Mengenal teknologi insemianasi untuk ayam buras

 

 

I. PENDAHULAN

1.1. Latar Belakang

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Ayam buras atau ayam kampung termasuk ayam Kedu banyak dipelihara oleh peternak dan merupakan sumber pendapatan keluarga di pedesaan. Salah satu permasalahan yang menonjol dalam pemeliharaan ayam buras adalah pengadaan bibit, baik ditinjau dari kuantitas maupun kualitasnya. Kendala dalam pengadaan bibit ini sangat dirasakan terutama oleh peternak ayam buras yang telah menerapkan sistem pemeliharaan secara intensif adalah pada saat akan menambah populasi induk atau menggantikan induk yang sudah tidak produktif lagi, seperti hasil pengamatan penulis pada kelompok ternak ayam buras “Karya Makmur”, Desa Cibiyuk Kabupaten Pemalang; “Gemah Ripah”, Desa Soropadan Kabupaten Temanggung dan kelompok tani ternak ayam buras di Desa Tegalrejo Dabupaten Magelang (Muryanto, 1993). Demikian juga dengan laporan hasil-hasil penelitian ayam buras di Sub Balai Penelitian Ternak Klepu-Ungaran, disimpulkan bahwa pemeliharaan ayam buras saat ini dihadapkan pada tantangan pengadaan bibit.

Upaya untuk mengatasi kendala pengadaan bibit baik secara kuantitas maupun kualitas adalah dengan memperbaiki/menerapkan sistem perkawinan dan program seleksi yang baik (Warwick and Legate, 1979). Saat ini ayam buras telah banyak diusahakan oleh peternak dengan sistem intensif, yang ditandai antara lain dengan penggunaan kandang batere. Salah satu metode perkawinan yang mempunyai prospek untuk dikembangkan pada pemeliharaan ayam buras dalam kandang batere adalah dengan menerapkan teknologi inseminasi buatan (IB). Dengan penerapan teknologi IB maka akan diperoleh peningkatan produksi telur tetas yang berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai produksi tinggi, sehingga apabila telur tersebut ditetaskan maka akan diproduksi anak dalam jumlah banyak dan kualitasnya baik. Manfaat lain dari penerapan IB adalah meningkatkan efisiensi penggunaan pejantan, memungkinkan dilaksanakan persilangan serta dapat dijadikan sebagai sarana peningkatan mutu genetik.

Penerapan teknologi IB bertujuan untuk meningkatkan produksi telur tetas (telur fertil) yang berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai produksi tinggi, sehingga apabila telur tersebut ditetaskan maka akan diproduksi anak-anak dalam jumlah banyak dan kualitasnya baik. Manfaat lain dari penerapan IB adalah :

Meningkatkan effisiensi penggunaan pejantan.

Meningkatkan produksi telur tetas.

Memungkinkan dilaksanakan persilangan.

Dapat dijadikan sebagai sarana meningkatkan mutu genetik.

1.2. Kata Kunci dan Definisi

a. Kata Kunci

Inseminasi buatan, ayam Buras

b. Definisi

Dalam aplikasi teknologi IB dikenal beberapa istilah yang perlu untuk dipahami yaitu :

Fertilitas adalah persentase telur yang tertunasi (fertil) dari jumlah telur yang ditetaskan.

Jumlah telur fertil

 

Fertilitas = x 100%

Jumlah telur yang ditetaskan

Kematian embrio adalah persentase jumlah telur yang embrionya mati dari jumlah telur fertil. Embrio adalah benih dalam telur yang telah dibuahi.

Jumlah embrio mati

 

Kematian embrio = x 100%

Jumlah telur fertil

Daya tetas adalah persentase jumlah telur yang menetas dibagi jumlah telur fertil.

Jumlah telur menetas

 

Daya tetas = x 100%

Jumlah telur fertil

II. lokasi pengkajian dan daerah rekomendasi

2.1. Lokasi Pengkajian

Pengkajian teknologi IB dilakukan sebanyak 3 kali penelitia di 3 lokasi yang berbeda yaitu :

Penelitian pertama dilakukan pada kelompok tani ternak ayam Buras “Gemah Ripah” Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung.

Penelitian kedua di unit tanaman ternak ayam Kedu Maron, Kabupaten Temanggung.

Penelitian ketiga dilakukan pada kelompok tani ternak ayam Buras “Sumber Makmur” Desa sumingkir, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.

2.2. Daerah Rekomendasi

Daerah rekomendasi teknologi hasil pengkajian ini pada dasarnya adalah tidak terbatas pada spesifik lokasi tertentu karena ayam Buras mampu beradaptasi pada berbagai agroekosistem wilayah.

 

III. LANGKAH OPERASIONAL penerapan teknologi

Teknologi IB ini dikaji menggunakan materi induk sebanyak 550 ekor dan pejantan 15 ekor yang dilaksanakan melalui tiga tahap penelitian. Penelitian pertama dilakukan pada Tahun Anggaran 1995/1996 dengan menggunakan materi induk ayam buras (kampung) sebanyak 200 ekor dan 5 ekor pejantan, dari hasil IB didapat telur tetas sejumlah 4.321 butir yang dialokasikan dalam 19 angkatan penetasan. Penelitian kedua dilakukan pada Tahun Anggaran 1995/1996 menggunakan materi induk ayam Kedu sejumlah 150 ekor dan 5 ekor pejantan, dari hasil IB didapat telur tetas sejumlah 1.200 butir yang dialokasikan dalam 6 angkatan penetasan. Penelitian ketiga dilakukan pada Tahun Anggaran 1997/1998 menggunakan materi induk ayam buras 200 ekor dengan 5 ekor pejantan, dari hasil IB didapat telur tetas sejumlah 645 butir yang dialokasikan dalam 4 angkatan penetasan. Induk yang digunakan merupakan induk terpilih yang mempunyai produksi rata-rata 40%.

Baca juga  Meraup untung dari gurami

Telur yang dihasilkan diseleksi berdasarkan bobot dan bentuk fisik (normal dan tidak cacat). Penetasan dilakukan dengan menggunakan mesin tetas kapasitas 100 butir/mesin, sedangkan pejantan yang digunakan adalah pejantan yang berumur 1,5 tahun yang sudah terlatih untuk diambil spermanya. Sistem perkandangan yang digunakan adalah kandang batere untuk induk dan untuk pejantan dipelihara pada kandang individu. Pakan yang diberikan merupakan campuran antara konsentrat petelur, jagung giling dan katul dengan perbandingan 1 : 2 : 5 ditambah dengan mineral dan vitamin 2% per kg dari pakan campuran (Tabel 1). Konsumsi pakan induk adalah 0,1 kg/ekor/hari, sedangkan untuk pejantan 0,11 kg/ekor/hari. Pakan tersebut diberikan 2 kali/hari yakni pada pagi dan siang hari.

Tabel 1. Komposisi dan kandungan nutrisi pakan ayam buras

Uraian Komposisi/Kandungan Nutrisi (%)
Konsentrat 12.5
Jagung 25
Bekatul 62.5
Nutrisi :
Kadar air 13.38
Protein kasar 13.10
Serat kasar 9.41
Lemak 5.86
Karbohydrat (kkal/kg) 2980.86
Abu 9.82

Keterangan : Hasil analisa Balai Penelitian dan Pengembangan Industri, Semarang

Peralatan inseminasi buatan yang digunakan berupa : alat suntik (spuit), slang, tabung penampung sperma, tabung pengencer sperma, pengencer sperma (NaCl fisiologis 0,9%) dan kain lap (Ilustrasi 1). Alat-alat tersebut tersedia di apotik-apotik dan harganya relatif murah. . Umur pemakaian dari alat-alat tersebut dapat digunakan selama 5 tahun.

 

Sebelum teknologi IB ini direkomendasikan, telah melalui 3 periode pengkajian pada 3 lokasi yang berbeda yakni pada: 1) kelompok tani ternak ayam buras “Gemah Ripah” Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung; 2) Unit Taman Ternak ayam Kedu Maron, Kabupaten Temanggung, dan 3) kelompok tani ternak ayam buras “Sumber Makmur” Desa Sumingkir, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Namun demikian mengingat ayam buras dalam pengembangannya mampu beradaptasi pada berbagai agroekosistem wilayah, maka penerapan teknologi B pada ayam buras ini tidak terbatas pada spesifik lokasi tertentu.

Metode yang digunakan dalam penerapan teknologi IB adalah metode inseminasi secara langsung, yaitu sperma yang diambil dari pejantan langsung diinseminasikan ke induk (sperma tidak disimpan).Tahapan pelaksanaan IB tersebut adalah sebagai berikut :

 

 

3.1. Tahap Persiapan

Pada tahap ini dipersiapkan yang digunakan, ternak induk dan pejantan. Sebelum alat yang digunakan harus dibersihkan dahulu dengan air mendidih. Slang yang tersedia dimasukkan ke ujung alat suntik (tempat jarum), hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam pengambilan sperma. Induk yang akan diinseminasi merupakan induk yang sehat, mempunyai produksi tinggi, induk tersebut harus sedang berproduksi dan pemeliharaan induk pada kandang batere/individu (Ilustrasi 2). Pejantan sebagai penghasil sperma harus sehat, berumur 1,5 – 3 tahun, pejantan tersebut dipelihara pada kandang individu dan dilatih terlebih dahulu untuk diambil spermanya. Cara melatih pejantan: elus secara bersamaan bagian punggung dari bawah leher ke arah ekor dan dari bawah anus ke arah ekor (Ilustrasi 3). Pengelusan dilakukan 5 – 10 kali. Biasanya setelah 7 hari pejantan sudah terlatih. Tanda pejantan yang sudah terlatih adalah apabila dilakukan pengelusan, maka ekornya langsung terangkat.

