningan pada bagian mahkota, lorus, pipi dan bagian atas dada; bulu ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih; paruh berwarna merah tua; iris berwarna cokelat kemerahan tua; kaki berwarna coklat keabu-abuan.

Burung lovebird kaca mata nyasa muda: Bulu pada pipi berwarna kehitaman; pada pangkal paruh bagian atas terdapat bercak kecil berwarna hitam.

Penyebaran lovebird kaca mata nyasa: Tanzania, Zanzobar bagian utara, Malawi bagian timur, dan Moaambik bagian barat laut.

Lovebird kaca mata nyasa dapat dipelihara secara berkelompok. Antara lovebird jantan dan lovebird betina relatif sulit dibedakan.

Warna mutasi lovebird kaca mata nyasa adalah lovebird kaca mata nyasa lutino (lovebird lutino).

9.   Burung lovebird kacamata pipi hitam (Agapornis nigrigenis)

Gambar lovebird kacamata pipi hitam Agapornis nigrigenis (Foto: Africanlovebirdsociety.com)

Panjang 13,5 cm, berat 36-52   gram.

Burung lovebird kaca mata pipi hitam dewasa: Bulu umumnya berwarna hijau, lebih kekuningan pada tubuh bagian bawah dan tunggir; dahi dan ubun-ubun depan berwarna coklat kemerahan; ubun-ubun belakang   dan tengkuk berwarna hijau kekuningan   tua; lorus, kerongkongan, dan pipi berwarna hitam kecoklatan, bagian atas dada berwarna merah oranye pucat; ekor berwarna hijau; lingkar di sekeliling mata berwarna putih; paruh berwarna merah tua; iris berwarna cokelat; kaki berwarna coklat keabu-abuan.

Burung lovebird kaca mata pipi hitam muda serupa dengan burung dewasa;   pada pangkal paruh bagian atas terdapat bercak kecil berwarna hitam; iris berwarna cokelat muda.

Penyebaran lovebird kaca mata pipi hitam: Zambia bagian barat daya dan Zimbabwe bagian barat laut.

Lovebird kaca mata pipi hitam   secara umum sulit didapat di pasaran karena burung ini sudah dibatasi untuk tujuan ekspor dari negara asalnya. Burung ini bisa dipelihara secara berkelompok bahkan dicampur dengan burung lain.

Warna mutasi lovebird kaca mata pipi htam adalah lovebird kaca mata pipi hitam kuning (lovebird kuning).

Penggunaan Glodok buat Lovebird

Tanya:

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Apa ada spesifikasi khusus untuk bikin glodokan LB dan bahan sarang? aku penasaran nich ama LB yg ada di rumah?

Kata orang LB yg sudah nelor, telornya gak boleh dilihat orang. Apa bener sich…? (Nanang)

Jawab:

Untuk glodok nggak perlu rancangan khusus, yang pentingdibuat mudah bagi kita untuk mengontrol isinya setiap saat.

Mungkin saja LB jadi males ngeram lagi kalau pas ngeram kita lihat. Untuk mengantisipasi hal itu, maka biasakanlah Anda membuka pintu glodok/mengecek isi glodok setiap hari semenjak LB belum bikin sarang/baru saja dimasukkan ke kandang.

Dengan kita mengecek setiap hari, si LB tidak akan merasa hal itu sebagai gangguan jika suatu saat nanti dia nelor, mengeram dan punya anak.Terus saja cek atau buka-tutup pintu glodok setiap hari sehingga itu menjadi kebiasaan bagi LB untuk berinteraksi dengan penangkarnya. Tapi usahakan jangan membuka glodok ketika LB ada di dalam. Kalau MB masih di dalam dan kita pengin ngecek dalamnya, ya diketuk pelan2 dulu biar LB nongol dan keluar kedua2nya. Setelah itu baru kita buka-tutup pintu glodok sebagai suatu aktivitas rutin.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Itulah cara mencegah agar LB kita nggak stres manakala suatu saat nelor, ngeram dan netas dan pada saat yang sama kita pengin selalu nonton anakan LB yang ada di dalam glodok. “Pengin nonton”, itu memang sifat umum yang wajar dari para penangkar yang nggak sabaran untuk melihat burung hasil tangkarannya, tetapi jika hal itu tanpa persiapan pengetahuan ttg perilaku burung, bisa2 LB kita mogok nelor atau mogok ngeram atau bahkan mogok memberi pakan anak2nya. (Duto)