3.2. Pengambilan sperma

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Disiapkan pejantan yang akan diambil spermanya, pengambilan sperma agar menghasilkan kualitas yang baik mulai dilakukan pada sore hari jam 15.00 (Nasroedin et al., 1993). Pengambilan sperma dilakukan oleh 2 orang, satu memegang pejantan dan lainnya bertugas mengambil sperma (Ilustrasi 4). Bersihkan kotoran pada anus dan sekitarnya dengan kain lap (bulu sekitar anus dibersihkan/dipotong). Rangsang pejantan sesuai dengan penjelasan sebelumnya. Pengambilan sperma dilakukan dengan menekan dari atas pangkal ekor dengan tangan kanan, sedang tangan kiri memegang tabung penampung sperma, begitu sperma keluar langsung ditampung dalam tabung yang sudah disiapkan (Ilustrasi 5). Encerkan sperma dengan NaCl fisiologis 0,9%, dengan derajat pengenceran 1 : 6. Cara pengenceran : sedot sperma dari tabung penampung, setelah diketahui banyaknya sperma, masukkan sperma ke tabung pengencer secara perlahan-lahan melalui dinding tabung. Ambil NaCl sesuai dengan derajat pengenceran, masukkan kedalam tabung pengencer kemudian goyang-goyangkan tabung sampai sperma dan NaCl tercampur (Ilustrasi 6). Umur sperma yang telah diencerkan + 30 menit. Hindarkan sperma dari sinar matahari secara langsung. Sedot sperma yang telah diencerkan dengan spuit dan sperma siap diinseminasikan. Seekor pejantan dapat diambil spermanya 3 – 5 kali per minggu.

Baca juga  Derkuku bisa seharga mobil baru…

3.3. Pelaksanaan IB

Disiapkan induk yang akan diinseminasikan dan alat suntik yang sudah diisi sperma yang diencerkan. Bersihkan kotoran di anus dan sekitarnya, bulu di sekitar anus dibersihkan (dipotong). Inseminasi dilakukan 2 orang, dimana 1 orang memegang ayam dan satu orang melaksanakan inseminasi (Ilustrasi 7). Pengeluaran alat reproduksi/ saluran telur induk: tekan bagian tubuh dibawah anus dengan tangan kiri ke arah dada sampai keluar saluran/lubang telurnya yaitu sebelah kiri arah depan dan saluran kotoran sebelah kanan (Ilustrasi 8), sementara tangan kanan memegang alat suntik yang sudah berisi sperma. Masukkan alat suntik (slangnya) secara perlahan kedalam saluran telur sedalam + 2 cm. kemudian dilakukan penyuntikan/inseminasi, bersamaan penyuntikan tersebut penekanan bagian bawah anus dilepaskan (Ilustrasi 9). Tiap inseminasi membutuhkan 0,1 – 0,2 ml sperma yang sudah diencerkan dan inseminasi diulang 3 hari dari inseminasi sebelumnya.

3.4. Pengambilan telur

Pengambilan telur dilakukan pada hari ke 2 setelah IB, karena telur yang pertama kemungkinan sudah lengkap atau sudah mempunyai kerabang, sehingga tidak dapat dibuahi. Penyimpanan telur maksimal 10 hari. Cara meletakkan telur, bagian tumpul diatas dan telur siap ditetaskan (Ilustrasi 10 dan 11).

iV. HASIL pengkajian

4.1. Keragaan Hasil

Hasil keragaan teknologi yang utama pada pengkajian teknologi IB ditunjukkan dengan tingginya angka fertilitas telur yang dapat menyamai atau lebih tinggi dari fertilitas telur hasil kawin alam. Pada Tabel 2 ditunjukkan bahwa rata-rata fertilitas telur dari penelitian 1 sampai 3 adalah 73,5%. Sedangkan fertilitas telur hasil kawin alam yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan IB rata-ratanya adalah 64,4%. Dari hasil tersebut membuktikan bahwa teknologi IB menghasilkan fertilitas telur lebih tinggi 9,1% dibandingkan pada kawin alam. Dari pengamatan selama proses penetasan menunjukkan bahwa kematian embrio telur tetas hasil IB sebesar 30,8%, sedangkan pada telur tetas hasil kawin alam lebih besar yakni 42,2%. Rata-rata daya tetas dari telur hasil IB sedikit lebih tinggi bila dibandingkan pada kawin alam, yakni 69,2% vs 62,8%. Berdasar hasil keragaan tersebut dapat disimpulkan bahwa teknologi IB mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan dalam upaya meningkatkan produksi telur tetas sekaligus sebagai sarana memenuhi kebutuhan bibit ayam buras.

Tujuan utama usaha ayam buras pada kelompok-kelompok tani ternak ayam buras yang menerapkan pemeliharaan sistem semi intensif/intensif pada umumnya adalah memproduksi telur konsumsi. Namun dengan introduksi teknologi IB ternyata dapat membuka peluang usaha yaitu memproduksi telur tetas, seperti yang dilakukan kelompok ternak “Sumber Makmur” Desa Sumingkir, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga yang telah memasarkan telur hasil IB kepada kelompok ternak ayam buras lainnya. Berdasarkan laporan dari kelompok yang membeli telur tetas, ternyata fertilitas telurnya cukup baik yaitu 80%. Jumlah telur tetas yang sudah dipasarkan oleh kelompok ternak “Sumber Makmur” tersebut selama 1 tahun mencapai 900 butir dengan harga antara Rp. 450,-/butir, atau lebih tinggi Rp. 100,-/butir dibandingkan dengan harga telur konsumsi.

4.2. Analisis Finansial

Analisis finansial yang dilakukan pada penerapan teknologi IB adalah analisa input-output usaha, dan sebagai perbandingan disajikan analisa finansial pada pemeliharaan untuk tujuan produksi telur konsumsi. Analisis finasial tersebut diperhitungkan pada skala pemeliharaan 100 ekor induk ayam buras (Tabel 3). Terdapat perbedaan jenis input pada analisa finansial jenis usaha produksi telur tetas (penerapan IB) dengan produksi telur konsumsi, yakni dengan diperhitungkannya biaya penyusutan peralatan IB pada usaha produksi telur tetas. Perbedaan pada output usaha adalah nilai jual telur tetas sebesar Rp 450,-/butir, sedangkan telur konsumsi Rp. 350,-/butir. Telur infertil (tidak tertunasi) yang dapat diketahui setelah proses penetasan berjalan 5-7 hari, masih mempunyai nilai yakni seharga telur konsumsi. Berdasarkan analisis tersebut ditunjukkan bahwa keuntungan per bulan dengan penerapan IB lebih tinggi 43,4% dibandingkan dengan usaha pemeliharaan untuk tujuan produksi telur konsumsi (Rp. 203.933 vs Rp. 142.233). Tingginya keuntungan dari penerapan teknologi IB disebabkan karena harga telur tetas lebih tinggi (Rp. 100) dibandingkan dengan harga telur konsumsi, tambahan biaya produksi dan tenaga kerja yang dikeluarkan dari penerapan teknologi IB relatif sedikit, serta telur infertil dari hasil IB dapat dijual sebagai telur konsumsi.

 

Inseminasi Pada Ayam Buras

Tanya:
Saya tertarik dengan peternakan ayam buras dan mulai mengembangkannya . Sayangnya hasilnya tidak begitu bagus. Karena itu saya ingin mengembangkannya dengan cara inseminasi buatan dan penetasan dengan mesin tetas. Bagaimana langkah-langkah inseminasi buatan, bahannya apa saja, dan kalau ada mohon klipingnya dikirimkan kepada saya.Bagaimana memilih telur yang baik untuk ditetaskan dan bagaimana menentukan telur jenis jantan dan betina. Bagaimana membuat rangkaian pengatur suhu pada mesin tetas. Terima kasih.
Dono Sugiarto,
Jl Cipinang Raya No.640, Majalengka 45472.

Baca juga  Pelestarian ayam hutan melalui pembentukan ayam bekisar untuk ternak kesayangan- Bagian-2

Jawab:
Untuk melakukan inseminasi buatan pada ayam buras diperlukan bahan berupa ayam jantan umur 12-30 bulan, cairan NaCl 0,9% atau bisa juga Ringer’s infuse. Ayam jantan itu diperlukan untuk diambil spermanya. Sedangkan alat-alat yang diperlukan ialah penampung sperma (durham), kapas, tabung reaksi, alat suntik 0,5 cc.

Selanjutnya ialah mengambil sperma ayam jantan lalu diproses dengan bahan-bahan didalam tabung reaksi dan penyuntikan sperma pada ayam betina. Pengambilan sperma jantan dilakukan dengan cara mengurut bagian punggungnya mulai dari pangkal leher. Saat pengurutan sampai ke pangkal ekor dilakukan sedikit tekanan lebih kuat agar keluar urinenya dan dibersihkan dari duburnya itu.

Pengurutan di lakukan 3-5 kali dan setelah urine keluar maka sperma akan keluar juga menyusul lalu ditampung dengan tabung durham. Jangan sampai bercampur antara urine dan sperma karena sperma akan mati, urine dibersihkan dengan kapas sampai kering demikian juga sebelum pengambilan sperma, dubur ayam harus bersih dari kotoran.