Rangkuman LoveBird 14

Tanya:
Saya ingin tanya mungkin sudah ada yang pernah mencoba beternak lovebird dan berhasil mungkin mulai dari awal ya…

1. Bagaimana membedakan jenis kelamin jantan dan betinanya?
2. Umur berapa lovebird bisa dikawinkan?
3. Makanan apa saja yang harus diberikan saat perjodohan? dan bagaimana porsi pemberiannya.
4. Jenis kandang yg digunakan apakah menggunakan kandang umbaran atau per pasang?
5. Ukuran kandangnya berapa dan berapa ukuran untuk sarang?
6. Umur berapakah anakan bisa dipisah dari indukannya?
7. Kondisi tempat untuk membangun kandang ..harus terkena matahari langsung atau tidak?
8. Berapa biasanya jumlah telur yg dihasilkan?
9. Berapa lama proses pengeraman telurnya?
10. Pakan apa saja yg harus diberikan pada anakan?

 

Jawab:
Secara umum, LB betina berbadan lebih besar dari pejantannya. Supit udang/tulang dekat dubur kalau jantan rapat dan betina agak bercelah. Atau kalau cukup umur lihat duburnya sedikit dipijit2 kalau duburnya datar itu betina sedangkan jantannya lebih menonjol keluar. Umur 7 bulan sudah bisa kawin.
Saat penjodohan makanannya biasa saja jewawut, milet dan jagung muda 1 1/2 batang untuk sepasang.
Jenis kandang umbaran hanya untuk masa penjodohan/cari pasangan ukurannya 1X2X1.5 meter (Pxlxt) diisi sekitar 20 ekor LB beda jenis.jika sudah kelihatan pasangannya masing2 yg sudah sip (kemana-mana selalu bersama pasangannya) baru dipindah kekandang penangkaran ukuran 40x60x40 cm untuk sepasang LB dan ukuran kotak sarang (gowok) 20x25x20 cm.
Ingat jangan langsung memasukkan gowok kedalam kandang penangkaran kalau belum benar-benar pasangan yg sip sebab dalam proses pemindahan bisa saja keduanya jadi tidak mau jodoh lagi atau betengkar memperebutkan gowok tadi.jadi hati-hati kalau perlu dipantau.
Kalau saya lihat para penangkar pada umunya mereka biarkan besarkan anakannya oleh induknya sendiri,jadi kalau dilihat si anakan ini bisa makan sendiri baik jagung muda atau jewawut boleh lsg dipisah atau kalau terpaksa yaitu setelah induknya betelur lagi kira-kira umurnya 1,5-2 bulan dan dipindah kekandang pembesaran.
Sementara soal terkena matahari, nggak apa-apa seperti burung kicauan lainnya, asal sehari kira-kira kena sinar tdk lsg 2 jam aja cukup.
Untuk telor, paling sedikit 3 butir dan terbanyak 7 butir, akan tetapi yg menetas sampai besar rata-rata 3-4 butir. Masa mengeram 21 hari.
(Duto)

Perbedaan anakan dan dewasa Lovebird 13

Tanya:
Oh ya bagaimana sih patokan gampang untuk melihat apakah LB itu dewasa apa masih muda…
(Bang Entong)

Jawab:

Membedakan LB muda dan dewasa, bagi yang awam, memang sulit, karena meskipun muda, bulunya sudah tumbuh lengkap dan bodynyapun sudah besar sebesar usia dewasa.
Secara umum, LB muda bisa dibedakan dengan LB dewasa dari paruh dan kuku kaki, dan warna bulu. Untuk LB jenis tertentu, paruhnya masih terlihat ada semburat warna hitam. Ini antara lain untuk LB klep (ada lingkar mata/eyering) dengan warna tubuh biru (tinta, biasa, langit, laut), hitam, lutino (kuning), kepala emas (kepala warna kuning). Demikian pula untuk LB non-klep, ada semburat warna hitam di paruh. Kalau sudah dewasa, paruh berwarna terang/cerah. Sedangkan untuk LB hijau kepala merah klep, atau hijau kepala hitam klep, kalau sudah dewasa paruhnya berwarna merah tua/darah.
Untuk LB muda, kuku kaki terlihat putih. LB tua berwarna relatif keruh/kotor.
Untuk LB muda, warna bulu juga belum secerah warna bulu LB dewasa. Hanya saja, bagi orang kebanyakan, susah juga untuk membedakan warna bulu cerah apa tidak, karena ukurannya sangat relatif.
Demikian informasi dari saya.
Salam.

Agar sesama Jantan LB Akur 12

Tanya:
Saya mau tanya kepada para rekan dan senior semua, kenapa ya LB saya koq sampai sekarang (kurang lebih 2 bulan dari masa jodoh dan bikin sarang) belum nelor juga, padahal sudah kawin dan bikin sarang sendiri. Apakah umurnya masih muda ya, atau sebab lain ya ( kurang kena sinar matahari).
Untuk kandang saya taruh di dalam ruangan yang atapnya dikasih genteng kaca, jadi sinar matahari masuk sedikit saja.
Atau umurnya masih terlalu muda ( +/- 9bulan kata penjualnya ). Bagaimana sih cara melihat umur LB dilihat dari fisiknya. Terimah kasih,

 

Jawab:
Bisa jadi memang masih muda, Mas. Soal ciri2 fisik sesuai usia, coba buka2 halaman sebelum ini, saya pernah menuliskannya. Bisa jadi, itu jantan-jantan. Sebab, LB jantan-jantan juga bisa akur seperti jantan-betina dan mereka berperilaku seperti halnya pasangan jantan-betina (seakan2 kawin, dengan satunya berlagak betina, yakni merendah dan sayap mengepak-ngepak “mengundang” ). Ini juga berlaku untuk LB betina-betina, ada yang berperilaku bagai si jantan (ini berdasarkan pengalaman dan juga banyak disebut di sejumlah referensi).
Singkat cerita, kalau kita punya LB sampai usia lebih dari 10 bulan belum ada yang nelor, pantas dicurigai itu adalah jantan-jantan.
Demikian Mas. Coba dicermati lagi LB2-nya.
Salam. (Duto)

Love Bird lagi Mengeram 11

Tanya:
Lb yang saya kumpulin dapat lima ekor itu, kayanya jodoh dua pasang dan alhamdulillah sepasang sudah ngeram. Gimana menangani LB lagi ngeram dan persiapan apa saja menjelang penetasannnya?
(Husen)

Jawab:
Nggak perlu persiapan khusus, Pak. Cuma nambah jagungnya saja kalau nanti anakannya sudah netas. Untuk LB kan yang nyuapin indukannya sendiri, jadi nggak repot atau takut2 jangan2 anakannya dihajar sama indukan kayak JS. Salam. (Duto)

Tanya:
Pak Duto, saya kemarin diskusi dengan teman saya yg sama-sama ternak burung. Ada hal menarik yg coba ditawarkan teman saya berkenaan dengan tehnik breeding LB yaitu dengan metode sapih pejantannya. Artinya saat betina bertelur dan mulai mengerami maka pejantannya dipisah dan dilakukan perawatan seperti burung kicauan lainnya dengan mandi jemur. Tujuannya yaitu agar pejantan tidak menggangu betinanya dlm proses pengeraman. Dan nantinya jika telur udah menetas dan anakan sudah mulai bisa makan dan dipisahkan maka sang jantan yg udah dipulihkan kondisinya digabungkan kembali dg betinanya ,dan tidak relatif lama maka keduanya akan segera kawin lagi.
Metode ini sudah berhasil dilakukan kawan saya pada kenari sehingga lebih produktif, akan tetapi saya belum mulai mempraktekannya pada LB.
Bagaimana menurut anda? (Lanang Siji)

Jawab:
Menurut pengalaman saya, LB jantan nggak pernah ganggu LB betina. Justru kebanyakan LB betina nggak keluar ketika ngeram kecuali kegerahan dan mau mandi. Untuk makan biasanya disuapi sama jantannya. Jadi kalau dipisah malah membuat betinanya nggak tekun mengerami telor. Lagi pula, untuk penangkaran seperti itu nggak praktis karena LB jantan nggak mau berpoligami seperti kenari. Jadi menurut saya, misahkan LB jantan-betina nggak banyak manfaatnya.
Demikian Mas.
Salam. (Duto)

 

Komentar:
Bener kata Mas Duto, LB tidak seperti kenari yang mau polygami, namanya juga LOVE BIRD mana kenal selingkuh.
Kalau jantannya dipisah bisa membuat betinanya tidak mau ngeram lagi dan cari2 jantannya.
Mas Duto, saya punya pengalaman yang bisa disharingkan bersama sbb:
1. Pernah saya satukan dalam kandang besar 2 pasang LB (masing2 sudah jodoh) dan pada saat yang sepasang bertelor serta mengerami,tahu2 mereka menyerang pasangan lainnya sehingga mati kedua, kenapa ya?
2. Minggu lalu LB saya yang sedang mengerami telornya, waktu sore periksa kandang tahu2 kedua sudah mati dalam glodoknya padahal pagi waktu kasih makan dan kangkung masih sehat. Setelah diperiksa kelihatan keduanya seperti habis bertarung sendiri (badannya luka berdarah dan bulunya rontok), kenapa ya?
Salam (Fortuna)

 

Jawab:
1. Pak, pengalaman seperti itu pernah saya alami, cuma saja kebetulan pasangan2 yang saya campur belum nelor. Saat itu, ada dua LB tengkar yakni jantan dan betina yang bukan pasangan. Si jantannya mati setelah dipatuk bagian lehernya. Padahal saya menyampurkannya sudah relatif lama (2 bulan sebelum kejadian). Saya juga tidak tahu persis mengapa tiba2 ada LB yang menjadi sedemikian agresif. Padahal kalau hal itu disebabkan dia birahi, pastilah yang betina satunya ini (yang jantannya mati) juga berperilaku demikian karena saat itu si betina juga sama2 birahi. Jadi menurut saya hal itu disebabkan oleh faktor2 insidental ataupun kondisi sesaat. Sebab, banyak orang yang berhasil menangkar LB dengan sistem koloni (banyak pasangan di satu kandang besar).
Tetapi untuk LB, paling bagus menurut saya memang sistem baterai (pasangan2 dalam satu kandang). Mudah mengontrolnya.
2. Itu juga aneh, Pak. Menurut saya, kalau benar keduanya tarung, ada kemungkinan datang penyebab dari luar. Bisa jadi pada malam itu ada binatang (bisa jadi serangga atau cicak) yang masuk ke glodok atau ada benda/barang lain (suara, cahaya dll) yang mengagetkan satu LB atau kedua2nya sehingga dalam kondisi gelap salah satu LB atau kedua2nya mematuk/menggigit benda secara sembarang dan kebetulan mematuk pasangannya sendiri. Ketika satunya menggigit, satunya membalas. Dan keduanya sama2 menggigit dengan kuat dan matilah keduanya. Yah, mungkin hal itu yang bisa saya bayangkan mengapa pasangan LB bisa tengkar di malam hari dan menemui ajal bersama2.
Untuk penyebab lain, saya tidak punya gambaran. Mungkin ada rekan lain bisa urun rembuk.
Salam.