Pengambilan sperma dapat dilakukan 2-3 kali dengan jarak waktu 15 menit. Tiap pejantan bisa memberikan 0,25 cc sperma. Daya simpan sperma ini dikulkas dengan suhu 7øC bisa 4 hari lamanya tapi pada ruangan biasa bisa disimpan hanya 30 menit, spermanya kira-kira 1,25 cc dipindahkan ketabung reaksi lalu dicampur dengan bahan pengencer berupa NaCl 0,9% ditambah kuning telur dengan perbandingan 4:1 sebanyak 4,17 ml, digoyang perlahan sampai merata lalu disimpan dalam termos sebelum digunakan. Daya simpan hanya 4 hari pada suku 25øC. Selanjutnya disuntik pada betina dengan cara mengambil cairan tadi dengan jarum suntik (spuit) sebanyak 1 ml, lalu perut bagian bawah ayam betina ditekan sehingga kloaka akan keluar dan jarum spuit dimasukkan sedalam 3 cm setelah tekanan dihilangkan. Selanjutnya sperma disuntikan. Cara ini membuat ayam jadi stres.

Cara lain ialah dengan memasukkan jari kelingking kedalam dubur sedalam 6-8 cm lalu spuit dimasukkan melalui bagian atas jari kelingking dan sperma disemprotkan dibagian ujung kelingking yaitu bagian uterus setelah ujung jari mulai ditarik perlahan. Cara ini dapat mencegah keluarnya sperma/semen kembali, kemudian ayam dikandangkan. Penyuntikan ini dilakukan lagi tiap 3-4 hari. Pengambilan telur dimulai pada hari kedua sejak dikeluarkan karena telur hari pertama tidak digunakan.

Memilih telur ialah yang seragam, bentuknya oval, licin, bersih tidak bernoda, atau retak, ruang udara dalam telur (diteropong ke arah lampu/matahari) tidak terlalu lebar dan terletak diujung tunpul telur itu. Soal telur jantan dan betina belum diperoleh kepastian karena belum tentu telur yang ovalitu jantan dan yang agak bulat itu betina.

Karena rumit, nanti dibaca klipingnya saja atau buku cara membuat mesin tetas telur karangan Farry B Paimin, terbitan Penebar Swadaya.

Ini adalah tulisan Taufiq Rusdi MSc.

Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

Mau Jadi Karyawan Terus?

Bagi Anda para karyawan atau pegawai (artinya orang yang bekerja untuk perusahaan milik orang lain), janganlah berkecil hati membaca tulisan ini. Toh banyak juga karyawan yang sukses, meski itu hanya dalam pengertian bisa kaya. Sebab, ketika kita berbicara tentang “kebebasan kerja” maka sebagai pegawai atau karyawan adalah relatif terbelenggu.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Kalau demikian, mengapa Anda selalu puas jadi pegawai atau karyawan? Bisakah kita terbebas dari belenggu ini?

Suatu ketika datanglah kepada saya seorang insinyur, tetangga saya, yang hingga sembilan bulan setelah lulus perguruan tinggi mengaku masih menganggur. Dia mengeluh. Konon, sulit bagi dirinya untuk mencari pekerjaan. Hal itu mengherankan, sebab setahu saya dia sering mendapat order untuk memperbaiki ini-itu yang berhubungan dengan barang-barang elektronik. Menservis TV mbengung dia OK. Memperbaiki kulkas rusak, juga OK. Begitu juga dengan barang-barang elektronik lainnya, mulai dari mesin cuci sampai alat pengering rambut, tak ada yang tidak bisa dia tangani.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Bagi saya, dia sudah pantas disebut ahli elektronika. Tidak terlalu sering memang dia menerima order, namun uang yang dia dapat dari penerima jasanya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Toh demikian, kemana-mana dia mengaku sebagai penganggur dan selalu gelisah mencari “pekerjaan”.

Barangkali sang insinyur ini tergolong apa yang dalam definisi BPS sebagai “setengah penganggur terpaksa”, yakni orang yang bekerja di bawah 35 jam per pekan yang masih mencari pekerjaan atau yang masih menerima pekerjaan lain.

“Saya ingin jadi pegawai negeri,” kata sang insinyur itu yang membuat saya heran sekaligus terharu. Mengherankan karena dalam penglihatan saya, ketika mengucapkan hal itu mimik mukanya seperti orang yang menatap benda yang membuat air liurnya seakan mau tumpah. Mengharukan karena matanya menyiratkan keinginan yang tidak bisa ditawar-tawar.

Baca juga  Tips membawa burung yang aman dengan kendaraan

Tetapi sang insinyur tetangga saya itu tidaklah sendirian. Jutaan pemuda sejenis sang insinyur itu ada di mana-mana. Lihatlah pelamar calon pegawai negeri sipil saat ini. Banyak di antara mereka yang sesungguhnya tidaklah benar-benar mencari mata pencaharian. Mereka sekadar mencari “pekerjaan” karena semata-mata agar bisa dipamerkan bahwa dia “mempunyai pekerjaan”.

Umar Kayam, dalam Para Priyayi, bercerita tentang tiga generasi keluarga yang mengaku priayi Jawa tulen meski arti priayi sendiri oleh sang penulis selalu dipertanyakan dan dipersoalkan. Kalau berdasar kamus, priayi adalah orang yang termasuk lapisan masyarakat yang kedudukannya dianggap terhormat, maka dalam Para Priyayi, mereka itu adalah mantri, dokter, guru dan lain-lainnya. Yang jelas pula, mereka bukanlah petani. Priayi ini, oleh Umar Kayam, digambarkan sebagai lapisan masyarakat yang berpendidikan lebih tinggi dari anggota masyarakat umumnya, berbahasa halus, penuh sopan santun, sekaligus bisa berbasa basi untuk memuji lawan bicara. Dalam keseharian, mereka menyempatkan tidur siang sepulang kerja dan memiliki sawah ladang yang diburuhkan.

Pegawai, yang menurut KBBI adalah orang yang bekerja pada pemerintah, perusahaan dsb, memang tidak identik dengan priayi. Tetapi banyaklah di antara kita yang bermental priayi dan mengejar status pegawai, apakah negeri atau swasta, semata-mata demi status itu sendiri. Hanya saja, meskipun telah menggapai status tersebut, perilaku mereka toh sama saja dengan orang kebanyakan. Lihat saja misalnya penggambaran Umar Kayam dalam Para Priyayi. Para priayi itu juga brengsek. Perilaku mereka jauh dari sikap priyayi karena senang selingkuh, suka seks bebas sampai-sampai juga hamil di luar nikah, manja dan sama sekali tidak mandiri, juga ada yang menjadi garong…Nah.

Pilih pekerjaan

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Kini cerita berganti. Jika seorang wanita pencari kerja ditawari menjadi penjaga gerai pakaian dalam di sebuah supermarket dan pada saat yang sama ditawari menjadi pelayan toko kelontong yang terletak di tengah kampung dan harus tidur-dalam, saya tidak yakin kalau dia akan memilih tawaran kedua. Bagaimana mungkin dia akan memilih menjadi pelayan toko kelontong yang tiap hari belepotan minyak tanah, coreng-moreng terciprat gandum ketika menakarnya, atau bau terasi karena berdesakan di pasar ketika diminta juragan untuk kulakan. Dia pasti akan memilih menjadi pelayan supermarket yang ber-AC karena bebas keringat, selalu wangi karena rajin menggunakan deodoran, selalu terlihat cantik dengan gincu di bibir dan seksi dengan pakaian you can see-nya.

Baca juga  Menangkar tledekan ala Om Bambang Iswanto

Sesungguhnyalah pekerjaan sebagai pelayan toko kelontong lebih memberi hasil nyata bagi si wanita itu. Dia lebih bisa menabung karena tak perlu mengeluarkan uang transpor, uang gincu, uang bedak, dan juga uang makan karena dia tidur-dalam. Jika suatu saat terkena PHK, celakalah bagi si pelayan gerai pakaian dalam di supermarket. Dia tidak memiliki keahlian lain kecuali menaksir “orang sebesar ini pasti celananya nomor ini”, dan sejenisnya. Sedangkan bagi pelayan toko kelontong, itulah peluang bagi dirinya untuk memulai membuka warung kelontong kecil-kecilan karena dia tahu di mana mendapatkan barang-barang murah. Dia pun tak ragu memberi utangan karena sudah belajar dari sang majikan bagaimana menghadapi pengutang.

Dimulai dari warung kelontong kecil-kecilan, dalam perjalanan waktu, bekas pelayan toko bisa memiliki toko kelontong besar, memiliki sejumlah pelayan dan tidak mustahil menjadi bos supermarket. Dia tidak lagi menjadi pegawai untuk orang lain, tetapi dia malah “pemilik” pegawai.

Demikianlah ketika status pegawai menjadi tujuan maka selamanya status itu tidak bakal dilepaskan. Ketika status pegawai menjadi kebanggaan, tak pernah terlintas di benak kita untuk mencampakkannya dan menapaki hidup yang lebih dari sekadar menjadi pegawai. Tetapi itulah yang dicari banyak priayi masa kini. Mereka adalah sekelompok manusia yang lebih suka bekerja untuk orang lain dengan membatasi diri untuk cita-cita suatu saat bisa memiliki usaha sendiri dan menjadi buruh untuk diri sendiri.

Saya yakin, jika Anda adalah pegawai atau karyawan, pasti pernah memiliki niat untuk melepaskan status itu dan berganti memiliki sebuah usaha, entah apapun usaha itu. Nah, mengapa Anda matikan cita-cita itu?

Baca juga  Penggunaan ikubator dalam penangkaran burung, lebih aman nyaman

Cobalah buka mata dan telinga. Tidak ada kata terlambat untuk banting stir atas kehidupan Anda. Jadi, kapan waktunya anda bisa berhenti jadi pegawai? Saat ini juga.

Banyak peluang usaha menanti Anda tanpa perlu menunggu ,”Kalau saya sudah punya modal seratus juta….”

Ataukah Anda menunggu masa “pensiun” tatkala Anda sendiri bisa memutuskan untuk pensiun dini? Apakah Anda berpikir bahwa pensiun adalah kita dibayar gratis oleh perusahaan atau instansi yang pernah kita “sumbang” tenaga sepenuh hati dan sepenuh jiwa raga kita selama ini? Bukan!

Mereka membayar kita yang sudah tidak lagi menyumbangkan tenaga dan pikiran juga dengan uang kita sendiri. Cuma saja, selama ini masih mereka simpankan dan kelola untuk kita kalau sudah dianggap tidak produktif lagi.

Mana kala itu terjadi, maka Anda benar-benar sudah tidak produktif lagi….

Kinilah saatnya….

omset mantap merpati balab

Dvinci Birdfarm raih omset jutaan rupiah dari budidaya merpati bibitan, piyikan dan merpati siap lomba.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Pada hektaran tanah lapang sepanjang 1.5 km, ratusan orang pecinta merpati balap berkumpul dan bercengkerama dalam permainan adu ketangkasan burung merpati balap. Mereka berkerumun membentuk lingkaran dengan tatapan mata terfokus ke dua ekor merpati yang berlomba.

Merpati balap tersebut dilepas di garis start, bersamaan setelah terdengar pluit tanda siap. Seketika kedua merpati mulai memacu kecepatannya sekencang-kencangnya menuju ke garis finish berjarak 1,5 km, di mana pasangan merpati itu setia menunggu di depan.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Di tangan joki, merpati betina sedang di-geber (dikepak-kepakkan sayapnya, red) sambil tak henti-hentinya berteriak memberi tanda dan semangat merpati jantan agar secepatnya sampai ke tangan joki. Akhirnya, salah satu merpati jantan tersebut meluncur deras ke tangan joki dan dinyatakan sebagai pemenang.

Ilustrasi di atas menggambarkan betapa meriahnya acara perlombaan merpati balap. Sekadar informasi tambahan, meski di luar negeri banyak merpati, tetapi khusus untuk merpati balap hanya ada di Indonesia. Merpati balap merupakan khas budaya Indonesia, di mana karakter merpati balapan memiliki sifat keket ke betina, terbentuk karena kultur budaya masyarakat Indonesia sehingga karakter merpati di Indonesia dan di luar negeri berbeda.

Dua jenis

Di Indonesia sendiri, merpati dibagi lagi menjadi merpati balap dasar, merpati balap tinggian, merpati kolong dan sebagainya. Untuk itu, rasanya merpati balap pun harus dilestarikan dan dibudidayakan seperti yang dilakukan Davinci Birdfarm yang dikomandoi oleh Fajar Wijayako di daerah Bojong Gede,Bogor ini.

“Saya hobby merpati sejak masih kecil, sekitar 36 tahun lalu. Saat itu, di Malang hobby merpati balap mulai mewabah bersamaan dengan hobby ayam bangkok, bahkan ini sudah menjadi candu bagi kalangan bos- bos kaya di daerah yang notabene memelihara burung, khususnya merpati balap. Tahun 2003, saya mulai serius membudidayakan merpati balap dengan membeli merpati balap legendaris bernama Sangsang seharga Rp. 20 juta, ditambah lima ekor merpati betina, merpati jantan Codet dan Tumaritis, sehingga total modal sekitar Rp 60 juta.” kata pemilik dua tempat peternakan merpati yakni di Bojong Gede dan Lanud Atang Sanjaya, selebihnya join bersama Ketua Pengda DKI Joko Kusdarmono.

Sejatinya, pecinta merpati balap tidak sebatas kalangan atas atau bos kaya saja, tetapi hampir lapisan masyarakat telah lama menyukai permainan adu kecepatan merpati ini. Menurut data Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI)- organisasi pusat pecinta merpati balap sprint, jumlah anggota atau pencinta merpati balap di Indonesia mencapai 250.000 orang.

Jika diperhatikan, penyebaran hobby merpati balap dapat dilihat hampir di seluruh Pulau Jawa dan Madura, selebihnya di daerah-daerah tertentu seperti Bali, Lampung, Palembang, Medan, Makasar, Manado, Samarinda, Banjarmasin, dan Pontianak. Dengan demikian perputaran arus jual beli merpati balap sangat tinggi. Sungguh sebuah peluang bisnis yang luar biasa, baik dari segi materi bibit atau piyikan merpati sampai pakan dan obat-obatan serta tenaga kerjanya.

Diceritakan Fajar, jika ingin budidaya merpati balap, terlebih dahulu harus mengetahui silsilah atau biasa disebut trah dari keturunan sebelumnya, seperti nenek atau buyut dari merpati tersebut. Dengan silsilah, dapat diketahui karakter terbang dan tempurnya, di mana unsur genetik mempengaruhi karakter keturunan yang akan diperlombakan untuk meraih juara baik tingkat lokal sampai tingkat nasional. Silsilah menjadi penting mengingat persaingan kompetisi tingkat nasional sangat ketat karena perlombaan melibatkan merpati terbaik sekaligus ajang adu gengsi sang pemilik.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

“Dari jumlah merpati yang saya miliki, kemudian dibiakkan dengan melakukan perkawinan bergilir, telur yang dihasilkan dieramkan dan ditetaskan oleh merpati lolohan (merpati babu, red) masing-masing dua telur. Setiap pasang indukan menghasilkan dua telur setiap 2 minggu sekali, dan dierami selama 18 hari. Kemudian menetas, di-loloh sampai terbang sendiri sekitar 1 bulan, sehingga dalam setiap bulannya diperoleh 6 pasang piyikan yang harga jualnya rata-rata Rp 3 juta perpasang.” Imbuhnya.

Dia mengungkapkan harga jual merpati balap tingkat nasional bisa mencapai ratusan juta hingga milyaran rupiah. Berdiri dengan bendera Davinci Bird Farm yang dibantu 5 orang karyawan, Fajar selalu meng-upgrade materi bibitan melalui pengamatan, seleksi yang mendalam dan hanya mengambil materi bibit kualitas super yang pernah berprestasi baik di tingkat nasional maupun lokal besar, sedangkan materi betina adalah anak para juara atau saudara dari para juara.

“Saya hanya memilih indukan kualitas super saja, piyikan yang sudah dewasa akan dipilih lagi, mana saja yang memiliki kualitas standar terbaik, yang nantinya akan dilatih menjadi merpati balap unggulan. Meskipun sepasang merpati indukan memiliki trah bagus dan memiliki kualitas baik, belum tentu hasil anakannya bagus pula, jadi belum tentu sesuai dengan harapan si peternak, namun saya sudah membuktikan lewat Road Star yang menjadi Juara 1 Utama Nasional di Batang tahun 2007, bahkan Road Star sempat ditawar oleh pe-hobby dari Bali dan Bekasi seharga Rp 100 juta, namun saya belum mau lepas, masih mau dipakai jagoan dulu” ungkap dia yang juga berprofesi sebagai konsultan HRD ini.

Ia menambahkan, beternak merpati balap itu mudah dan pasti menguntungkan. Sifat merpati yang mudah berjodoh, memudahkan siklus reproduksinya bisa diatur sesuai kebutuhan. Kini. Fajar pun mulai menuai hasil, puluhan ekor piyikan merpati balapnya laris manis di beli oleh pe-hobby lain yang datang dari Lampung, Palembang, Surabaya, Bandung, Bekasi, Jakarta, Batam, Malang maupun sekitar Bogor.

Bayangkan, jika dengan rata-rata sebulan bisa menjual piyikan sebanyak 20 ekor dengan range harga Rp3 juta sepasang, berapa keuntungan yang bisa diraup?. Padahal untuk biaya perawatan merpati balap hanya dibutuhkan pakan jagung, kacang hijau dan ‘voer’, dan total biaya biasanya menghabiskan Rp1-2 juta per bulannya ditambah gaji karyawan, tergantung ‘majikan’. “Ternak merpati balap memiliki prospek bagus, meskipun hanya menjual piyikan. Selain menjanjikan keuntungan, bisa juga menciptakan lapangan pekerjaan,” ucapnya optimis. (Fisamawati, source: majalahpengusaha).

Asal usul ayam bekisar

Bekisar (Foto: Liputan6)
Bekisar (Foto: Liputan6)

Ayam Bekisar merupakan keturunan F1 hasil perkawinan ayam hutan jantan (Gallus varius) dan ayam Kampung betina (Gallus gallus domesticus). Bekisar dikembangkan sebagai ayam kesayangan untuk menghasilkan ayam hias yang indah bulunya, dan terutama untuk mendapatkan keindahan suaranya dengan suara kokok yang memikat.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Ayam Bekisar dapat mencapai harga yang sangat mahal. Warna bulu didominasi oleh warna bulu ayam Kampung betina yang digunakan, tetapi postur tubuh, sifat dan suaranya sangat tergantung pejantannya yaitu ayam Hutan Hijau. Pada awalnya penggemar Bekisar hanya menyukai warna Merah dan Hitam, saat ini warna ayam Bekisar sangat beragam bahkan keindahan warna bulu ayam Bekisar sering digunakan sebagai salah satu kriteria dalam lomba Bekisar. Warna dasar ayam Bekisar mempunyai delapan warna dasar favorit yaitu Merah, Hitam, Putih, Kuning, Wido, Kelabu, Blorok, dan Jali. Ayam Bekisar menjadi lambang fauna (maskot) Propinsi Jawa Timur. Ayam Bekisar berasal dari pulau Kangean, sebuah pulau kecil sebelah timur Madura, termasuk wilayah kabupaten Sumenep. Ayam ini menyebar ke seluruh pulau Madura, Jawa, Bali, dan Wilayah Lombok, Komodo, Flores. Selain di wilayah tersebut ayam Bekisar sulit dijumpai. Berdasarkan Wikipedia Indonesia, ada tiga jenis ayam bekisar :

Baca juga  BMKG BF: Penangkaran burung perkutut dan puter di Gamping-Sleman

1. Gallus aenus yang berjengger bergerigi delapan kecil, pial berukuran sedang, warna bulu pada lapisan atas ungu dengan plisir kuning emas.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

2. Gallus temminckii memiliki jengger bergerigi emas, pial berwarna jambu, bulu merah mengkilap dan berplisir merah kecoklatan.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

3. Gallus violanceus dengan jengger bergerigi bagus, ukuran pial sedang, warna bulunya ungu dengan permukaan yang halus.

Beberapa macam ayam Bekisar yang terkenal keindahannya yaitu :

 

1. Bekisar Kangean (Madura), dibentuk dari induk betina berbulu satu macam misalnya hitam, merah, putih, kuning, dan abu – abu.

2. Bekisar Putih (Yogya), berwarna putih mulai dari paruh, hingga telapak kaki kecuali jengger, pial, dan cuping berwarna merah.

3. Bekisar Hitam (Parakan), silangan dengan ayam Kedu Hitam betina. Bentuk tubuh tinggi, besar, tegap dan berbulu hitam.

4. Bekisar Multiwarna (Solo), kaya akan warna dan suaranya sangat nyaring dengan ujung suara meninggi, ukuran tubuh sedang. Ayam Bekisar multiwarna mempunyai bulu warna – warni dengan bulu leher, bulu pelana, dan bulu hias berwarna merah menyala.

Sukses dimulai dari hobi

Kafi Kurnia, seorang konsultan bisnis yang ahli pemasaran, mengakui bahwa salah satu kunci sukses dalam menjalankan bisnis adalah memulainya dari sesuatu aktifitas yang menjadi hobi.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

“Ketika kita menekuni bisnis yang dimulai dari sesuatu yang kita cintai, secara otomatis kita bersemangat dalam mengerjakannya,” kata kafi sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara, dalam seminar “Entrepreneurship motivation get rich now” di kampus Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Senin lalu.

Menurut Kafi, kita tidak perlu berkecil hati jika setelah menyelesaikan kuliah tidak segera mendapatkan pekerjaan, apalagi jika lulus dengan nilai pas-pasan. “Peluang untuk meraih kesuksesan dalam hidup tak selamanya harus dilakukan dengan bekerja pada sebuah perusahaan, sekali pun perusahaan besar,” kata dia.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Sebab, demikian katanya, bekerja di perusahaan besar ibarat berenang di laut yang sangat luas, karena banyak pihak yang bersaing untuk berebut posisi. “Diperlukan sebuah faktor keberuntungan untuk meraih posisi yang diinginkan.”

Baca juga  SPECIAL FEATURES OF BIRDS (4):The feet

Berkaitan dengan hal itu, dia menyatakan hendaknya kita tidak berkecil hati jika ditolak bekerja di suatu perusahaan tertentu. Pasalnya, kesuksesan hanya bisa diraih dengan menggali potensi diri dan kreativitas yang dimiliki secara optimal.

Nilai pas-pasan

Kafi sendiri mengaku dirinya lulus kuliah dengan nilai pas-pasan yang menyebabkan banyak perusahaan besar menolak dirinya. Namun dirinya tidak berkecil hati kalau pada akhirnya hanya bekerja di sebuah supermarket. “Disebabkan keberadaan saya di tempat itu ternyata dianggap sebagai anak emas, karena dapat mengembangkan potensi serta kreativitas yang saya miliki, membuat saya sangat dibutuhkan,” ujar dia.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Setelah sekitar empat tahun bekerja di tempat itu dan dirinya mengaku sudah cukup menimba ilmu serta kiat mengembangkan bisnis, dia mengundurkan diri. Keputusan berhenti dari pekerjaan yang telah ditekuninya selama empat tahun tersebut didasari pertimbangan ingin menciptakan bisnis sendiri. “Berbagai fasilitas padahal sudah disediakan perusahaan. Hanya saya harus berani mengambil risiko kalau ingin sukses,” ujar dia.

Baca juga  Suara dan karakteristik ayam pelung

Kafi Kurnia mengakui pula pernah mengalami kegagalan dalam menjalani bisnis. “Namun karena berangkat dari hobi, kegagalan tersebut saya anggap sebagai kerikil yang tidak dapat menghentikan perjalanan,” katanya sambil menambahkan bahwa kiat lain agar sukses dalam berbisnis adalah inovatif.

Dengan inovasi, saat ada orang lain yang meniru bisnis yang sedang kita tekuni, kita tidak mudah putus asa karena justru hal itu mendorong kita untuk membuat sesuatu yang lebih baru.”

induk kelinci Rex yang menjanjikan

Beternak kelinci? Ya mengapa tidak…
Gambaran singkatnya: modal kecil, pemeliharaan mudah, tidak membutuhkan lahan yang luas bahkan pakan pun tidak terlalu sulit dan mahal, sebab bisa memanfaatkan pakan hijauan dan limbah pertanian/pangan yang ada di sekitar lingkungan peternak.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Nah, selain cepat berkembang biak, harga jualnya pun bagus bahkan tidak sulit untuk menjualnya. Artinya, beternak kelinci sangat cocok untuk ternak keluarga, entah itu petani di desa maupun keluarga di perkotaan.

Dengan cuma memiliki 1 pasang kelinci misalnya, dengan kondisi lingkungan yang pas, kelinci mampu melahirkan 10-11 kali/tahun dengan rata-rata 6-7 anak per kelahiran dan beranjak dewasa pada umur 6 bulan. Nah kalau yang kita piara lebih banyak lagi, tentu pemeliharaan lebih efisien dengan hasil yang tidak kecil.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Itu kalau kita bicara soal kelinci pedaging, lantas bagaimana dengan kelinci hias? Uh, ternyata juga menggiurkan. Contohnya: kita punya induk kelinci New Zealand umur 5 bulan seharga Rp 150.000. Dia beranak setiap bulan 6 ekor. Harga anakan umur 1 bulan Rp 15.000 x 6= Rp 90.000. Jika kita punya 10 ekor indukan produktif saja, maka setiap bulan mampu menghasilkan 6 x 10 = 60 ekor anak x 15.000 = Rp 900.000. Kalau punya banyak indukan? Ya tentu penghasilan semakin tinggi.

Baca juga  Membuat tempat pakan otomatis untuk ayam dan unggas

kelinci rexHitungan lebih asyik, begitu ditulis dalam www.sinartani.com: Induk betina kelinci Impor jenis Rex harga Rp 500.000. Beranak setiap bulan sejumlah 6 ekor. Anak Rex dijual dengan harga Rp 150.000 x 6 = Rp 900.000. Ini baru satu ekor kelinci. Kalau kita memiliki 5 ekor induk rex saja berarti setiap bulan mampu menghasilkan Rp 4,5 juta.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Memang kita tidak melihat hasil uang semudah itu. Ada tiga hal yang perlu menjadi pemikiran untuk mengurangi mimpi Anda beternak uang tersebut. Pertama, biaya pakan yang tidak sering menjadi perhitungan mengakibatkan kecelakaan berantai di tengah jalan, terutama jika Anda tega memberikan pakan kelinci apa adanya di musim kemarau dan ketika Anda tak mampu membeli konsentrat.

Baca juga  Canary Roler

Kedua, perhitungan angka kelahiran 6 ekor memang wajar karena kelinci bisa melahirkan 8, bahkan sampai 10 ekor. Kalaupun ada yang melahirkan 2 atau 4 ekor itu sifatnya kasuistis. Namun demikian kasus kematian beruntun juga harus diperhatikan.

Selain faktor pakan, kebersihan juga menelan biaya, kecuali jika Anda memang tidak membayar orang untuk membersihkan kandang setiap hari. Obat-obatan pada kasus penyakit menular juga sering menelan biaya banyak. Lantas di mana peluang empuknya? Ikuti saja tulisan berikutnya mengenai beternak kelinci. (dari berbagai sumber).

Mencoba ternak ayam kampung

 

Dibanding ayam arab, produktivitas ayam kampung memang kalah jauh (ayam arab 70%, kampung 40%).

Namun ayam kampung mempunyai kelebihan karena tidak mengenal penyusutan investasi. Misal, harga modal Rp 18.000/ ekor (usia produktif), maka jika sudah tidak produktif (usia di atas 2 tahun), nilai jualnya masih tinggi, mengikuti harga standar ayam kampung indukan.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Untuk ayam arab, jika sudah tidak produktif (usia di atas 2 tahun), hanya dihargai 30% dari harga beli, atau sekitar Rp 12.500/ekor.

Tata laksana pemeliharaan ayam kampung:

I. Makanan: Per hari untuk 200 ekor (pemeliharaan efektif)

1. Katul 16 kg (150 ons = per ayam 0,75 ons) = Rp 16.000.

Baca juga  Ayam ekor panjang itu bernama onagadori

2. Sayuran + cacahan bekicot/wedhel ikan/ikan buangan (plus obat/vitamin) = Rp 7.500 (bisa dicarikan alternatif pakan lainnya).

——————–Jumlah biaya per hari Rp 23.500

II. Hasil: Produktivitas 40%, maka per hari hasilkan = 80 butir. Harga jual per butir Rp 550 (harga jual di bakul; kalau dipasarkan sendiri ke konsumen langsung bisa mencapai Rp 650/butir)

——————- Jumlah hasil total per hari = 80 x Rp 550 = Rp 44.000

Hasil per hari = Rp 44.000 – Rp 23.500 = Rp 20.500

Kandang:

Untuk ayam 200 ekor diperlukan 4 blok kandang yang dibuat los. Masing-masing blok berukuran 2,5 x 4 m terdiri dari ruang semi-tertutup (bisa ditutup rapat bagian depan dengan plastik goni/kain dsb).

Ruang semi-tertutup ini diperlukan untuk tempat bertelor dan tidur ayam.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Di samping itu diperlukan arena umbaran dengan luas 10 x 8 m (80 m2). Luas 80m2 itu meliputi juga kandang semi tertutup yang ada di dalam lingkar arena umbaran.

Baca juga  Tips rawatan ayam bekisar ngadat bunyi

Pada kandang semi tertutup digunakan lantai tanah dengan ditebari kapur (untuk pemanas ruang dan membunuh bakteri/jamur, dan mencegah bubul).

Di dalam kandang tersebut, dipasang bambu seperti tangga besar, tempat ayam tidur dengan cara nangkring. Pada salah satu sisinya, dipasangi kotak panjang besar yang di dalamnya diberi sekam, tempat ayam bertelor.

Untuk keamanan: Batas arena umbaran dan lingkungan luar dibuat pagar permanen dari pasangan batako setinggi 3,5 m. Kemudian diberi pintu yang bisa dikunci rapat.

Dampak lingkungan:

Kotoran ayam kampung relatif tidak berbau, apalagi di dalam kandang ditebari kapur yang membuat kotoran ayam relatif cepat kering.

Suara ayam relatif tidak berisik.

mari beternak jangkrik

 

Dewasa ini pada masa krisis ekonomi di Indonesia, budidaya jangkrik (Liogryllus Bimaculatus) sangat gencar, begitu juga dengan seminar-seminar yang diadakan dibanyak kota.

Kegiatan ini banyak dilakukan mengingat waktu yang dibutuhkan untuk produksi telur yang akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik untuk pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepungnya, hanya memerlukan 2-3 bulan. Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Dalam siklus hidupnya jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Penyebaran jangkrik di Indonesia adalah merata, namun untuk kota-kota besar yang banyak penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat tergantung untuk mengkonsumsi jangkrik yang berasal dari alam, lama kelamaan dengan berkurangnya jangkrik yang ditangkap dari alam maka mulailah dicoba untuk membudidayakan jangkrik alam dengan diternakkan secara intensif dan usaha ini banyak dilakukan dikota-kota di Pulau Jawa.

  1. SENTRA PERIKANAN

Telah diutarakan didepan bahwa untuk sementara ini, sentra peternakan jangkrik adalah dikota-kota besar dipulau jawa karena kebutuhan dari jangkrik sangat banyak. Sedangkan diluar pulau jawa sementara ini masih banyak didapatkan dari alam, sehingga belum banyak peternakan-peternakan jangkrik.

  1. JENIS

Ada lebih dari 100 jenis jangkrik yang terdapat di Indonesia. Jenis yang banyak dibudidayakan pada saat ini adalah Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus, untuk pakan ikan dan burung. Kedua jenis ini dapat dibedakan dari bentuk tubuhnya, dimana Gryllus Mitratus wipositor-nya lebih pendek disamping itu Gryllus Mitratus mempunyai garis putih pada pinggir sayap punggung, serta penampilannya yang tenang.

  1. MANFAAT

Jangkrik segar yang sudah diketahui baik untuk pakan burung berkicau seperti poksay, kacer dan hwambie serta untuk pakan ikan, baik juga untuk pertumbuhan udang dan lele dalam bentuk tepung.

  1. PERSYARATAN LOKASI

<ol” type=”1″>

  • Lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
  • Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
  • Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan.
  1. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Menurut Farry, 1999, ternak jangkrik merupakan jenis usaha yang jika tidak direncanakan dengan matang, akan sangat merugikan usaha. Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan dalam merencanakan usaha ternak jangkrik, yaitu penyusunan jadwal kegiatan, menentukan struktur organisasi, menentukan spesifikasi pekerjaan, menetapkan fasilitas fisik, merencanakan metoda pendekatan pasar, menyiapkan anggaran, mencari sumber dana dan melaksanakan usaha ternak jangkrik.

<ol” type=”1″>

  • Penyiapan Sarana dan PeralatanKarena jangkrik biasa melakukan kegiatan diwaktu malam hari, maka kandang jangkrik jangan diletakkan dibawah sinar matahari, jadi letakkan ditempat yang teduh dan gelap. Sebaiknya dihindarkan dari lalu lalang orang lewat terlebih lagi untuk kandang peneluran. Untuk menjaga kondisi kandang yang mendekati habitatnya, maka dinding kandang diolesi dengan lumpur sawah dan diberikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun dan daun-daun lainnya untuk tempat persembunyian disamping untuk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik. Dinding atas kandang bagian dalam sebaiknya dilapisi lakban keliling agar jangkrik tidak merayap naik sampai keluar kandang. Disalah satu sisi dinding kandang dibuat lubang yang ditutup kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembapan kandang. Untuk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik, tidak ada ukuran yang baku. Yang penting sesuai dengan kebutuhan untuk jumlah populasi jangkrik tiap kandang.Menurut hasil pemantauan dilapangan dan pengalaman. peternak, bentuk kandang biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm. Kotak (kandang) dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yang berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.
  • Pembibitan
    1. 1) Pemilihan Bibit dan Calon IndukBibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk jantan yang adalah sebagai berikut:
      1. Indukan:
        • sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.
        • kedua kaki belakangnya masih lengkap.
        • bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.
        • badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.
        • pilihlah induk yang besar.
        • dangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.
      2. Induk jantan:
        • selalu mengeluarkan suara mengerik.
        • permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.
        • tidak mempunyai ovipositor di ekor.
        • Induk betina:
        • tidak mengerik.
        • permukaan punggung atau sayap halus.
        • ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur.
    2. Perawatan Bibit dan Calon Induk

Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.

  1. Sistem Pemuliabiakan

Sampai saat ini pembiakan Jangkrik yang dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan dan induk betina, sedangkan untuk bertelur ada yang alami dan ada juga dengan cara caesar. Namun risiko dengan cara caesar induk betinanya besar kemungkinannya mati dan telur yang diperoleh tidak merata tuanya sehingga daya tetasnya rendah.

  1. Reproduksi dan Perkawinan

Induk dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuan-ramuan yang khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang ditambah dengan vitamin.

Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, dinding kandang diolesi tanah liat, semen putih dan lem kayu, dan diberi daun-daunan kering seperti daun pisang, daun jati, daun tebu dan serutan kayu.

Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagiab dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).Selain peneluran secara alami, dapat juga dilakukan peneluran secara caesar. Akan tetapi kekurangannya ialah telur tidak merata matangnya (daya tetas).

  1. Proses kelahiran

Sebelum penetasan telur sebaiknya terlebih dahulu disiapkan kandang yang permukaan dalam kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang lembut. Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibulak-balik agar jangan sampai berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.

<ol” type=”1″>

  • Pemeliharaan
    1. Sanitasi dan Tindakan Preventif

Seperti telah dijelaskan diatas bahwa dalam pengelolaan peternakan jangkrik ini sanitasi merupakan masalah yang sangat penting. Untuk menghindari adanya zat-zat atau racun yang terdapat pada bahan kandang, maka sebelum jangkrik dimasukkan kedalam kandang, ada baiknya kandang dibersihkan terlebih dahulu dan diolesi lumpur sawah. Untuk mencegah gangguan hama, maka kandang diberi kaki dan setiap kaki masing-masing dimasukkan kedalam kaleng yang berisi air.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis…

<ol” type=”1″>

    1. Pengontrolan Penyakit

Untuk pembesaran jangkrikn dipilih jangkrik yang sehat dan dipisahkan dari yang sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yang berjamur karena dapat menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi tidak basah, karena kandang yang basah juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit.

<ol” type=”1″>

    1. Perawatan Ternak

Perawatan jangkrik disamping kondisi kandang yang harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, yaitu lembab dan gelap, maka yang tidak kalah pentingnya adalah gizi yang cukup agar tidak saling makan (kanibal).

<ol” type=”1″>

    1. Pemberian Pakan

Anakan umur 1-10 hari diberikan Voor (makanan ayam) yang dibuat darikacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda dan gambas. Sedangkan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, diberi pakan antara lain : sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi. Bahkan ada juga yang menambah pakan untuk ternak yang dijodohkan anatar lain : bekatul jagung, tepung ikan, ketan hitam, kuning telur bebek, kalk dan beberapa vitamin yang dihaluskan dan dicampur menjadi satu.

<ol” type=”1″>

    1. Pemeliharaan Kandang

Air dalam kaleng yang terdapat dikaki kandang, diganti setiap 2 hari sekali dan kelembapan kandang harus diperhatikan serta diusahakan agar bahaya jangan sampai masuk kedalam kandang.

  1. HAMA DAN PENYAKIT

<ol” type=”1″>

  • Penyakit, Hama dan Penyebabnya

Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yang menempel di daun. Sedangkan hama yang sering mengganggu jangkrik adalah semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak dan ular.

<ol” type=”1″>

  • Pencegahan Serangan Hama dan Penyakit

Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan dan daun tempat berlindung yang tercemar jamur harus dibuang. Hama pengganggu jangkrik dapat diatasi dengan membuat dengan membuat kaleng yang berisi air, minyak tanah atau mengoleskan gemuk pada kaki kandang.

<ol” type=”1″>

  • Pemberian Vaksinasi dan Obat

Untuk saat ini karena hama dan penyakit dapat diatasi secara prefentif, maka penyakit jangkrik dapat ditekan seminimum mungkin. Jadi pemberian obat dan vaksinasi tidak diperlukan.

  1. PANEN

<ol” type=”1″>

  • Hasil Utama

Peternak jangkrik dapat memperoleh 2 (dua) hasil utama yang nilai ekonomisnya sama besar, yaitu: telur yang dapat dijual untuk peternak lainnya dan jangkrik dewasa untuk pakan burung dan ikan serta untuk tepung jangkrik.

<ol” type=”1″>

  • Penangkapan

Telur yang sudah diletakkan oleh induknya pada media pasir atau tanah, disaring dan ditempatkan pada media kain yang basah. Untuk setiap lipatan kain basah dapat ditempatkan 1 sendok teh telur yang kemudian untuk diperjual belikan. Sedangkan untuk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari dimana tubuhnya baru mulai tumbuh sayap, ditangkap dengan menggunakan tangan dan dimasukkan ketempat penampungan untuk dijual.

  1. PASCAPANEN …
  2. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

<ol” type=”1″>

  • Analisis Usaha BudidayaPerkiraan analisis budidaya telur jangkrik sebanyak 10 kotak untuk 1 periode pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:
    1. Biaya Produksi
      1. Biaya Tidak Tetap
        • Indukan
          • Induk Jantan 1.000 ekor @ Rp.700,- ——-Rp . 700.000,-
          • Induk Betina 5.000 ekor @ Rp. 500,- ——Rp. 2.500.000,-
        • Makanan dan Vitamin
          • Sayuran ————————————-Rp. 100.000,-
          • Konsentrat 10 kg @ Rp.5.000,- ————Rp. 50.000,-
          • Vitamin 10 btl @ Rp. 5.000,- —————Rp. 50.000,-
          • Tenaga Kerja 60 HOK @ Rp. 10.000,- —-Rp. 600.000,-
      2. Biaya Tetap
        • Bunga modal Investasi 20 %/ th ——————Rp. 118.916,67
        • Bunga biaya tidak tetap 20 %/ th —————–Rp. 133.333,33
        • Penyusutan kotak ——————————–Rp. 38.583,33
        • Penyusutan alat ———————————-Rp. 7.875,-
        • Pemeliharaan kotak + alat 5 %/ th —————-Rp. 2.322,92
        • Sewa Lokasi ————————————-Rp. 250.000,-
        • Listrik ——————————————–Rp. 50.000,-Jumlah biaya produksi —————————-Rp. 4.601.031,25,-
    2. Pendapatan 830 sdm @ Rp. 10.000,- ———————-Rp. 8.300.000,-
    3. Keuntungan ————————————————-Rp. 3.698.968,75
    4. Parameter kelayakan usaha : B/C ratio = 1,8Berikut ini adalah analisis usaha pembesaran jangkrik sebanyak 100 kotak untuk 1 periode pada tahun 1999.

<ol” type=”1″>

  • Gambaran Peluang Agribisnis

Penggunaan pestisida yang selama ini didapati pada lahan-lahan pertanian merupakan salah satu penyebab berkurangnya populasi jangkrik, demikian juga penangkapan jangkrik dialam yang dilakukan selama ini membuat penurunan drastis jumlah populasinya.

Dengan alasan-alasan tersebut dan naiknya permintaan jangkrik, maka peternak tidak membiarkan begitu saja kesempatan untuk memperoleh keuntungan dengan membudidayakan jangkrik dengan intensif karena dengan waktu yang relatif singkat untuk memelihara jangkrik sudah mendapat keuntungan yang berlipat ganda.

Dengan semakin banyaknya peternak-peternak jangkrik ini, permintaan untuk telur jangkrik semakin besar juga, jadi banyak peternak yang hanya memproduksi telur jangkrik karena resikonya lebih kecil dan lebih cepat lagi mendapatkan laba untuk sekitar 25-30 hari, dibandingkan proses pembesaran sampai dengan 3 bulan.

  1. DAFTAR PUSTAKA

<ol” type=”1″>

  • Anonim, Bisnis Telur Jangkrik, Info Peluang No. 33, Edisi 1 Juli 1999
  • ———-, Beternak Jangkrik Ala Samin, Info Agribisnis Trubus No.354, Edisi Mei 1999
  • ———-, Jangkrik Peliha Untuk Tangkar, Info Agribisnis Trubus No. 355, Edisi Juni – 1999.
  • ———-, Langkah Demi Langkah Beternak Jangkrik Produktif, Info Agribisnis Trubus-No. 356, Edisi Juli 1999.
  • Adihendro, Rahasia Beternak Jangkrik, Ardy Agency, Jakarta, 1999.
  • Arnett, Russ H., Jr. and Richard L. Jacques., Jr, Guide To Insects ( New York : Simon – and Schuster Inc., 1981)
  • Borror, Donald J., Charles A. Triplehorn, Norman F. Johnson, Pengenalan Pelajaran –
  • Serangga, Edisi 6, terjemahan Soetiyono Partosoedjono ( Yagyakarta; Universitas-Gajah Mada Press, 1992 ).
  • Paimin B. Farry dan Pudjastuti L.E, Sukses Beternak Jangkrik, Penebar Swadaya, Jakarta, 1999.
  1. KONTAK HUBUNGAN

<ol” type=”1″>

  • Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
  • Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id

Sumber: www.omkicau.com

</ol”></ol”></ol”></ol”></ol”></ol”></ol”></ol”></ol”></ol”></ol”></ol”></ol”></ol”></ol”></ol”>

Omset ratusan ribu perhari dari Hobi Kelinci

Jika Anda mempunyai kelinci atau hobi memelihara kelinci, maka segeralah mengembangkan hobi tersebut menjadi usaha yang menguntungkan. Mengapa? Kelinci adalah hewan yang mempunyai daya tarik sangat besar. Sehingga semua kalangan masyarakat sangat menyukai binatang ini. Baik anak-anak, remaja maupun orang tua.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Sosok yang telah membuktikan bahwa usaha beternak kelinci adalah usaha yang menguntungkan, walaupun masih dalam tataran menengah ke bawah adalah Yohanes Bristman (22) pemilik usaha jual beli kelinci bernama Lenx Kelinci.

Seperti yang dituturkan Yohanes Britsman kepada jogjanews.com, usaha penjualan kelinci dengan nama usaha Lenx Kelinci ini baru di mulai pada 1 April 2009 yang lalu. Awalnya adalah hobi memelihara kelinci di rumah yang sudah dilakukan Yohanes sejak tahun 2005 yang lalu. Pada pertengahan 2005 muncul keinginan Yohanes untuk memelihara kelinci. Jadilah pria yang biasa dipanggil Timbul ini membeli indukan kelinci untuk dipelihara. Waktu itu ia membeli indukan kelinci di daerah Kopeng Salatiga. Dengan mengambil tempat di lantai 2 rumahnya Yohanes memelihara indukan kelinci milik yang saat ini berjumlah 30 indukan.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Kelinci jenis Giant Anggota milik Lenx Kelinci ini jika ingin dimiliki maka harus mengeluarkan Rp400 ribu
Kelinci jenis Giant Anggota milik Lenx Kelinci ini jika ingin dimiliki maka harus mengeluarkan Rp400 ribu

“Saya memilih usaha ini karena kelinci adalah binatang yang tidak berbau dan perawatannya juga mudah. Selain itu usaha ini tidak mudah terkena imbas kondisi ekonomi. Selama ini penjualan yang bisa saya lakukan stabil terus,” tambah Yohanes.

Baca juga  Roma BF Depok, 16 Tahun eksis dalam penangkaran burung perkutut

Di Lenx Kelinci ini, Yohanes setidaknya memiliki kurang lebih 30 kelinci peranakan luar negeri seperti Dutch, Anggora, Lop, Rex, dan Flam. Saat Jogjanews.com mengunjungi Lenx Kelinci, di beberapa kandang yang dimiliki Yohanes terdapat berbagai jenis kelinci indukan dan anakan seperti Giant Anggora, Harley Queen, Rex Papilo, serta kelinci anakan dari jenis Flam dan Dutch.

“Untuk kelinci lokalnya hampir sudah tidak ada karena kebiasaan kelinci lokal yang suka ngerong (bersembunyi dalam tanah, red) Kelinci yang mirip lokal adalah jenis Australia,” kata Yohanes mengenai jenis kelinci lokal yang ternyata tidak ia pelihara.

Harga

Harga kelinci yang dijual Yohanes sangat bervariasi. Tergantung juga ukuran serta usia kelinci. Kelinci anakan misalnya berbeda harganya dengan kelinci indukan. Harga kelinci paling murah yang ia jual di Lenx Kelinci adalah anakan kelinci jenis flam yang berumur 3 bulan dengan harga Rp45 ribu. Harga anakan kelinci jenis rex seharga Rp60 ribu. Sementara untuk kelinci indukan jenis rex harga jualnya bisa mencapai Rp200 ribu-Rp250 ribu. Indukan Lop mencapai Rp700 ribu.

Kelinci anakan Dutch berharga Rp80 ribu
Kelinci anakan Dutch berharga Rp80 ribu

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

“Kelinci indukan yang paling mahal adalah Anggora yang mencapai harga Rp1,5 juta,” kata Yohanes sembari menerangkan harga kelinci jenis lain yang ia miliki misalnya Rex Papilo sebesar Rp250 ribu, anakan Dutch berharga Rp80 ribu.

Setiap harinya setidaknya 4-6 ekor anakan kelinci dari berbagai jenis bisa dijual Yohanes. Kalangan masyarakat yang membeli kelinci di tempat ini banyak berasal dari mahasiswa, pelajar, orang tua dan anak-anak. Seperti yang disaksikan Jogjanews.com sore itu, seorang mahasiswa dari Bandung membeli kelinci jenis dutch seharga Rp80 ribu. Sebelumnya juga ada beberapa pelajar yang bertanya tentang jenis kelinci apa saja yang dimiliki Yohanes walaupun tidak jadi membeli.

Baca juga  Derkuku bisa seharga mobil baru…

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

“Paling banyak yang diambil pembeli adalah anakan setiap jenis kelinci. Sementara untuk indukan jarang ada yang beli.Hanya para peternak yang membeli indukan yang saya punyai,”jelas Yohanes seraya menambahkan omset yang ia dapat dari usaha ini perharinya bisa mencapai Rp750 ribu.

Pemeliharaan

Kelinci adalah binatang yang mempunyai daya tarik sangat besar. Perawatan setiap hari wajib dilakukan untuk menjaga daya tarik kelinci. Dengan begitu kelinci akan tetap menarik bagi orang-orang yang melihat sehingga tertarik untuk membeli.

Yohanes (kanan) sedang melayani pembeli kelinci anakan Dutch
Yohanes (kanan) sedang melayani pembeli kelinci anakan Dutch

“Tiap pagi kandang selalu dibersihkan. Kelinci juga harus diberi pakan tiap pagi dan malam harinya. Saya harus memperhatikan kualitas pakannya,”kata Yohanes yang warga Rotowijayan ini.

Yohanes menerangkan untuk makanan kelinci pada pagi hari, dipersiapkan daun pisang secukupnya. Sementara untuk malam harinya, makanan untuk kelinci adalah konsentrat dari kulit kedelai dan kulit gandum.

“Pengeluaran untuk pemeliharaan kelinci yang tiap hari saya keluarkan adalah Rp10 ribu-Rp15 ribu,” ungkap pria yang tamatan SLTA ini.

Dengan usaha jual beli kelinci yang ia lakukan saat ini, setidaknya telah membuat Yohanes berani untuk mencita-citakan kuliah tahun depan.

Baca juga  Panduan awal budidaya ulat jerman

Jika Anda tertarik untuk mengikuti jejak Yohanes memelihara dan membuat usaha jual beli kelinci, Anda bisa langsung ke Lenx Kelinci di perempatan Gedongkuning Banguntapan Bantul. Atau langsung ke kediaman Yohanes Britsman di Rotowijayan Kp 2/3A Kraton Yogyakarta. Anda juga bisa menghubungi Yohanes di 0818042449777.(The Real Jogja/joe)

cermatlah dalam memilih kenari yorkshire

Menurut informasi yang saya terima, dalam waktu dekat ini akan datang kenari Yorkshire (selanjutnya saya singkat YS) impor ke Indonesia. Berkaitan dengan itu, saya turunkan beberapa tips memilih kenari YS, sekadar sebagai pengingat saja. Sebab, tulisan mengenai YS bisa kita temukan dalam banyak referensi yang sudah ada sebelumnya.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Yorkshire 1 (Sumber foto: yorkshirecanary.com)

 

Sebagaimana ditulis dalam yorkshirecanary.com, YS dianggap sebagai salah satu kenari yang terbesar dan tertua dari semua jenis burung kenari, dan hal itu tercatat sejak 1894.

Di Inggris, tempat Yorkshire berasal dan berkembang biak, lomba penampilan YS diikuti banyak banyak peserta dan bahkan sering mencapai 1.000 burung per kontes.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss…

Kenari Yorkshire dikenal sebagai “Gentleman of the Bird Fancy”. Jika Anda memiliki ketajaman dan pengalaman penglihatan atas kenari, mala Anda akan tahu mengapa Yorkshire disebut “Gentleman of the Bird Fancy”.

Mr SR Golding dari Middlesex, Inggris, memaparkan bagaimana memilih karakteristik YS yang bagus. Berikut ini adalah deskripsi dari fitur Yorkshire yang bagus menurut kriterianya. Penjelasan ini dikutip dari “Standard of Excellence”.

Kepala

Pilih yang berstruktur penuh, bulat, bersih. Tengkorak belakang harus dalam dan menyembul sejajar dengan bahu.

Baca juga  Akhirnya, inilah pemenang hadiah murai batu, burung kenari dan produk kesehatan burung

Mata
Pilih yang sedekat mungkin dengan pusat muka, dan tidak terlalu dekat dengan bagian atas kepala. Karakter ini memberikan ekspresi yang berani dari YS tersebut.

Bahu

Pilih YS dengan bahu lebar proporsional, bulat dan secara kompak kedua sisi menyatu ke arah/dalam kepala.

Leher

Pilih yang pendek dan penuh dan memberi kesan berani.

Paruh

Harus rapi, halus, dan belum dipangkas.

Tubuh

Bodi merupakan bagian terpenting dari struktur Yorkshire. Pilih yang punya penampang bulat dan terus mengecil hingga pangkal ekor (seperti bentuk wortel).

Penampilan YS secara umum harus memberi kesan keberanian, dan itulah mengapa YS mendapat julukan sebagai burung “Penjaga manusia”.Ini pula sebabnya mengapa YS dikenal sebagai “Gentleman of the Bird Fancy”.

Kaki

Pilih yang panjang namun tidak terkesan kaku. Ini membantu membentuk posisi gagah pada YS. YS yang bagus tidak terkesan jongkok atau juga mendongak tapi berdiri tegak.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis… Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Bulu

Harus kompak, tipis dan ketat menempel tubuh.

Sayap

Seharusnya tidak terlalu panjang tapi proporsional dan merata sampai di tengah-tengah bagian belakang, terlipat simetris dan kompak.

Ekor

Pilih yang menyatu dan tidak menyebar dengan panjang proporsional.

Kesehatan

Pilih yang bersih, bebas kotoran pada bagian dekat dubur dan bebas dari penyakit pernafasan. (Catatan saya: Pegang raba dan dengarkan suarantya ke dekat telinga kita. Jika ada suara ngik atau terengah2, jangan dipilih).

Baca juga  PET BIRD PERSONALITIES (4): Cockatoos, Conures

Berlawanan dengan beberapa pendapat bahwa YS sulit untuk diternakkan, sebenarnya YS mudah diternak dan semuanya tergantung pada pengkondisian (kesehatan, lingkungan dsb) YS itu sendiri.

Sebagai tambahan, berikut ini saya sampaikan tips yang diberikan kawan kita yang dimuat di burungkenari.wordpress.com.

Untuk memilih YS, perlu dipilih YS yang (1) Lincah dan banyak bergerak; (2)  Rajin makan; (3)  Sorot mata tajam; (4) Tidak ada kotoran yang menempel di pantat atau pangkal ekor; (5) mata cerah, tajam.

Disarankan pula kita bisa minta ijin kepada penjualnya untuk boleh memegang kenari. Hal itu bertujuan untuk meraba tulang dadanya. Jika badanya kurus (dada menonjol dan teraba tipis keras) jangan dipilih. Sebab dikhawatirkan burung tersebut tidak terawat atau terkena penyakit.

Untuk memilih YS, disarankan disesuaikan dengan kebutuhan. Kalau ingin yang cepat berproduksi/diternak ambil YS ring tahun 2008, 2007 atau paling lama 2006. Sebab, kalau usianya lebih 3 tahun dikhawatirkan YS tersebut adalah induk afkirkan.
Jika ingin YS untuk dimaster, disarankan ambil yang muda. Kelemahannya, YS muda memerlukan waktu lama untuk didengarkan suaranya.

Sedangkan untuk mengetahui umur YS dapat dilihat dari ring di kakinya:
–   Biru kelahiran 2008.
–   Hitam kelahiran 2007.
–   Merah kelahiran 2006.
–   Hijau kelahiran 2005.

Baca juga  Agar lomba lebih ramai, Pandawa BC Surabaya gandeng KOMBES

Sementara itu untuk perawatan lainnya, sama dengan perawatan burung pada umumnya, dengan menjaga kebersihan kandang, penerangan, dan manajemen pakan dan minum yang bagus.

Salam…